E-Learning

kartun-jilbab-laptop-notebook-tablet-appel-acer-toshiba-sony-avio-walkman-kopi-smart-it-gambar-programmer-belajar-cerdas-sekolah-cartoon-muslimah-hijab

Pastinya kamu udah nggak asing lagi dong ya dengan istilah e-learning. Sebenarnya e-learning tuh apa sih? Kursus online? Oke, lewat posting ini aku akan sedikit menjelaskan tentangn e-learning. Semoga bermanfaat, ya 🙂

Definisi e-learning secara sederhana adalah online information delivery for purpose of education, training and knowledge management. Gampangnya sih, e-learning adalah akses informasi secara online untuk tujuan pendidikan, pelatihan, dan pengetahuan.

E-learning ini pesat banget perkembangannya sampai sekarang. Memangnya kenapa sih orang-orang banyak yang tertarik dengan e-learning ini?

Tentunya pertama karena lebih hemat waktu, biaya, dan tenaga. Dengan adanya e-learning, hambatan kayak perbedaan time zone dan hambatan geografis antar wilayah bahkan negara bisa diatasi. So, jangkauannya luas banget kan. Bagi orang-orang bekerja yang gak punya banyak waktu untuk belajar, e-learning bisa jadi solusi tepat. Begitu juga untuk lansia yang masih ingin belajar gak perlu repot atau malu menghadiri kelas. Pas banget untuk sarana life long education.


Ada dua cara belajar dalam e-learning, yaitu:

a.Distance Learning,  pembelajaran jarak jauh yang sifatnya pelengkap dari pembelajaran offline. Misalnya nih, di UI itu selain kelas, kita juga bisa gunain fasilitas Scele UI (Student Center Learning Environment). Semacam network dimana kita bisa diskusi, upload tugas, lihat jadwal, dsb. Dulu pas semester empat aku ambil matkul Manajemen Perpustakaan Digital. Nah dosennya itu sibuk banget, jadi kalau tiap kelas pengganti diadakan di Edmodo (search deh), sebuah situs semacam SNS tetapi khusus untuk kelas online, langsung bisa diakses juga nilainya dari sana.

b. Virtual University, kalau jenis ini pure belajarnya secara online. Misalnya nih, di Universitas Terbuka yang rata-rata mahasiswanya adalah orang sudah bekerja menggunakan sistem ini. Dosenku juga ada yang ambil S3 di salah satu universitas ternama di Indonesia pakai model seperti ini dan kata beliau sih, justru jauh lebih muahaaal.

(Sumber: Turban, E. and King, D. Introduction to E-Commerce. 3rd ed. 2011, Pearson Education.)

Nah, itu secara teori…gimana dengan praktek e-learning sendiri dalam kehidupan masyarakat sehari-hari? Ternyata, kita sering banget lho melakukan e-learning. Contohnya, ketika kita ingin tahu cara membuat sesuatu, kita langsung deh searching tutorialnya di Google. Secara nggak langsung, menurutku, itu sudah termasuk e-learning juga lho. Atau ketika kita kesulitan mencari bahan untuk tugas kuliah di perpustakaan, kita pun mengandalkan mesin pencari…nah itu termasuk e-learning juga. Akrab banget kan dengan kehidupan kita sehari-hari?

E-Learning dan Muslimah

Trus, gimana hubungan antara e-learning dan muslimah? Wah, sudah banyak sebenarnya muslimah yang memanfaatkan e-learning. Tapi jangan sampai cuma sekedar searching tutorial hijab saja ya X)

Untuk memanfaatkan e-learning, muslimah harus tahu dulu: apa sih yang ingin ia pelajari. Setelah itu, barulah dapat ditentukan apa  jenis akses informasi yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Misalnya, seorang muslimah ingin banget bisa berbahasa asing selain Bahasa Inggris. Sayangnya, dia nggak punya cukup waktu atau biaya untuk ambil kursus bahasa asing. Nah, keterbatasan itu bisa diatasi dengan e-learning. Muslimah tersebut bisa mengakses website kursus online bahasa asing, kamus online, atau pun video percakapan bahasa asing di internet. Mudah bukan? Apalagi bagi muslimah yang sudah berkeluarga, sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan punya anak kecil. Otomatis, frekuensi kegiatan di luar rumah jauh berkurang. Belum lagi kerepotan mengurus si kecil. Namun, bukan berarti aktivitas belajar dan mengembangkan diri jadi terhambat. Say thanks to Internet! Kini si ibu pun bisa dengan mudah belajar berbagai hal dari rumah. Dari mulai belajar masak, agama, akademik sampai musik pun semua ada.

Selain lewat website, muslimah juga bisa bergabung dengan milis-milis (mailing list) atau grup di jejaring sosial. Misalnya nih, kita suka banget menulis cerpen atau novel, bisa banget tuh gabung milis-milis kepenulisan kreatif. Udah banyak banget kok.Dalam milis itu, orang orang berkomunikasi satu sama lain lewat email untuk sharing pengetahuan menulis dan mengembangkan diri jadi penulis sukses. Jadi, e-learning gak cuma mendukung dalam pendidikan, tapi juga mendukung bakat dan hobi lho.

Yuk, sebagai muslimah yang cerdas dan melek teknologi, kita manfaatkan e-learning ini untuk semakin mengembangkan diri kita 😀

Advertisements

One thought on “E-Learning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s