Marathon (Part 1)

Marathon punya sejarah yang unik yang diambil dari kisah seorang prajurit Yunani dahulu kala bernama Pheidippiddes. Suatu ketika, terjadi perang antara Athena dan Persia di suatu lembah bernama Marathon. Dibandingkan Persia, Athena kalah jauh dari segi kekuatan. Maka ketika tanpa dinyana Athena menang, Pheidippiddes salah satu prajurit yang tersisa lari dari lembah Marathon ke raja Yunani kala itu untuk mengabarkan kemenangan pasukan mereka. Pheidippiddes yang sudah kepayahan karena tenaganya habis saat bertempur terus berlari dan berlari tanpa memedulikan keadaan dirinya. Sampailah akhirnya ia berada tepat di depan raja dan menuntaskan pengadiannya, Pheidippiddes berkata, “Bergembiralah, kita menang”. Kemudian ia meninggal dunia setelah mengucapkan berita itu.

Tetapi tulisan ini sama sekali bukan tentang marathon (hayooo kecele ya? Hehehe)

Tulisan ini justru tentang kesibukanku akhir-akhir ini yang seolah hampir tak ada jeda, mirip marathon di atas. Tanpa jeda dan jujur, sambil terkadang kepayahan. Dari mulai proposal skripsi, UAS sampai PKL.

Kira-kira sebulan menjelang minggu UAS, aku dan teman-teman seangkatanku dipusingkan dengan tugas akhir pembuatan proposal skripsi. Tentu saja yang paling bikin pusing adalah memilih topiknya. Meski proposal skripsi ini bukanlah proposal final yang beneran fix banget untuk skripsi, tapi teteuuup saja…bikin puyeng. Bagi sebagian teman-temanku, membuat proposal skripsi bukanlah tugas yang harus dikerjakan dengan serius-serius amat, karena masih bisa diperbaiki lagi di semester tujuh. Namun bagiku yang sudah niat lulus 3,5 tahun, proposal skripsi ini termasuk ‘sakral’ bagiku. Semuanya harus bisa fixed dari sekarang. Yaiyalah…mau kapan lagi? Selama liburan aku akan Praktek Kerja Lapangan alias PKL, belum cari data, belum fiksasi dosbing, belum pengerjaannya, dan bla, bla, bla lainnya.

Dalam hitungan minggu, aku pun berkeliaran keluar masuk perpustakaan dan tenggelam dalam lautan Google Scholar, JSTOR, ProQuest, dan entah jurnal ilmiah apa lagi yang kukunjungi serta tak lupa bolak-balik ruang dosen untuk berkonsultasi masalah topik. Pemilihan topik pun benar-benar diwarnai kegalauan. Dari mulai yang canggih-canggih macam sentiment lexicon di media sosial untuk pengukuran kepuasan pengguna perpustakaan, kajian bibliometrik journal impact factor terhadap jurnal ilmiah, sampai yang paling nyeleneh ini: pencarian informasi dewasa muda dalam buku bertemakan pernikahan. Untuk tema yang terakhir ini, dosenku  langsung ketawa dan ngegodain, “Hayooo mau 3,5 supaya cepet nikah ya…kayaknya abis ini bakal ada yang ngasih saya undangan nih”. Celakanya, dosenku tsb malah menyodorkan calon, kenalan beliau yang sedang cari istri juga. Alamaaak, aku mengajukan topik, malah dosen mengajukan calon. Hahaha.

Akhirnya, topik itu nggak jadi kupakai. Alasannya, sudah terlalu banyak skripsi anak JIP topiknya pencarian informasi. Hanya objeknya saja yang rada unik. Aku jadi ragu, apalagi ini penelitian kualitatif, bukan kuantitatif seperti yang sebenarnya jadi keinginanku. Bukannya sombong atau apa, aku memang orangnya pengennya beda dari yang lain. Dan aku merasa masih buanyaaaak hal yang bisa digali sebenarnya dari Ilmu Perpustakaan, sehingga aku nggak mau berkutat di penelitian yang orang-orang toh sudah banyak yang mengembangkan. Sampai suatu ketika aku mendapat inspirasi saat baca-baca tulisannya Pak Putu Laxman Pendit (kalau anak JIP pasti tahu dong ya beliau siapa), di sini. Bagi kalian anak JIP yang sedang galau topik skripsi, coba deh baca tulisan itu. Langsung skip aja ke bagian teori-teori yang pernah dikembangkan di Ilmu Perpustakaan. Coba pilih dan cari tahu lebih lengkap salah satu topik yang menarik. Siapa tahu ada yang nyantol.

At least, aku menemukan sebuah topik baru yang akhirnya kuperjuangkan saat ini. Tentang apa topiknya? Masih rahasia, ya. Alasannya sih masih rentan terjadi plagiarisme, karena ini masih berupa konsep, yang siapa tahu bisa dicontek orang yang kesasar ke blog ini. Deuuu, geer banget ya. Hehehe. Tapi nanti kalau sudah dapat penulisannya, bakalan aku kasih tahu kok (dan bakalan bebas diunduh juga di katalog online Perpus UI :P). Mudah-mudahan topik ini lancar jaya ya dan ditangani oleh dosen yang tepat dan enak (makanan kali ah). FYI, di jurusanku itu pemilihan dosbing berdasarkan topiknya, dan itu ditentuin oleh prodi, bukan oleh mahasiswa.

Ngomong-ngomong, aku sebenarnya sudah nyebar kuesioner online untuk yang topik pencarian informasi bertemakan pernikahan di kalangan mahasiswa dewasa muda (21-23 tahun). Lumayan banyak yang partisipasi. Sebenarnya menyebar kuesioner itu untuk signifikansi yang meyakinkan dosen aja sih untuk menerima hipotesisku bahwa buku bertemakan pernikahan itu laku keras di kalangan mahasiswa (dan tenyata emang bener, lho!). Tapi meski nggak jadi dipakai buat skripsi, data itu kemudian aku pakai untuk UAS take home matkul Informasi dalam Konteks Sosial Budaya. Kapan-kapan aku share di sini ya artikel dan hasilnya. Hehehe

Yak sekian, selamat menentukan topik deh bagi mahasiswa semester lanjut. Ingat, ini topik skripsi, bukan calon pasangan. Bagaimana kita serius memilih topik skripsi mencerminkan bagaimana kita serius memilih pasangan hidup. Jangan cuma karena merasa tertarik, tapi perhatikan proses, landasan teori, keberlanjutan pengerjaan, dan kebermanfaatannya di masa depan. Persis kayak jodoh. Ini kataku. Seratus persen asal ngomong 😀

To be continued…

 

Advertisements

2 thoughts on “Marathon (Part 1)

  1. Hhaha…kirain beneran ngomongin soal marathon.
    Untung saya gak ketipu :p
    Ngomongin soal skripsi, jadi ingat jaman kuliah dulu.
    Selesain skripsi hanya bermodal 2 minggu doang.
    Dalam sehari bolak balik ke dosen dan lab.
    Syukur deh lulus dan hasilnya maksimal :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s