Dasar-dasar Teori dan Metodologi Penelitian Kebudayaan >.<

Huwooow minggu ini bakalan jadi minggu yang cukup berat di kampusku…minggunya UTS di seluruh penjuru! Well, exam fills the air…dimana-mana tercium aroma belajar untuk ujian. Kamukah salah satunya? 😀

Nah, besok pagi adalah jadwalku untuk mengikuti UTS Dasar-dasar Metodologi Penelitian dan Kebudayaan, matkul wajib FIB UI yang ada di semester 5. FYI, matkul ini adalah matkul yang membahas tentang cara penelitian, terutama penelitian bertemakan sosial budaya karena FIB adalah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Matkul ini termasuk matkul yang penting banget sebagai bekal penulisan skripsi kelak.

By the way, seperti biasa, aku belajar dengan cara membaca, lalu menghapal, lalu aku tuangkan dalam rangkuman. Biar gak bosen-bosen amat, sembari ngeblog deh…siapa tau bermanfaat untuk teman-teman lainnya. Yuk deh cus, silahkan baca 🙂

Penelitian

Penelitian adalah…

•Proses menjawab suatu masalah yang menjadi perhatian peneliti dengan menggunakan metodologi yang sesuai
•Upaya sistematis untuk menemukan jawaban atas masalah/pertanyaan mengenai suatu fakta/objek yang menjadi perhatian.

Tujuan dari penelitian yaitu:
•Menemukan solusi atas sebuah masalah
•Menjelaskan sebuah fenomena baru
•Menghasilkan pengetahuan baru
•Mensintesiskan hasil-hasil penelitian yang sudah ada
•Mengkaji ulang penelitian yang sudah ada
•Menguji sebuah teori
•Dsb.
Sedangkan penelitian ilmiah adalah penyelidikan yang sistematis, terkontrol, empiris dan kritis terhadap fenomena-fenomena alami dengan dipandu teori dan hipotesis-hipotesis tentang hubungan yang diduga terdapat di antara fenomena-fenomena tsb.

Perbedaan antara penelitian ilmiah dengan penelitian bukan ilmiah terletak pada teorinya.  Penelitian ilmiah selalu berlandaskan pada teori , sebaliknya, penelitian bukan ilmiah tidak memerlukan teori.

Oleh karena itu, kita perlu tahu nih syarat-syarat suatu penelitian dapat dikatakan ilmiah (Ciri-ciri Penelitian Ilmiah):

•Bertujuan menjawab masalah, kemudian hasilnya digunakan untuk…

a. untuk pengembangan ilmu, maka disebutpenelitian murni

b. untuk pengambilan keputusan, maka disebut penelitian terapan

•Sistematis

artinya, menggunakan kerangka berpikir yang terstruktur, hubungan antara bagiannya logis dan saling ketergantungan.

•Objektivitas

Analisis data harus objektif, berdasarkan fakta aktual, bukan emosional.

•Kritis

Hasil penelitian terbuka untuk dikritik, diuji ulang dan ditelaah, serta menggunakan parameter yang dapat diterima.

•Empiris

Berdasarkan fakta yang ada, berdasarkan realitas.

•Generabilitas

Hasil penelitian tsb sama jika diterapkan pada populasi yang lebih luas, dapat menyamakan dan menangkap konsep yang sama untuk lingkup yang lebih luas.

•Replikabilitas

Hasil penelitian dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya, terbuka untuk diteliti ulang oleh orang lain

•Rasional
Dapat diterima oleh akal sehat.
Lantas, apa aja kegiatan dalam penelitian ilmiah? Nah ini dia kegiatannya…
•Menentukan masalah penelitian yang bersumber dari suatu teori tertentu
•Membuat rancangan penelitian (penetapan kerangka teoritis dan metode yang digunakan)
•Mengumpulkan data
•Menganalisis data
•Menarik kesimpulan teoritis
Begitu kompleksnya suatu penelitian, membuat penelitian terbagi-bagi nih, Sob. Pertama, berdasarkan tujuannya, penelitian dibagi jadi dua, yaitu:
a. Penelitian dasar (basic research)
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk pengembangan ilmu. Penelitian ini sifatnya memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap suatu fenomena tanpa mempertimbangkan aspek penerapannya, jadi fokusnya ini mendukung teori yang sudah ada, Penelitian ini disebut juga pure research atau theoretical research.
Contoh: penelitian yang menunjukkan bahwa kualitas fisik buku dipengaruhi suhu penyimpanannya
b. Penelitian terapan (applied research)
Yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjadi dasar tindakan/pengambilan keputusan. Penelitian ini sifatnya memberikan pengetahuan praktis untuk langsung diterapkan dalam keidupan sehari-hari.
Contoh: (masih nyambung sama contoh sebelumnya) penelitian cara pengaturan suhu penyimpanan buku yang baik dan benar untuk menjaga kualitas fisik buku tsb.
Penelitian terapan ini dibagi lagi dalam 3 jenis, antara lain:
-Penelitian Evaluasi, digunakan untuk menilai, mengukur suatu program, kinerja atau kebijakan. Contoh: penelitian seberapa efektifkah OPAC membantu pengguna dalam menelusur informasi di perpustakaan.
-Penelitian Pengembangan, digunakan untuk pengembangan produk atau proses-proses efektif di masyarakat. Contoh: penelitian untuk mengembangkan sarana perpustakaan, tak hanya menyediakan ruang baca, tapi juga menyediakan ruang karaoke (gebleg si Sarah ini mah.hehe)
-Penelitian Tindakan, hasilnya digunakan sebagai solusi untuk pemecahan masalah. Contoh: penelitian untuk mencari solusi agar masalah hilangnya koleksi di perpustakaan dapat diatasi.
Nah itu baru berdasarkan tujuannya loh…sekarang yang kedua, jenis-jenis penelitianberdasarkan sifatnya, yaitu:
a. Penelitian Historis (historical research), yaitu penelitian yang merekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif untuk menegakkan fakta yang sedang diangkat. Contoh: sejarah perpustakaan Kekhalifahan Turki Ustmani yang gemilang membuat peradaban Turki menjadi salah satu peradaban yang tinggi di dunia.
b. Penelitian Deskriptif (dexcriptive research), yaitu penelitian yang menggambarkan fakta-fakta atau sifat-sifat populasi di daerah tertentu secara akurat, faktual dan sistematis. Contoh: penelitian sifat-sifat pengguna perpustakaan di daerah yang beriklim dingin
c. Penelitian Perkembangan (developmental research), yaitu penelitian yang menyelidiki pola perurutan pertumbuhan/perubahan suatu objek. Contoh: penelitian mode pada wanita berulang polanya tiap satu dekade.
d. Penelitian Kasus dan Lapangan (case study and field research), yaitu penelitian yang menyelidiki latar belakang dan interaksi suatu unit sosial secara langsung. Contoh: Penelitian interaksi antara pengguna perpustakaan dan pustakawan laboratorium perpus JIP UI  😛
e. Penelitian Korelasional (corelational research), yaitu penelitian yang mendeteksi sejauh mana variasi-variasi dari suatu faktor berhubungan dengan variasi-variasi dari faktor lainnya. Contoh: sejauh mana masalah pribadi mempengaruhi kinerja karyawan.
f. Penelitian Kausal Komparatif (causal comparative research), yaitu penelitian yang mencari hubungan sebab akibat melalui pengamatan, atau mencari kembali faktor-faktor yang mungkin menyebabkan sebuah fenomena. Contoh: penelitian menunjukkan disebabkan pustakawan jarang tersenyum, mengakibatkan pengguna enggan untuk berinteraksi lebih lama.
g. Penelitian Eksperimental Sungguhan (true-experimental research), sama seperti jenis penelitian sebelumnya, penelitian ini juga mencari hubungan sebab akibat namun dengan cara yang berbeda. Dalam penelitian ini, hubungan sebab akibat diselidiki lewat manipulasi terkontrol dimana salah satu objek dikondisikan tertentu, kemudian dibandingkan dengan obejk lain yang tidak dikondisikan apa-apa. Contoh: tanaman A diberi pupuk, tanaman B tidak diberi pupuk, kemudian tanaman A lebih subur, oh…jadi sebabnya tanaman A subur itu karena diberi pupuk.
h. Penelitian Eksperimental Semu (quasi-experimental research).  Penelitian yang bertujuan mencari informasi yang dapat jadi perkiraan untuk eksperimen sungguhan yang manipulasi objeknya sulit untuk dikontrol. Contoh: Diperkirakan dengan semakin maraknya e-book, buku kertas akan semakin tersingkir. Objeknya adalah pembaca, yang mana dari segi perilaku, selera, kecenderungannya sulit untuk dikontrol dalam suatu eksperimen. Tidak seperti tanaman dalam contoh sebelumnya. Hehehe.
i. Penelitian Tindakan (action research), bertujuan untuk mengembangkan keterampilan atau cara pendekatan baru dalam menyelesaikan masalah dengan penerapan langsung.
Metode dan Metodologi
Metode adalah…
•Prosedur untuk mencapai tujuan
•Prosedur/tahapan yang sistematis dan terorganisir untuk mencapai tujuan penelitian
•Cara yang teratur dengan baik, sistematis untuk memudahkan kegiatan penelitian guna mencapai tujuan penelitian berdasarkan teori yang dipakai
Di dalam metode terdapat istilah teknik, yaitu…
•Penjabaran dari metode à bagaimana menerapkan sebuah metode dalam kegiatan penelitian
•Mencakup saat menjaring data, mengumpulkan data, mengolah data, menganalisis data, dan menyajikan hasil analisis data
Contoh:  Metode kualitatif, maka teknik yang dilakukan dalam mengumpulkan data adalah dengan wawancara.
Nah itu baru metode, sekarang kita bahas tentang metodologi. Metodologi adalah…
•Ilmu yang digunakan untuk mendekati sesuatu atau seseorang yang sedang kita teliti untuk dibandingkan dengan teori
•Studi yang logis dan sistematis mengenai prinsip-prinsip dasar yang akan mengarahkan penelitian
•Mencakup: pemabahasan teoritis meteode-metode yang ada, kelebihan dan kekurangannya, serta pemilihan metode yang akan digunakan.
Trus, gimana sih kaitan antara metode, teknik dan metodologi? Biar gampang jelasinnya aku kasih contoh langsung aja ya…

Contoh kasus–> penelusuran di perpustakaanMetode: – manual (menggunakan katalog kartu)

-otomatis (menggunakan katalog online)

Teknik: -cara menelusur koleksi lewat katalog kartu

-cara menelusur koleksi lewat OPAC

Metodologi:

-pembahasan kedua metode, kelebihan dan kekurangannya

-pemilihan metode yang sesuai dengan perpustakaan dan penggunanya

Secara garis besar, metode ada dua jenis, yaitu:
1. Metode Kualitatif, gampangnya metode ini ciri-cirinya:
•Memusatkan perhatian pada gambaran mengenai suatu hal berdasarkan pandangan manusia yang diteliti
•Tidak dapat diukur dengan angka
•Data yang dihasilkan mengandung makna
•Bersifat induktif
2. Metode Kuantitatif, dengan ciri-ciri:
•Memusatkan perhatian pada objek yang secara nyata
•Dapat diukur dengan angka
•Data yang dihasilkan mengandung variabel-variabel
•Bersifat deduktif
Macam-macam pendekatan dalam metodologi penelitian, antara lain:
•Pendekatan jauh. Contoh: menggunakan kuesioner
•Pendekatan setengah jauh. Contoh: menanyakan lewat kertas dalam lingkup levih sedikit, lalu dikumpulkan
•Pendekatan setengah dekat. Contoh: wawancara
•Pendekatan dekat. Contoh: interaksi langsung, hidup bersama dengan objek penelitian

Selain itu, ada juga yang disebut instrumen, yaitualat yang digunakan dalam metodologi. Contoh: daftar pertanyaan, angket, dsb.

Well, sebenarnya tidak ada metodologi yang terbaik, hal itu kembali disesuaikan pada objek dan tujuan penelitian ya Sob.

Penelitian Kebudayaan

Sebelum kita tahu kayak gimana penelitian kebudayaan, kita kudu tahu dulu…

Teori Kebudayaan, yaitu salah satu bidang yang bertujuan memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip konseptual yang melandasi disiplin-disiplin ilmiah yang dicakupi budaya.

Kebudayaan, yaitu keseluruhan gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri dengan belajar.

So, bisa disimpulkan…

Pusat perhatian Ilmu Pengetahuan Budaya adalah pada manusia. Artinya, memandang manusia sebagai mahluk budaya, bukan mahluk biologis. Sehingga, fokus utama penelitian kebudayaan adalah pada manusia nya, mencakup:

-apa yang terdapat dalam diri manusia sebagai mahluk individu dan mahluk sosial

-apa saja dalam diri manusia dan hal-hal terkait dirinya dari luar yang mendorongnya dalam berperilaku/bertindak.

Kerangka Teoritis

Secara garis besar kerangka teoritis adalah…
•Kumpulan teori dan model literatur yang menjelaskan hubungan dalam masalah tertentu.
•Seperangkat teori yang menjadi alur berpikir untuk mencapai tujuan penelitian
•Menjelaskan bagaimana teorisasi hubungan faktor-faktor yang dianggap penting dalam suatu masalah
•Biasanya disajikan secara ringkas, tidak mendetail
•Hubungan antara konsepnya setara
Lalu, apa saja fungsi kerangka teoritis?
•Mendefinisikan/menguraikan masalah-masalah dan variabel-variabel yang terdapat dalam objek penelitian
•Membatasi penyelidikan
•Memberikan dasar teoritis dalam mengajukan masalah penelitian
•Menjadi panduan untuk membentuka tahapan berpikir
Kerangka konseptual
nah lho…kalau kerangka konseptual apa lagi tuh?
•Peta yang menghubungkan konsep-konsep serta menunjukkan dimana, kapan dan bagaimana konsep-konsep tersebut saling terkait
•Struktur alur pikir yang logis menjelaskan pentahapan teoretis dan metodologis suatu penelitian
•Jadi, tak hanya sekedar teori, kerangka konseptual juga memaparkan metode yang dipakai dalam penelitian.
•Hubungan antara konsep-konsepnya bertahap/sistematis

Sebenarnya fungsi kerangka konseptual dengan kerangka teoritis istilah fung ini rada-rada mirip, bedanya pada kerangka konseptual juga menjelaskan metodologi apa yang digunakan. Fungsi-fungsi kerangka konseptual:

•Memberikan gambaran yang jelas mengenai tahapan penelitian yang dilakukan
•Memberikan petunjuk mengenai teori dan metode yang digunakan dalam penelitian
•Memberikan petunjuk tentang pokok-pokok analisis yang perlu dilakukan hingga mencapai tujuan penelitian
•Membatasi agar tahapan penelitian tidak menyimpang dari tujuan penelitian
•Menghindari tahapan penelitian yang tidak diperlukan
Fungsi-fungsi dalam Penelitian
Selain itu ada juga nih Sob fungsi-fungsi dalam penelitian. Mungkin istilah-istilah fungsi ini sudah akrab juga di telinga kamu. Berikut ini aku uraikan lebih pengertiannya ya..
Konsep
Apa itu konsep? Konsep adalah…

•Abstraksi dari fenomena sosial yang ditarik dengan cara generalisasi terhadap karakterisitik peristiwa/fenomena sosial tertentu.
•Sejumlah pengertian atau ciri-ciri terkait berbagai objek, perisitiwa, kondisi, dsb.
•Definisi singkat mengenai fakta-fakta dan gejala yang menjadi pokok perhatian peneliti
Asumsi
Kebenaran ilmiah yang sudah tak perlu dibuktikan lagi
Hipotesis
•Dugaan ilmiah yang perlu dibuktikan
•Dugaan sementara mengenai gejala, perilaku dan keadaan sebagaimana yang diungkapkan dalam rumusan masalah
•Pernyataan adanya hubungan antara variabel-variabel yang digunakan.
•Sifatnya sementara, dapat berubah jika ada kebenaran baru di kemudian hari.
Fungsi dari hipotesis sendiri antara lain…
•Menegaskan tujuan penelitian
•Membantu menetukan arah penelitian
•Membatasi penelitian agar tidak menyimpang jauh dari tujuan penelitian
Teori
Seperangkat pengetahuan (asumsi, hipotesis, hukum, proposisi) yang telah teruji kebenarannya dan memberikan pemahaman secara sistematis terhadap suatu fakta. Fungsinya antara lain:
•Menjelaskan
•Menata
•Memberikan fokus
•Mengamati
•Mengendalikan
Proposisi
Proposisi ya…bukan preposisi. Hehehe. Proposisi ialah…
•Pernyataan hubungan antar konsep
•Hubungan antar konsep dalam suatu teori
•Secara formal dirumuskan dalam bentuk implikasi:  Jika….maka….
Nah, itulah seluruh materi mata kuliah ini sampai UTS. Semoga bermanfaat 🙂
Advertisements

10 thoughts on “Dasar-dasar Teori dan Metodologi Penelitian Kebudayaan >.<

  1. hehe.. saya dulu penelitian cuma skripsi doang
    waktu S2 baru deh sering, tapi bedanya penelitian IT harus selalu ada ‘alat penguji’
    untuk membuktikan teori kita betul, nah itu repot nya.. gak bisa cepet
    gak bisa penilaian kuantitatif dari responding gitu

    • halo lindashafira , kebetulan semuanya bahan dari dosen berupa fotokopian gitu, nggak ada buku khusus hehehe. untuk ilmu perpustakaan aku recommend Metodologi Penelitian Ilmu Perpustakaan karangan Pak Sulistyo Basuki. selamat belajar 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s