Teruntuk Calon Malaikat Kecilku

Namamu Ghumaisha Zhafira. Bunda (eh, ini manggilnya Bunda atau Mama ya? Bunda aja kali ya…lebih keren dan syahdu. Hehehe) sudah memimpikan kehadiranmu sejak dua tahun lalu, sejak Bunda sudah berniat secepatnya menikah begitu lulus kuliah dan bekerja.

Ghumaisha Zhafira, Bunda kelak akan memanggil kamu dengan nickname ‘Guma’. Lucu nggak? Hehehe. Oh ya, Ghumaisha diambil dari nama salah satu sahabat Rasulullah yang perempuan bernama Ghumaisha binti Milhan sekaligus salah satu wanita yang sezaman dengan Rasulullah yang dijanjikan surga. Nanti kalau Guma udah gedean dikit, Bunda bakal cerita ke Guma ya tentang kisahnya Ghumasiha binti Milhan 🙂 Nah, kalau Zhafira itu artinya beruntung. Bunda ambil dari pepatah Arab ‘Man shabara zhafira’ ‘Siapa yang sabar akan beruntung’ yang ada di novel Ranah 3 Warna. Waktu baca novel ini sekitar 3 tahun lalu, otak Bunda langsung cling! (langsung kepikiran mau ngasih nama anak perempuan pakai Zhafira). Jadi arti lengkapnya adalah: Ghumaisha yang Beruntung. Semoga Guma suka ya sama nama pemberian Bunda 😀

Guma-ku yang sekarang masih ada di surga, doain Bunda ya bisa segera menikah dengan laki-laki yang tepat. Terutama yang baik akhlaknya dan bagus agamanya. Kelak ia akan jadi pemimpin keluarga kecil kita. Guma pasti pengen kan punya ayah yang bisa jadi imam dunia akhirat dan teladan untuk kita? Kalau bisa sih doain juga yang ganteng…kan’ biar Guma jadi cantik. Hehehe

Selama Guma masih dalam kandungan nanti, Bunda mah nggak mau tuh memperdengarkan musik-musik klasik karya Beethoven atau Mozart kayak di iklan-iklan susu bumil yang mahal itu. Bunda mah apa atuh, nggak ngerti musik-musik gituan. Nggak suka juga dengernya. Mending Bunda kasih murrotal ke Guma. Biar dari sebelum lahir Guma udah dengerin firman penciptanya Guma. Bunda berharap Guma kelak juga menghapal Quran. Makanya sekarang Bunda susah payah menghapal, biar bisa ngajarin Guma juga. Hehehe. Oh ya, nanti selama Guma masih dalam perut juga jangan heran ya ada suara bising ibukota. Maklum Nak, Bunda masih naik turun kereta ke kantor. Yang pasti kita bakal dapet kursi prioritas kok. Makanya Guma doain juga dong Bunda bisa dapat calon ayah Guma yang mapan. Kan’ enak kalau bisa dianter jemput mobil. Hehehe *banyakmau

Guma, Bunda janji, begitu Guma lahir, Bunda akan memberikan ASI eksklusif untuk Guma. Itu kan hak Guma. Biarpun Bunda kembali bekerja setelah cuti melahirkan, Bunda akan tetap memberi ASI untuk Guma. Caranya ya dipompa sebelum Bunda berangkat kerja untuk persediaan susu Guma selama Bunda masih di kantor. Nanti pas di kantor Bunda pompa lagi buat persedian susu Guma di sore hari. Bunda juga udah searching-searching tuh ada layanan jemput ASI untuk working mom  dari JNE. Namanya JESIKA, Jemput ASI Seketika. Nih Bunda udah baca artikelnya disini dan disini. Jadi nanti Guma nyusunya masih segar, fresh from oven. Hehehe

wpid-img_20150425_055930

Nanti tiap weekend Guma bakal Bunda ajak ikut kursus berenang ya. Kenapa berenang? Karena itu salah satu anjuran Umar bin Khattab untuk mengajari anak berenang. Nih Bunda udah searching ada kursus berenang untuk bayi umur 6 bulan-2 tahun. Kan seneng tuh Guma bisa punya temen-temen sambil main air. Bunda juga pengen ikutan berenang, Nak, biar olahraga juga gitu…abisnya kan badan Bunda pasti nanti bengkak-bengkak abis ngelahirin kamu. Hehehe

Screenshot_2015-06-20-21-08-53  Screenshot_2015-06-20-21-09-55  Screenshot_2015-06-20-21-09-12

Guma, dari sekarang Bunda minta maaf yaa karena Bunda sehari-hari bekerja dan Guma diurus sama Nenek dulu selama Bunda di kantor. Bunda pingin tetep kerja, biar bisa nabung yang banyak untuk sekolah Guma nanti. Pokoknya Bunda pingin Guma sekolah di sekolah Islam yang the best. Nggak apa-apa mahal yang penting berkualitas untuk pendidikan Guma. By the way, Nenek udah kangen banget sama Guma sekarang. Bunda dan Nenek suka banget ngekhayal Guma begini begitu. Bahkan kalau kita lagi jalan ke mall, kita suka iseng lihat-lihat toko pakaian anak. Cuci mata lihat baju buat Guma. Nanti pas sama Nenek, Bunda bakal suruh Nenek videocall Guma sama Bunda biar Bunda bisa pantau terus Guma lagi ngapain di rumah. Jadi nggak apa-apa ya? Guma sama Nenek dulu ya selama Bunda kerja 🙂

Ngomong-ngomong pakaian, Bunda ingin membiasakan Guma pakai kerudung dari kecil. Maksudnya biar Guma nggak susah disuruh berjilbab pas udah akil baligh. Jangan kayak Bunda waktu remaja…susah banget disuruh pakai jilbab >,< Nanti Bunda beliin kerudung yang lucu-lucu yaa, yang ada telinga bonekanya itu lhooo.

Walau mungkin bisa aja Bunda nggak nemenin Guma pas belajar jalan….tapi Bunda lah yang harus mengajari Guma membaca. Baik itu membaca Bahasa Indonesia atau baca Iqro. Bunda janji, pagi sebelum berangkat kerja dan sepulang kerja Bunda mau ngenalin huruf-huruf. Bunda ingin Guma kayak Bunda waktu kecil dulu, Nenek berusaha keras ngajarin Bunda membaca. Alhasil sebelum masuk TK, Bunda udah bisa baca. Naaah, Guma juga harus gitu ya. Begitu juga belajar ngaji. Bunda ingin jadi yang pertama ngenalin huruf-huruf Hijaiyah ke Guma. Mudah-mudahan Guma nggak rewel ya pas belajar.

Sejak kecil, dari mulai Guma masih orok, Bunda mau ngenalin shalat ke Guma. Bunda nggak keberatan untuk gendong Guma dalam shalat Bunda. Biar Guma terbiasa ngelihat Bunda shalat. Nah, pas Guma udah bisa ngomong, Bunda akan ajari Guma beberapa kosa kata bacaan dalam shalat walau Guma belum tahu artinya apa. Nanti kalau udah TK, Guma harus sudah bisa shalat dengan sempurna, ya walau masih tengok-tengok dan becanda dikit. Hehehe, nggak apa-apa….tapi awas ya, kalau sampai umur 7 tahun Guma malah males-malesan shalat. Bunda bakal pukul pantat Guma pakai gagang sapu. Eh ini beneran lho ya. Shalat itu harrrrruuuuuussss *tampang Bunda galak

Hmm nggak tahu ya, pasti di jamannya Guma nanti, penggunaan gadget makin familiar aja bagi anak-anak. Bunda harus pinter-pinter nih ngawasin Guma ketika main game di android misalnya. Nanti semakin besar, ketika Guma sudah SD, sudah bisa buka tutup laptop Bunda…ssst, Bunda mau pasang blocker ke beberapa situs ‘berbahaya’. Duh, Bunda dari sekarang udah khawatir, Nak…lihat anak-anak kecil sekarang sudah pinter banget main gadget dan mengonsumsi tontonan-tontonan yang nggak pantes.. 😦 Makanya jangan ngambek ya kalau Bunda batesin waktu  nonton TV Guma, waktu main laptop dan main hape. Ini demi kebaikan Guma juga. Di luar sana banyak pihak nggak bertanggung jawab yang sasarannya merusak moral anak. Duh jangan ampe deh Guma jadi korban. Naudzubillahimindzalik.

Nggak terasa, Guma udah masuk usia mau akil balig. Sekitar usia 10 tahunan. Nah, sekarang tugas Bunda lebih berat lagi: memberikan pendidikan seks untuk Guma. Bunda bakal jelasin ke Guma mengenai reproduksi, organ tubuh laki-laki dan perempuan, menstruasi, batas-batas pergaulan, dan sebagainya biar Guma nggak tanya-tanya temen, nggak cari-cari di internet atau majalah sembarangan. Kalau Guma ada yang bingung, Guma harus tanya sama Bunda atau (calon) Ayah ya, nggak boleh sembarangan nyari tahu sendiri. Nggak usah malu untuk nanya tentang itu ya, Nak…

Wah…banyak banget rencana Bunda untuk Guma. Tapi kepanjangan kalau diceritain lagi disini. Pegal Nak, Bunda ngetiknya. Hehehe. Yang pasti, ketika sekarang Guma masih main ayunan di taman surga, jika kelak Guma ditakdirkan, Bunda cuma pingin Guma tahu satu hal: betapa Bunda mencintai Guma, bahkan sejak jauh sebelum Guma dibikin dilahirkan. Puas-puasin main di surga dulu ya Nak sebelum kamu kesini. Jangan minta macem-macem, minta aja Guma lahir sehat, tanpa cacat, dan normal. Aamiin. Dan jangan juga minta punya adek cepet, lha wong kamu aja sendiri belum diwujudin, gimana mau ada dedeknya…hehehe.

Selamat malam Guma sayang. Selamat tidur malaikat kecil Bunda. 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Teruntuk Calon Malaikat Kecilku

  1. Pingback: Dedek Bayi, Pompa ASI dan Menyusui | Annisarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s