Taaruf? Oh Gosh…

tumblr_lfb7plveHt1qb37kyo1_500

Duh duh duh duh duh

*ceritanya lagi gelisah, jalan mondar mandir nggak keruan

Aneh ya baca judulnya? Sebenernya aku nggak tahu nih harus nulis judul apa. Mau nulis judul ‘Suka Duka Taaruf’ rasanya belum pantes, sok kayak udah pengalaman bgt makan asam garam pertaarufan wkwk…lha wong aku aja proses taaruf belum pernah. Mau nulis judul ‘Taaruf yang Mendebarkan’ kesannya kayak judul serial petualangan Tin Tin di negeri antah berantah. Mau nulis judul ‘Taaruf Tak Sampai’ kesannya kayak judul episode FTV remaja. Jadilah judulnya ya di atas tadi….kayak meaningless gitu ya artinya. Hehehe.

Nah sebenernya begini ceritanya.

Suatu ketika nggak sengaja aku membaca posting salah seorang temanku yang setahun lebih tua di atasku, Kak Hana namanya, kebetulan pernah satu organisasi dulu waktu kuliah tapi kita beda fakultas.  Ini posting di blognya. Singkatnya, isinya tentang pengalaman Kak Hana dalam taaruf, lebih tepatnya kegagalan taaruf…JEGEERRRRRR *kayak suara guntur yang muncul di sinetron jadul tahun 90-an

Jujur aja begitu baca posting itu seketika aku langsung parno. Ya gimana nggak parno…baru beberapa hari yang lalu akhirnya aku memantapkan diri untuk deposit CV taarufku ke murrabiyahku Kak Misriyati hehe *malu malu muka merah

Aku sebenernya udah tahu, taaruf itu nggak instan prosesnya. Kak Mis juga sudah bilang, taaruf itu ada yang sekali langsung klik ketemuan deal, ada juga yang beberapa kali ngga cocok baru setelah ketemu yang cocok akhirnya bisa klik ketemuan deal (macam belanja online aja ya hehe). Tapiiiii oh my…aku kaget baca di posting Kak Hana itu ada orang yang taarufnya beberapa kali ditolak, bahkan 17x hingga 23x ditolak…dan itu di sisi ceweknya lho! Imagine, its a girl gitu lho…yang notabene perasaannya lebih sensitif dan baper…hehe. Walau akhirnya mereka bisa menikah juga…tapi aku nggak bisa kebayang gimana rasanya mengalami penolakan berkali-kali kayak gitu. Gimana kalau aku yang ngerasain penolakan berkali-kali? Wah bisa bisa stress deh dan aku ngerinya..ujung-ujungnya putus asa dan nggak mau lagi lewat cara taaruf. Belum lagi gimana dengan tanggapan orang tua? Gimana kalau aku jadi bahan omongan di antara para lelaki di luar sana? Dan what if what if what if lainnya yang bermunculan dan bikin aku merinding disko.

Asli, postingan itu pertama bikin hatiku kebat-kebit. Yaiyalah…sekali dua kali ditolak aja rasanya udah sedih deh aku..apalagi aku orangnya sensitif. Pengennya sih aku yang nolak-nolakin karena ga sesuai kriteria. Nama kandidat yang nggak sesuai dicoret-coret gitu macam orang HRD lagi ngerekrut karyawan. Hehehe canda ya. Makanya nih, aku butuh nyiapin mental banget sekarang supaya nggak down kalau-kalau, the worst case, aku ditolak. Huhuhu.

Yang kedua, bikin aku GEMES ! <–bold, italic, underlined

Yaiyalah, jadi gemes…what the hell with you all guys?! Bisa-bisanya ngebiarin seorang cewek sampe ditolak 23 kali! *geram ceritanya. Memangnya kalian semua mau calon bini macem apa sih? Padahal gelisah pengen punya istri, eh syukur ada wanita baik-baik yang mau, eh malah pada nggak mau (ini aku sok tahu banget ya hehe). Situ OKE?! Coba nih, ada yang nolak Kak Hana dengan alasan ‘ragu’. Aneh. Kalau ragu, kenapa dari awal ikutan taaruf? Kasih alasan yang jelas dong, misalnya ‘karena karakter Anda yang begini-begini kurang berkenan di hati saya. Saya lebih menyukai wanita yang begitu begitu. Kan lebih make a sense giduuu.

Duh duh duh duh duh

*mondar mandir lagi gelisah tiada akhir

Tapiiii….tapi….

Waktu aku cerita ke mamaku tentang cerita yang bikin galau di atas…aku ungkapkan kekhawatiranku dengan langkah taaruf yang baru saja kuambil. Mamaku lalu cerita tentang kisah di salah satu episode reality show di Tr*ns TV yang tentang menjemput impian gitu deh (lho ini mah nama reality show nya ya hehe). Seorang lelaki yang tubuhnya (maaf) lumpuh seluruhnya hanya bisa menggerakkan kepala dan menikah dengan wanita normal yang begitu tulus mencintainya. Sebenernya banyak juga cerita kayak gini…di K*ck Andy juga pernah diangkat kisah-kisah romantis mereka yang (maaf) mengalami disabilitas tapi bisa menikah dan membangun keluarga bahagia. Kesimpulannya, kata Mama “mereka aja ada jodohnya, apalagi kamu dong yang kondisinya sempurna…masa iya sih nggak ada yang mau sama anak Mama?” >.<

Hmm iya juga ya.

Kalau dipikir-pikir, dulu waktu ngelamar pekerjaan, aku masukin CV-ku ke Jobstre*t dan J*bsDB itu ada kali ya sampe 100 lebih aplikasi…ngga ada yang nyangkut tuh. Selalu nyangkutnya kalau ngelamar lewat email. Dan email pun ada mungkin 50 lebih ya…nggak kehitung deh. Belum lagi beberapa lamaran yang dimasukkan lewat website perusahaannya langsung atau lewat website career development kampus-kampus. Tapi yang dipanggil wawancara yaa cuma itungan jari. Ya namanya juga rejeki. Dan alhamdulillah toh akhirnya dapet juga. Seminggu setelah sidang dapet kerja, waktu pindah kerja pun nggak butuh waktu lama, nggak sempet nganggur, langsung masuk perusahaan baru.

Tuh….entah kenapa, untuk pekerjaan yang urusannya cuma di dunia, aku nggak patah arang. Trus, jadi merenung…untuk nikah yang urusan dunia akhirat, kenapa aku jadi jiper gini ya…cupu loe Sar… 😦

Pokoknya, do the best and let Allah do the rest lah ya. Lagi-lagi prinsip ikhtiar dibarengi tawakal. Jangan takut ga kebagian jodoh…jangan takut ga kebagian jodoh… *sugesti diri sendiri

Yuk, sama-sama kita berdoa semoga Allah mendatangkan pada kita the right man in the right time 🙂

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Taaruf? Oh Gosh…

  1. Saraaah, maaf.. kak Hana nulis pos tsb karena liat bbrp temen kayak down and putus asa gitu masalah jodoh dan mau nyemangatin mereka sama diri sendiri. Ga nyangka efeknya malah bikin kamu khawatir. Hehehe..
    amin 🙂 semoga sarah segera dipertemukan 😀

  2. Pingback: Berserah | Annisarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s