Musim Kawin

Image

Semester ini aku ambil mata kuliah pilihan Fisiologi Reproduksi. Mata kuliah ini memang jauuuuh banget dari disiplin ilmu yang kutekuni. Bahkan sudah nyebrang rumpun ke IPA, padahal aku ini anak IPS tulen. Alasan ambil matkul ini? Biar lebih siap nikah. Hahaha. Nggak juga deng, matkul ini kuambil karena kapasitasnya masih sedikit, artinya masih sedikit mahasiswa yang ambil matkul ini, sedangkan saat itu aku mencoba klik matkul-matkul pilihan lainnya kapasitasnya sudah penuh. Dengar-dengar nilainya juga enak. Dan ternyata….belajarnya itu enak banget.

Tadinya kupikir matkul Fisrep ini membahas tentang reproduksi manusia, eh gak taunya dosen nya Bu Luthfi sejak awal mengatakan matkul ini membahas reproduksi hewan. Semula sudah mau aku drop tuh dari IRS (Isian Rencana Studi), tapi begitu mengikuti kelasnya…asik banget. Dosennya enak banget ngejelasinnya karena beliau sering mengaitkannya dengan reproduksi manusia agar ‘lebih nyambung’. Banyak banget hal-hal tentang reproduksi yang tadinya aku nggak tahu, jadi tahu disini. Benar-benar matkul untuk masa depan banget nih…masa depan rumah tangga maksudnya. Hehehe.

Baiklah, disini aku akan menulis salah satu hal yang menarik tentang musim kawin pada hewan. Bu Luthfi bilang, “Memang ya, semua perempuan itu pada dasarnya matre. Baik manusia atau pun hewan dari ordo apapun”

Kenapa matre? Oh la la, ternyata hewan betina itu kalau mau kawin juga lihat-lihat dulu lho apa yang ada pada diri si jantan. Contohnya burung, burung betina itu sebelum mutusin ‘iya mau dikawinin’ lihat-lihat dulu burung jantan itu sarangnya bagus atau enggak, si jantan itu bisa ngumpulin makanan yang banyak atau engga, dll. Istilah kasarnya, cinta doang nggak cukup lah ya cyin untuk makan! Hahaha.

Bagaimana pada jantan? Nah, ini nih yang salut…jantan itu kalau mau mengawini betina juga lihat-lihat dulu apakah betina ini mampu berkembang biak, menghasilkan keturunan yang baik, dan bisa jadi ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak. Kalau memilih betina yang mampu menghasilkan keturunan sih gampang…karena hewan betina itu mudah dilihat kalau sedang subur atau enggak. Lalu dengan memilih ibu yang baik? Lagi-lagi pada burung jantan contohnya. Burung jantan cenderung memilih burung betina yang jelek, buruk rupa, yang bulu-bulunya kayak sampah sekalian daripada burung betina yang cantik dengan bulu-bulu halus. Kenapa? Ternyata karena jantan sudah berpikir, jika dia pilih burung betina yang cantik, lalu bertelur, maka semua akan jadi sulit dijaga. Burung betina yang cantik ketika sedang mengerami telur di sarang itu menarik predator untuk memangsanya. Dan dimangsanya itu plus telur-telurnya juga. Jadi, jantan menyimpulkan betina cantik itu kurang potensial untuk jadi ibu yang baik. Karena itulah sering burung jantan memilih betina yang buruk rupa karena ketika betina tsb mengerami telur, bulu-bulunya yang kayak sampah itu akan terkamuflase dengan sarang, jadi nggak menarik perhatian predator deh. Kata Bu Luthfi, “Tuh coba lihat betapa visionernya jantan…” 😀

Jadi ingat, Khalifah Umar bin Khattab RA pernah berkata, “Kewajiban seorang suami adalah memilihkan ibu yang baik bagi anak-anaknya”. Waaah pas banget ya. Beberapa contoh menarik lainnya di musim kawin hewan:

Kalau kelinci jantan dan betina habis kawin, kelinci jantan langsung tepar, jatuh lemas tak berdaya. Wew, kuat banget tuh betina ya.

Gorilla betina kalau sedang masa subur pantatnya memerah, lalu dia memamerkan pantatnya itu ke gorilla jantan seolah mengisyaratkan, “Kawinin gue dong. Lagi subur lho…elo mau punya keturunan nggak?!

Belalang itu kawinnya sadis. Selesai kawin, belalang betina langsung mencaplok, memakan kepala belalang jantan hingga belalang jantan mati. Alasannya kenapa? Ya nggak apa-apa, mau makan aja. Tapi anehnya, biarpun tau bakal mati abis kawin, belalang jantan tetap saja mau kawin! Itulah cinta…eh bukan deng, itulah naluri hewan untuk berkembang biak.

Katak jantan dan burung jantan itu menarik perhatian dan berusaha merayu betina dengan nyanyiannya. Yah, mirip-miriplah sama pemuda galau zaman sekarang. Hehehe

Untuk binatang yang tinggal di daerah empat musim, pasti kawin pada musim semi dan musim panas. Para hewan itu sudah antisipasi, kalau kawin musim gugur atau musim dingin sih gak bakal jadi anaknya. Yang ada malah kelaperan.

Dan beberapa contoh menarik lainnya.

Well, jika disimpulkan, hewan kawin itu tujuannya ya cuma satu: supaya dapat keturunan. Itu sudah jadi instingnya. Makanya mereka itu ketika masa subur langsung deh jadi musim kawin. Dan hewan lebih memilih kawin daripada nggak kawin karena meski pun ribet (nyari pasangan, balapan sama jantan lain di musim kawin, mesti menghidupi anak, dsb), anak yang dihasilkan dari cara kawin lebih bagus kualitasnya dan lebih survive daripada anak yang dihasilkan dari reproduksi vegetatif. Tuuuh, hewan aja milih kawin, masak kamu manusia belum kawin kawin? *penggalauan terselubung*

Kawinnya hewan dengan manusia jelas jauh berbeda. Begitu kompleks hal-hal yang melatarbelakangi manusia untuk kawin, namun Rasulullah sudah memberikan kita referensi yang cukup masuk akal nih. Rasulullah SAW bersabda bahwa “Wanita itu dinikahi karena empat hal: cantiknya, kekayaannya, keturunanannya, dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya”. Iya begitu juga untuk perempuan dalam memilih suami ya. Dan yang lebih merinding dengernya, dalam khutbah Haji Wada, Rasulullah berpesan pada para laki-laki, “Berhati-hatilah soal wanita. Karena kamu mengambilnya dengan nama Allah dan menggaulinya pula dengan nama Allah”

Reproduksi dalam Islam dipandang sebagai sesuatu hal yang mulia dan indah, jika dalam keadaan halal atas nama Allah. Jadi ya kita bisa menyimpulkan jika sampai ada yang sudah melakukan proses reproduksi sebelum halal, atau celakanya melakukan seks sesukanya tanpa alasan apa-apa (one night stand/ Fuck For Free), itu seperti…hewan. Untuk yang jenis terakhir, melakukan seks tanpa maksud apa-apa, cuma karena ‘sedang pengen’, ya jelas lebih rendah dari hewan. Hewan saja untuk masa depan… ya nggak?

Anyway, kembali ke musim kawin, memang benar kata Bu Luthfi, “Belajar Biologi begini tuh intinya jadi banyak-banyak bersyukur!”Subhanallah…Maha Besar Allah telah menciptakan mahluk dengan sebaik-baiknya, telah menyempurnakan laki-laki dan perempuan pada tempatnya.  Telah menciptakan cinta di antara laki-laki dan perempuan dalam keridhaan-Nya 🙂

ImageDi luar dingin Neng, sini Abang peluk {{}}Image

Jantan: Doakan Abang mau berangkat dulu Neng

Betina: Sini Bang, Neng kasih cipika cipiki dulu :*

Advertisements

3 thoughts on “Musim Kawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s