Ketika Waktu Membuat Jeda

Time is killing us.

Tiba-tiba saja kata-kata itu muncul dalam otakku ketika mendapati kabar dari grup WhatsApp bahwa untuk kesekian kalinya, acara kumpul bareng sahabat-sahabatku dibatalkan lagi.

Pasti kita pernah ngalamin hal-hal kayak begini di grup WhatsApp atau LINE: ada yang mencetuskan cara kumpul-kumpul, saling bilang kangen, tapi nggak ada yang mau nentuin kapan dan dimana untuk kumpul, pinginnya ngikut aja, giliran ditentuin langsung mengeluarkan sejuta excuse  nggak bisa hadir, minta ganti tanggal, eh bentrok semua, atau ketika ada satu orang membatalkan pas hari H lalu semuanya ikut membatalkan dan bisa ditebak lah endingnya…akhirnya acara ngumpul cuma jadi wacana. Pernah kayak gitu? Pasti pernah kaaan :’)

tumblr_lf3fygu1yt1qgodmlo1_500

Gambar ini seperti kita di grup WhatsApp. Hanya sekadar menyapa, tapi enggan menyingkap ‘payung’ kita masing-masing untuk bertemu.

Yeah, time is killing us. Masalah perbedaan waktu yang lama-lama akan membuat jeda di antara kita semua. Padahal, waktu kita sama-sama 24 jam, sama-sama masih di zona waktu yang sama di WIB….tapi somehow, waktu kita nggak pernah cocok.

 

Padahal sepertinya sudah dari sejak aku masuk kerja sejak 3 bulan lalu, di grup sahabat-sahabat terdekatku yang isinya hanya 4 orang, kita merancang acara nginep-nginepan (seperti yang dulu kita sering lakukan semasa masih kuliah bareng) sambil makan-makan untuk traktiran aku gajian. Sebelumnya, sebuah acara kumpul-kumpul di grup organisasi yang pernah kuikuti pun gatot karena satu orang yang jadi tokoh utama farewell justru tidak bisa hadir. Di grup lainnya, rencana makan-makan di akhir pekan setelah gajian selalu jadi wacana dari minggu ke minggu (padahal isi grup nya cuma 6 orang lho), juga acara traktiran yang nggak pernah terwujud di grup sebuah departemen organisasi yang tiap kali diajak jawabnya selalu ‘hayuk, mau!’ dan ‘hayuk kapan’ setelah dijawab seterusnya malah nggak ada respon. Ada pula grupkepanitiaan yang selalu mendengungkan reuni di villa seperti acara farewell yang pernah kami adakan dulu tapi tidak pernah ada kata sepakat soal tanggal dan tempat. Iya, isi grup-grup WhatsApp-ku seperti ini. And I’m bored with these all bulshits…

Honestly, sekarang-sekarang ini aku kangen banget untuk bisa kumpul-kumpul bareng teman-teman. Entah itu sahabat terdekat, teman-teman organisasi, teman kampus, teman SMA…tetapi lagi-lagi, waktu membuat jeda. Terkadang waktuku yang nggak bisa, terkadang waktu mereka yang nggak cocok. Dan rasa kangen itu pun jadi basi. Basi, karena pada akhirnya nggak ada yang berusaha untuk mengobati rasa kangen ngumpul. Hanya bisa bilang kangen yuk kapan kumpul lagi. Thats it. Kita nggak lagi punya usaha untuk bertemu, meski harus ngaret-ngaretan, harus bohong bilang sedang OTW, tapi akhirnya ketemu juga dan seru-seruan bareng. Acara bertemu nggak lagi sesederhana di waktu dulu selesai kelas salah seorang dari kita bilang “Eh, jalan yuk!”. Maka tanpa tujuan jelas, tanpa duit yang jelas, tahu-tahu kita sudah asyik ketawa-ketiwi hangout. Itu nggak ada lagi. Time is killing us….waktu dan kesibukan masing-masing membunuh ‘kita’. Waktu membuat jeda sehingga acara bertemu teman-teman sebaya layaknya membuat janji dengan CEO perusahaan dengan 1291 karyawan. Membuat kata-kata ‘keep contact ya‘ hanya sekedar basa-basi, sebuah janji yang kita tahu pasti nggak akan kita tepati.

Nggak, aku nggak sedang mengeluhkan teman-teman yang hobi membatalkan acara janjian karena kadang aku pun punya kesibukan sendiri yang mengharuskanku dengan berat hati menolak acara ketemuan. Aku hanya sedang mengeluhkan keadaan di tengah rasa kangen yang menggumpal pada acara kumpul-kumpul teman.

Semakin usia, koneksi kita semakin luas, tapi persahabatan kita semakin sempit. Aku nggak tahu deh gimana jadinya kalau kita punya pasangan yang nggak bisa dijadikan sahabat sedangkan sahabat-sahabat kita sendiri sudah nggak benar-benar dekat lagi dekat dengan kita. Ketika aku masuk dunia kerja, aku menemukan nggak segampang itu bisa mempunyai sahabat. Mungkin karena aku juga baru bekerja, teman di kantor tidak lebih dari sekedar teman ngobrol saat lagi jenuh bekerja, teman ledek-ledekan,  teman makan siang, dan teman hangout wisata kuliner di Jumat malam. Ada batas-batas profesionalisme yang perlu dijaga karena masing-masing orang punya kepentingan tersendiri. Misalnya, karena seseorang itu teman dekatmu di kantor, kamu nggak bisa mempercayai dia gitu aja untuk kamu ceritakan semua keluhanmu tentang pekerjaan atau tentang bos-mu yang menyebalkan atau meminta tolong ia membantu pekerjaan yang belum diselesaikan. Nggak semudah itu. Dan itulah sebabnya aku kangen pada teman-teman di masa lalu, yang unfortunately, rasa kangen itu mentok pada chat ‘kangen nih sama kalian. yuk kumpul’ tapi nggak ada kelanjutannya.

Sampai akhirnya aku mengakhiri tulisan ini, aku bertanya-tanya sendiri pada diriku: masih bisakah aku berharap pada kata-kata “yaudah minggu depan aja ya kita ketemuan” ?

Advertisements

One thought on “Ketika Waktu Membuat Jeda

  1. I often feel the same feeling Sar..
    Ketika semua hanya sekadar #wacana

    Aku pun ngga memungkiri, bahwa ketika sudah berkeluarga begini, lebih banyak lagi lho list orang2 yg harus kita silaturrahim-i: terutama bgt keluarga dekat, om tante kakek nenek, dst. Agenda lain? Liqo, ngisi liqo, dsb. Semua punya haknya masing2 yg harus kita penuhi.

    Trus aku mikir, ada ngga ya format kumpul2 yg ngga rentan batal?
    Hei, kenapa ngga coba main langsung ke rumah temen kita di waktu yg kira2 dia ada di rumah? Ya walopun ngga bisa ketemu sama yg lain, setidaknya kangen kita ke 1 orang ini terobati.

    Well, itulah yg sedang ada di pikiran emak2 yang satu ini 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s