Doakan Saya, Ya! :)

Image

Sumber gambar: http://umustlucky.blogspot.com/

Assalamualaikum!

Lama tak bersua dengan blog ini. Begitu banyak cerita terpendam yang ingin kutuangkan, namun cuma bisa mampir di otak, karena berbagai kesibukan di dunia offline begitu menyita waktu. Baiklah, aku mengawali pertemuan kita kembali dengan sebuah cerita manis yang kualami sendiri. Simak ya :)Suatu pagi, saat sedang sibuk berbenah kamar, sebuah SMS masuk ke handphone ku. Sebenarnya aku suka agak malas kalau sedang sibuk terus diganggu oleh apapun dari handphone, dan akibatnya sering aku mengabaikan SMS, WhatsApp, LINE, telpon, dll dan baru mengutak atik handphone saat aku sudah senggang (ini nih yang suka bikin sewot teman-temanku. hehehe). Tapi biasanya sih kalau ada pesan orderan jual kerudung langsung kubalas dengan cepat 😛

Oke, balik lagi ke cerita SMS masuk itu. <> Rupanya dari salah seorang Maba alias mahasiswa baru jurusanku angkatan 2013 yang bernama Wulan. Nah begini SMS nya:

Assalamualaikum kak sarah ini wulan jip 2013. Kakak masih ada modul MPKT A tak?

Oh nyari buku bekas…dasar maba. Hehehe. Kulihat meja belajarku. Perasaan sih masih ada tapi lho kok…dicari cari nggak ketemu ya?

Waalaikumsalam wulan, wah udah ga ada wulan…maaf ya 🙂

Gak lama masuk SMS balasan.

Iya gpp kak 🙂 Minta doanya ya kak. Hehehe

Waktu pertama kali baca SMS Wulan, aku sempat berpikir: wah, memangnya siapa diriku dimintai doa? Wulan pasti beranggapan aku ini muslimah yang alim banget karena waktu itu aku mengisi mentoring (semacam memberi tausiyah gitu) pas ospek fakultas. Aduh, jadi malu aku. Dimintai doa sederhana begitu, rasanya gimanaaa banget. Padahal aku ini masih jauh banget dari kata ‘alim’.

Kuucapkan sebuah doa. Ada deh. Rahasia, jangan kepo ya. Hehehe.

Aaamiiiiin ya Allah. Tengkyuuuuu ya kak, cukup doa dari kakak aja alhamdulillah buat wulan. hehe

Nah lho…makin malu aja deh rasanya diri ini. Ingin sekali kukatakan, “Aduh Wulan, aku gak sebaik yang kamu kira…siapalah aku ini hingga dimintakan doa?”

Di hari itu pula, aku sedang puasa syawal. Aku lupa bagaimana, pokoknya hari itu aku jadi berbuka puasa di Masjid UI, masjid kampusku. Aku berbuka sendirian di selasar, ditemani sebotol air dan piscok. Lalu salah seorang anak SALAM (SALAM itu rohisnya UI, kebetulan aku jadi pengurus juga disana), lewat melintasiku. Namanya Kak Risza. Kak Risza ini orangnya baik dan ramah pada siapa saja. Seperti biasa, kami bersalaman dan saling mengucap salam.

“Sarah lagi mau buka puasa, ya?” tanya Kak Risza.

“Iya Kak”

“Doakan saya ya”

“Eh?”

“Iya doain saya, ya”

Dan dengan polosnya aku berpikir, karena saat itu sedang ramai-ramainya berita Kontingen UI akan mewakili UI ke Mataram untuk Pimnas, kukira Kak Risza ikut jadi kontingen juga. Kak Risza kan pintar.

“Kakak mau ke pimnas, ya?”

“Oh enggak…saya nggak lolos kesana. Doain saya aja ya segala yang baik-baik”

Aku sempat terpana sebentar, lalu langsung berucap, “Aamin…”

Sepanjang sisa hari itu aku berpikir: kenapa ya orang-orang minta doaku? Rasanya aneh bagiku, sebab permintaan doanya tidak sedang dilatarbelakangi apa-apa, misalnya “Doain saya ya mau UTS” atau, “Doain saya ya biar nggak galau lagi”. Hehehe.Ilmuku masih sedikit, maka aku langsung searching di Google tentang maksud doa tsb. Dan kemudian aku menemukan hadits ini.

Rasulullah saw bersabda,” Doa orang yang sedang berpuasa itu tidak ditolak” (HR Ibnu majah)

Oooo begitu maksudnya. Pantesan…tapi, tahu darimana Wulan kalau aku sedang puasa?

Ah sudahlah, aku tak perlu mencari tahu. Lalu bibirku menyunggingkan seulas senyum. Ya Allah, betapa indah persaudaraan sesama muslim. Saling menyapa dan saling mendoakan. Setiap jabat tangan adalah gugurnya dosa, setiap senyum adalah pahala, setiap lisan adalah doa bagi saudaranya. Aku jadi teringat kata-kata dalam novel Life of Pi karangan Yann Martel. FYI, Yann Martel ini adalah seorang atheis, dan cerita Life of Pi itu ia tulis berdasarkan kisah nyata yang kata narasumbernya, kisah nyata itu akan membuatnya percaya pada Tuhan.

Dalam novel itu, Yann Martel menulis mengenai agama-agama yang dianut tokoh utama secara objektif, mungkin karena memang Martel ini atheis ya. Nah, ketika ia menulis tentang Islam, ia menulis begini “Jika kau mempelajari Islam secara lebih mendalam, sesungguhnya Islam itu agama yang mengajarkan rasa kebersamaan dan persaudaraan yang indah”.

Ini jelas pandangan yang agak berbeda tentang Islam dari orang Barat. Biasanya Islam itu selalu dikaitkan dengan teroris, militan, tertutup, diskriminasi, dsb. Sedangkan sisi baik Islam yang diangkat paling-paling cuma manfaat berbagai sunnah yang dibuktikan ilmu kesehatan, atau tingginya peradaban Islam dan perkembangan iptek nya di masa lampau. Jarang sekali ada yang mengatakan seperti Yann Martel katakan.

Kukira memang benar.

Tak ada persaudaraan yang lebih indah selain persaudaraan sesama muslim. Karena itu, sungguh amat disayangkan keadaam umat sekarang yang terpecah belah, yang saling curiga dan menyerang. Apalagi akhir-akhir ini aku begitu miris, sesama muslim saling bertengkar, berdebat sengit, tweet war mengenai penyelenggaraan Miss World di Indonesia. Meski aku dari awal memang tidak setuju dengan adanya Miss World, namun makin kesini rasanya aku bukannya lagi mempermasalahkan ada atau tidaknya ajang itu di Indonesia, tapi begitu prihatin: mengapa ajang seperti itu saja bisa sukses memecah belah kita, Saudaraku? Bukankah kita ini sesama muslim? Bukankah darah kita haram satu sama lain? Bukankah Rasulullah telah mengajarkan kita untuk meninggalkan perdebatan?

Maka, permintaan doa dari Wulan dan Kak Risza rasanya bagai oase di tengah tandusnya persaudaraan sesama muslim. Sungguh, dari hal-hal kecil seperti meminta doa saja itu rasanya sangat indah. Bahkan “Assalamualaikum” yang begitu jamak kita ucapkan adalah sebuah doa. Itulah Islam, itulah persaudaraan dalam agamaku. Berkali-kali mengajarkan kita sesama muslim untuk saling mendoakan agar semakin erat hubungan antara sesama kita dalam keridhaan Allah. Tentunya dengan doa baik-baik 🙂

Dari Ummu Darda’ dan Abu Darda’ Radhiyallahu ‘anhuma bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya (muslim lainnya) yang tidak berada di hadapannya akan dikabulkan oleh Allah. Di atas kepala orang muslim yang berdoa tersebut terdapat seorang malaikat yang ditugasi menjaganya. Setiap kali orang muslim itu mendoakan kebaikan bagi saudaranya, niscaya malaikat yang menjaganya berkata, “Amin (semoga Allah mengabulkan) dan bagimu hal yang serupa.” (HR. Muslim no. 2733, Abu Daud no. 1534, Ibnu Majah no.  2895 dan Ahmad no. 21708)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s