Taubat Hati

Image

“Mengapa Ayah sampai harus melakukan shalat Taubat?”tanyaku lagi.

“Ayah takut, kecintaan Ayah kepada Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah. Itulah mengapa Ayah shalat Taubat terlebih dahulu” jawab Ayah lagi.

Dialog di atas merupakan secuplik kisah yang dituturkan Irfan Hamka, anak Buya Hamka, dalam sebuah buku biografi berjudul Ayah yang bercerita tentang sisi lain kehidupan Buya Hamka sehari-hari.

Hatiku ini lemah. Mungkin juga hati kalian yang membaca tulisan ini. Hatiku mudah sakit, mudah juga terlalu bahagia. Seperti selembar daun di padang pasir. Hari ini, kudapati hatiku begitu bahagia. Rezeki yang tak ada putus-putusnya (dagangan laris, honor cerpen mengalir terus), IRS (Isian Rencana Studi) untuk semester 5 ke depan sudah beres nggak bermasalah lagi, dan satu hal….

Aku suka cara dia tertawa

Aku suka dia yang seperti itu

Aku suka melihatnya bahagia

Namun aku mafhum, aku tetap tak boleh terlalu bahagia untuk yang satu itu. Jelas, lebih baik semuanya senetral mungkin. Maka aku pun berdoa,

“Ya Allah, jika ini cinta karena-Mu, jadikanlah ini cinta yang ikhlas hingga tiada hati yang tersakiti karenanya. Cinta yang tulus hingga menjadikan cinta pada-Mu lah yang tertinggi. Cinta yang benar hingga membuatku semakin mencintai-Mu. Cinta yang tepat pada orang yang Engkau cintai”

Wahai hati, bertaubatlah…

Wahai Allah, ampunilah…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s