Yuk Kenalan dengan E-commerce!

images (33)

Di semester 5 ini aku mengambil mata kuliah lintas fakultas di fakultas yang bertetangga dengan fakultasku, yaitu di Fasilkom (Fakultas Ilmu Komputer). Kebetulan jurusan Sistem Informasi membuka matkul ini sengaja kuambil untuk mendukung kegiatan bisnisku saat ini, yaitu bisnis jualan beli kerudung dan busana muslim online. Tuh silahkan kamu lihat toko online nya di banner sidebar ini (promosi nih yee), mungkin ada produk yang kamu suka :D. Hehehe.

Nah, kali ini aku ingin sharing sedikit nih… apa saja sih yang sudah kupelajari di E-commerce? Saat aku mengetik post ini, aku sedang belajar untuk kuis e-commerce kemarin. Yah itung-itung sekalian menghapal materi ya nggak? Hehehe. Oh ya, post ini ditulis berdasarkan materi kuliah dari dosen matkul ini, Ibu Imairi Eitiveni (Fasilkom UI) dan juga berdasarkan buku pegangan untuk matkul ini Introduction to Ecommerce 3rd Edition oleh E. Turban dan D. King (Pearson Education, 2011). E-commerce atau perdagangan elektronis secara singkat pengertiannya adalah ‘the process of buying, selling, and exchanging products, services, or information via computer’. Proses pembelian, penjualan, dan penukaran barang, jasa atau informasi via komputer. Kamu pernah melakukan jual beli di FJB Kaskus? Atau toko bagus? Atau kamu termasuk penjual atau penggemar online shop dari Facebook, Twitter, Instagram, BBM, etc? Nah itu termasuk e-commerce! (Oooohhh….) Well, e-commerce ini sekarang makin lumrah aja dilakukan orang-orang. Banyak banget jual beli yang terjadi lewat internet. Kenapa sih kira-kira alasannya? Karena karakteristik informasi yang dimiliki dalam e-commerce! Apa aja tuh? Nih ada tiga karakteristik informasi:

a. Reach. Connect to million people. Jangkauannya luas banget, seluruh dunia!

b. Richness. Detailed product information, more interactivity and customization, personalized message to users, and limited by bandwidth. Informasi yang didapat dan dihasilkan lebih kaya, mendetail dan dapat dikostumisasi.

c. Affiliation. Partnerships are key in the networked economy. Ekonomi yang membentuk jaringan tentunya membutuhkan kerjasama, dan ini dapat dibangun jika adanya informasi.

By the way, sama nggak sih e-commerce sama e-business itu? Kok rada-rada mirip ya? E-business itu adalah broader term nya, istilah luasnya dari e-commerce. Jadi kegiatannya nggak sekedar jual beli atau tukar menukar barang, jasa dan informasi tetapi juga memberikan pelayanan untuk pelanggan (servicing customers), berkolaborasi dengan partner bisnis (collaborating business partners), hingga mengatur transaksi online dalam suatu organisasi (conducting online transaction within the organization).

Ada beberapa konsep utama dalam e-commerce. Pertama, terkait bentuk e-commerce yang dijalankan berdasarkan tingkat digitasi dalam hal produk, proses, dan delivery nya:

a. Pure e-commerce. Jika seluruhnya dijalankan dalam bentuk digital dari mulai proses transaksi, delivery hingga produk yang diperjualbelikan pun digital. Contoh: jual beli lagu di iTunes.

b. Partial e-commerce. Jika sebagian digital dan sebagian lain tidak secara digital. Misalnya jual beli di http://www.kuvisha.com (iklan lagi…hehe). Promosi, pemesanan, dan transaksinya secara online, namun produk yang diperjualbelikan (kerudung dan busana muslim) bukan bentuk digital dan delivery nya pun tidak secara digital.

c. Traditional commerce. Kalau ini sih semuanya masih belum digital ya. Seperti toko-toko biasa saja.

Kedua, terkait organisasi perusahaan yang menjalankan, yaitu:

a. Brick and mortar organization. Organisasi yang menjalankan traditional commerce.

b. Click and mortar organization. Organisasi yang menjalankan partial e-commerce.

c. Virtual/Pure Play organization. Organisasi yang menjalankan pure e-commerce.

Ketiga, terkait dengan market nya:

a. E-marketplace. Pasar online dimana penjual dan pembeli bertemu dan mengadakan transaksi. Contoh: e-bay, Toko Bagus, Berniaga.com, FJB Kaskus, amazon.com, dll.

b. Intranet. Jaringan internet dalam satu organisasi.

c. Extranet. Jaringan yang menghubungkan antar intranet.

Agar e-commerce dapat berhasil, terdapat aspek-aspek yang mendukungnya (A Framework for E-commerce), antara lain:

a. People. E-commerce gak akan berjalan tanpa orang-orang yang menjalankan di dalam nya. Termasuk disini adalah seller, buyer, kurir, administrator toko online, dsb.

b. Public Policy. Harus ada ketentuan yang mengatur pelaksanaa e-commerce, termasuk di dalamnya adalah kebijakan transaksi, security pembeli, dsb.

c. Marketing and Advertisement. Termasuk juga market research, web content, dll.

d. Support services. Termasuk layanan-layanan tambahan yang menambah kepuasan pembeli, dsb.

e. Business partnership. Tentunya suatu bisnis harus bisa menjalin kerjasama yang baik.

images (32)

Berdasarkan transaksinya, e-commerce diklasifikasikan menjadi beberapa jenis di bawah ini:

a. Business to Business (B2B), e-commerce antara perusahaan dengan perusahaan.

b. Business to Consumer (B2C), e-commerce antara perusahaan dengan pembeli individu.

c. E-tailing, konsepnya sama dengan B2C, namun barang dijual secara eceran.

d. Business to Business to Consumer (B2B2C), jadi misalnya sebuah perusahaan A melakukan e-commerce dengan perusahaan B untuk memenuhi keperluan pelanggan perusahaan A.

e. Consumer to Business (C2B), individu melakukan e-commerce dengan perusahaan.

f. Business to Employees (B2E), perusahaan melakukan e-commerce dengan pegawainya.

g. Collaborative Commerce

h. Intra business e-commerce

i. Consumer to Consumer (C2C), individu melakukan e-commerce dengan individu lainnya.

j. E-government, pemerintah melakukan e-commerce dengan warga negara/ rakyat.

k. E-learning, pembelajaran secara online dengan menerapkan konsep e-commerce.

Ssst…trus dari mana saja dong pendapatan yang mungkin didapat oleh perusahaan e-commerce? Nih jenis-jenis revenue models nya…

a. Sales, lewat penjualan biasa

b. Transaction Fees, perusahaan bertindak sebagai makelar.

c. Subscription Fees, lewat biaya berlangganan.

d. Advertising Fees, perusahaan bertindak sebagai pengiklan.

e. Affiliate Fees, kerjasama perusahaan.

Selain itu, penting juga nih untuk diperhatikan: business model.Artinya, metode bisnis apa yang hendak dijalankan perusahaan dalam melakukan e-commerce. Berikut ini business model yang sering dijalankan:

a. Online Direct Marketing

b. Electronic Tendering System. Jadi, pembeli mengundang penjual-penjual untuk menawarkan produk dan harga terbaiknya. Semacam open tender gitu lho.

c. Electronic Marketplace.

d. Click and Mortar Model.

e. Buid to Order Merchant Model. Jadi sistemnya adalah order dulu, baru barang diproduksi. Ya semacam pre order lah.

f. Service Provider Model.

g. Virtual Community Model. Perusahaan membangun komunitas pembeli terlebih dahulu. Seperti grup-grup online shop di BBM atau fan page online shop di Facebook gitu.

h. Infomediary Model. Perusahaan bertindak sebagai informan bisnis.

i. Viral Marketing

j. Social Network System (SNS) and Web 2.0 Tools

To be continued…

Nah, segitu dulu ya untuk post kali ini. Udah cukup kenal kan dengan e-commerce? Sebenarnya masih banyak lagi yang akan dikulik dari e-commerce ini, jadi post ini bersambung ya… Semoga bermanfaat 🙂

P.S. Aku adalah orang yang mendukung banget keterbukaan dan penyebaran informasi dan pengetahuan seluas-luasnya. Kalau kamu mau copy paste posting ini silahkan sok atuh, tetapi jangan lupa tetap cantumkan sumber blog ku ya. Terimakasih atas kerjasamanya :z

Advertisements

4 thoughts on “Yuk Kenalan dengan E-commerce!

  1. Pingback: Apa Itu E-marketplace? | Annisarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s