Sebuah Renungan Rihlah

SAM_1616

Ketika aku melihat berbagai alam ciptaan-Mu,
Kusadari penglihatanku begitu terbatas
Penglihatanku ini terbatas, maka aku tak dapat melihat ujung timur dan barat-Mu secara bersamaan
Penglihatanku ini terbatas, maka aku tak dapat memandang jelas titik terjauh lautan-Mu
Penglihatanku ini terbatas, maka aku tak dapat menerka kedalaman laut-Mu dengan pasti
Penglihatanku ini terbatas, maka aku tak dapat melihat seluruh bintang yang terhampar di angkasa malam-Mu
Penglihatanku ini terbatas, maka aku tak dapat membayangkan apakah ada warna yang lebih cocok untuk langit dan lautan-Mu selain biru
Biru, biru dan biru
Indah, indah dan indah
Akhirnya aku pun mengerti, Tuhanku
Engkau ciptakan penglihatanku ini terbatas, untuk melihat keajaiban ciptaan-Mu yang tak terbatas
Kelak di kehidupan berikutnya,
Jika aku berjodoh dengan surga-Mu,
Penglihatanku ini akan sempurna
Tiada lagi batas dan keterbatasan
Sehingga aku dapat melihat wajah-Mu
Menuntaskan segala kerinduanku pada-Mu…

Sajak ini terangkai begitu saja dalam hati ketika dalam perjalanan pulang snorkeling dan melihat sunset. Allah Maha Besar! Bersyukur dengan semua keindahan ini…di kehidupan berikutnya, mudah-mudahan kita mendapat tempat yang jauuuuh lebih indah dan lebih baik dari dunia dan segala isinya. Disanalah kelak kita harus optimis kita akan berada. Di surga-Nya.

Advertisements

2 thoughts on “Sebuah Renungan Rihlah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s