Ngelamar Kerja? Perhatikan CV-mu!

Di bulan ini, satu-persatu teman seangkatanku (angkatan 2011) di jurusan Ilmu Perpustakaan UI lulus sidang. Aku pun turut bersukacita mendengar mereka lulus dengan hasil yang memuaskan. Kamis lalu misalnya, aku sengaja leave early dari kantor untuk menemani sidang salah satu sahabatku seperjuangan selama kuliah di kampus kuning.

Alhamdulillah, satu lagi dari kami lulus sidang. Selamat Ween (pakai selempang) sudah S.Hum. Begitu juga Ami 9baju coklat) yang beberapa harinya sebelumnya sudah lulus. tinggal Mega (kerudung biru) yang sedang berjuang minggu depan untuk sidang, semoga dimudahkan :)

Alhamdulillah, satu lagi dari kami lulus sidang. Selamat Ween (pakai selempang) sudah S.Hum. Begitu juga Ami 9baju coklat) yang beberapa harinya sebelumnya sudah lulus. tinggal Mega (kerudung biru) yang sedang berjuang minggu depan untuk sidang, semoga dimudahkan 🙂

Habis lulus, terus ngapain? Nah inilah tentunya yang sekarang jadi pikiran di benak banyak temanku. Sebagian besar biasanya pilihan pertama adalah kerja, sama sepertiku dahulu. Walaupun being an entrepreneur is also very good lho untuk dipertimbangkan. Karena aku sudah ‘ngebrojol’ alias lulus duluan di kloter lulusan 3,5 tahun dan alhamdulillah sudah bekerja, maka tak jarang teman-teman sering nanya link kerjaan dan bagaimana cara melamar kerja. Untuk link kerjaan, alhamdulillah…aku sama sekali nggak punya 😀 Ini jujur saja lho. Aku bukan anak siapa-siapa, nggak punya kenalan siapa-siapa, networking juga nggak luas-luas amat. Semuanya benar-benar berbekal searching di internet dan tanya sana-sini. Mungkin di lain waktu aku akan posting ya tentang kiat-kiat mencari kerja. Di posting kali ini, aku akan ngebahas langkah awaaaaal bangeeeet dalam mencari kerja. Apa itu? Ya bikin CV! Kenapa sih bikin CV alias Curriculum Vitae atau Resume Letter itu penting banget? Yaiyalah, ini adalah kunci pertama kita dalam melamar suatu pekerjaan.

Pihak perusahaan itu nggak kenal siapa kita. Mau kita itu mahasiswa berprestasi kek, anak konglomerat kek…siapa elo?  Maka itulah, HRD akan dengan mudah menyingkirkan CV kita kalau CV kita nggak menarik, nggak menjual, dan nggak bisa merepresentasikan diri kita dengan tepat. Betul nggak? Tiap hari CV yang masuk ke email HRD itu bisa ratusan bahkan ribuan lhooo. Dan tentunya nggak mungkin mereka mau baca satu persatu semuanya. Emangnya kerjaan HRD cuma itu doang? Kok aku bisa tahu? Kebetulan nih dulu aku pernah punya meja kantor persis di sebelah orang HRD. Hanya CV yang benar-benar catchy lah yang mereka baca sampai habis untuk kemudian dipertimbangkan. Duh, susah banget dong ya? Nah, makanya perlu tahu nih trik-trik nulis CV berikut ini. Ini ditulis berdasarkan pengalaman nyataku lho yang udah pernah kerja 3 kali di tempat yang berbeda, ikut wawancara berkali-kali dan juga ditolak (atau kadang nolak) berkali-kali. Hehehe

tumblr_inline_nn3zmwim2h1t438va_540


Tuliskan identitasmu dengan jelas

Pertama-tama, tentunya tuliskan identitasmu dengan jelas. Standar lah ya, seperti nama lengkap, alamat, tempat tanggal lahir, latar belakang pendidikan, nomor kontak yang bisa dihubungi dan penting juga nih: status pernikahan. Biasanya kalau kamu melamar di posisi yang diperbolehkan untuk fresh graduate, perusahaan cenderung memilih kandidat yang masih single alias belum menikah. Terutama untuk posisi management trainee yang mengharuskan training sekian bulan dulu. Bagi kamu yang melamar posisi yang sehari-harinya akan mobile atau terbiasa di lapangan seperti sales, business development, logistik, dsb, bisa juga kamu cantumkan jenis driving license atau SIM yang kamu punya. Ini akan memperkuat bahwa kamu memang memungkinkan untuk kerja secara mobile. Perhatikan juga kontak email yang kamu cantumkan, please no alay. Bagi yang belum punya alamat email normal, segera bikin! Jangan sampai kamu mencantumkan alamat semacam sichubby_niez@gmail.com . Nggak banget!

KISS! Keep It Simple, Stup*d!

Seperti yang aku bilang tadi, CV yang masuk ke HRD dalam sehari itu bisa buaaanyyyakk banget. Makanya ketika screening CV, pihak HRD paling lama nih ya, baca CV orang nggak lebih dari 5 menitan untuk diproses leboih lanjut. Kalau di satu menit pertama aja udah nggak bagus, langsung deh buang, lihat lagi CV yang lain. So, buat CV-mu lebih simple dengan meminimalkan jumlah halaman. Kalau aku nih ya, CV itu sih kalau bisa jangan lebih dari 3 halaman, jangan sampai berlembar-lembar. Inget ini CV, bukan novel. Aduuuh, tapi kan prestasi gue bejibun…nggak cukup nih cuma 3 halaman. Hey, ingat sekali lagi, kamu di sini bermaksud untuk ngelamar pekerjaan, bukan ikut kompetisi Mapres tingkat Nasional. Cantumkan hanya prestasi-prestasi yang berkaitan dengan pekerjaanmu. Misal, kamu ingin melamar sebagai jurnalis, maka cantumkan hanya prestasimu di bidang menulis. Soal kamu pernah menang olimpiade gundu tingkat kabupaten…nggak usah ditulis! Begitu juga jika kamu punya segudang pengalaman organisasi, hanya cantumkan yang berkaitan dengan posisi pekerjaan yang kamu lamar. Kecuali jika pengalaman organisasimu itu di bidang kepemimpinan seperti BEM, boleh lah kamu cantumkan. Perusahaan tentunya tertarik dengan orang yang memiliki leadership skill.

Ceritakan juga dirimu dengan bahasa yang singkat, padat dan jelas. Lebih simple lagi kalau kamu bikin dengan model poin-poin. Misal, daripada kamu nulis: Saya adalah tipe orang yang berkomitmen dengan waktu dan dapat bekerja dengan baik dalam tim. Lebih baik kamu nulis model begini:

Karakter diri saya:

-Tepat Waktu

Mampu bekerja dalam tim

Simple, kan?

Tonjolkan pengalaman kerja

Perusahaan tentunya ingin memperkerjakan orang yang sudah memiliki etos kerja yang baik. Sekalipun kamu adalah fresh graduate, perusahaan tetap mengharapkan kamu sudah terbiasa kerja. Apalagi kalau kamu lulusan dari perguruan tinggi ternama atau IPK-mu bagus, perusahaan bisa saja mempertimbangkan kamu karena kamu punya potensi membawa perubahan yang lebih baik untuk perusahaan. Seperti yang dikatakan Steve Jobs “It doesn’t make sense to hire smart people and tell them what to do. We hire smart people so they can tell us what to do“.Ya istilah kasarnya nih, jangan keliatan oon-oon amat gitu dalam bekerja. Hehehe. Kalau kamu sebelumnya sudah pernah magang atau pernah bekerja sebelumnya, cantumkan hal tersebut tepat setelah keterangan latar belakang pendidikanmu. Dan, jangan lupa tuliskan secara singkat deskripsi pengalaman kerjamu itu. Misal, kamu ingin melamar sebagai engineer dan kamu sebelumnya pernah bekerja dengan posisi yang sama meski statusnya sebagai anak magang atau junior. Write it. Ceritakan kamu sehari-hari tugasnya ngapain aja dan kalau perlu pencapaian yang kamu raih di tempat kerja sebelumnya.

Pengalaman kamu masih nol banget dalam bekerja? Kamu tetap bisa kok jelaskan apa saja yang kamu kerjain selama kamu aktif di organisasi kampus atau project yang pernah kamu kerjain bareng teman-teman. Contohnya kamu ngelamar kerja posisi marketing, kebetulan kamu sering banget ditunjuk jadi posisi Danus di kepanitiaan (kalau dulu nih ya waktu aku kuliah, posisi Danus ini posisi paling ngenes, hehehe). Nggak apa-apa, tuliskan saja bahwa kamu sering jadi Danus, strategi kamu untuk ngumpulin duit itu begini-begini.  Pokoknya berikan kesan bahwa kamu itu punya skill dalam posisi yang kamu minati. Tapi ingat ya jangan sampai bohong pernah nulis punya pengalaman ini itu. Biasanya ketika dipanggil wawancara, kita akan ditanyai lagi lebih detail tentang pengalaman kerja yang kita cantumkan di CV.

Sertakan bersama Cover Letter!

Ini nih bagian yang terpenting. Sertakan dengan cover letter. Apa sih cover letter itu? Cover letter kurang lebih sama dengan surat lamaran kerja. Cover letter ini berfungsi sebagai pengantar CV kamu ketika melamar. Kalau kamu melamar kerja lewat email, its BIG NO ya kamu kirim email isinya cuma CV tok doang. Apalagi kalau nggak pakai subjek dan kamu nggak ngomong apa-apa di body email. Dijamin langsung masuk kotak trash. Beberapa temanku di kantor sering mengeluhkan ini nih: pelamar yang main kirim CV aja tanpa ba-bi-bu nggak ngomong apa-apa sebagai pengantar CV mereka. Lho, situ penting? Mana kita tahu kan’ pelamar tersebut mau ngelamar posisi sebagai apa, tahu-tahu ngirim CV di attachment email. Nggak sopan ya guys. Kalau kamu serius menggarap aplikasi lamaran kamu, maka perusahaan pasti akan menilai keseriusan itu.

By the way, cover letter tuh isinya apa sih? Isinya menjelaskan maksud kamu melamar posisi A di perusahaan tersebut, mengapa mereka harus memilih kamu, dan harapan kamu agar bisa diterima di sana. So, ‘jual diri’ kamu abis-abisan di sini. Buat se-meyakinkan mungkin, misalnya dengan kata-kata ‘Saya telah memiliki beberapa pengalaman dan prestasi di bidang riset ilmiah, oleh karena itu saya memiliki kapabilitas bekerja sebagai tim ilmuwan di perusahaan Bapak/Ibu’. Nah di akhir tulisan ini akan aku sertakan ya contoh CV dan cover letter yang pernah kubuat.

Jangan menjadi biasa

Kalau kamu harus menuliskan karakter kamu dalam CV…kira-kira apa yang akan kamu tuliskan? Biasanya kebanyakan dari kita akan nulis: pekerja keras, rajin, memiliki motivasi tinggi, dsb. Stop it. Semua orang juga akan menulis kayak gitu. Pekerja keras? Ya jelas dong harus jadi pekerja keras. Kamu kan’ disini mau kerja, bukan mau main layangan. Karakter-karakter kayak gitu mah ya memang sudah harus ada dalam diri orang yang mencari sesuap nasi. Kecuali kalau kamu anak konglomerat yang hartanya nggak abis-abis tujuh turunan, kamu nggak perlu punya karakter kayak gitu. Jadi wiraswasta pun harus bisa jadi pekerja keras, right?  Daripada nulis karakter yang biasa-biasa aja, coba tuliskan karakter yang memang kamu banget dan sertakan pula contoh sikap kamu yang mendukung pernyataan kamu benar-benar memiliki karakter tersebut. Misalkan gini:

Karakter diri saya:

Ambisius. Dalam melakukan pekerjaan, saya selalu berorientasi pada target dan hasil.

Mampu bekerja dalam tim. Saya terbiasa bekerja dalam kelompok, pernah berada dalam posisi memimpin dan dipimpin.

See? Kelihatan lebih jelas kan’ maksudnya. Kalau kamu ambisius, jelaskan ambisius dalam hal apa? Oh ya, selalu cantumkan karakter ‘mampu bekerja dalam tim’. Kenapa? Karena se-qualified apapun kamu, se-encer apapun otak kamu, kalau kamu nggak bisa bekerja dalam tim atau kemampuan bersosialisasi kamu sama sekali nol, itu bakalan sia-sia aja. Dan yang namanya mampu bekerja alam tim itu bukan cuma bisa memimpin, tapi juga siap untuk dipimpin. Okey?

Desain yang menarik

Sebenarnya, perlu nggak sih mendesain CV-mu jadi kelihatan menarik? Kalau kataku…perlu. Kecuali perusahaan yang kamu tuju sudah menyediakan format CV tersendiri ya. Sekalipun kamu ngelamar pekerjaan di perusahaan yang bergerak di bidang non kreatif, desain CV tetap diperlukan agar CV pun kelihatan enak dibaca dan ringkas. CV dengan desain menarik juga mencerminkan sifat yang dinamis, terbuka, keatif (tentunya) dan suka menerima tantangan. Untuk perusahaan yang non kreatif, kamu tetap bisa mendesain CV dengan gaya yang formal namun tetap eyecatching. Untuk perusahaan kreatif seperti yang bergerak di media, internet, advertising, wah jangan tanya…kamu harus sekreatif mungkin agar dilirik. Rajin-rajin browsing deh desain CV yang menarik dan tentunya tetap sesuai mencerminkan kepribadianmu.

FAQ

Ada beberapa pertanyaan yang sering juga ditanyakan ketika ngirim CV, terutama oleh fresh graduate seperti berikut ini.

Nulis CV bagusnya dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia ya? Atau keduanya?

Biasanya nih ya kalau aku, gampang aja…lihat iklan lowongan kerjanya. Kalau dalam Bahasa Indonesia, maka tulis CV dalam Bahasa Indonesia. Kalau dalam English ya tulis dalam English. Atau misalkan iklan lowongan dalam Bahasa Indonesia namun di syarat kandidatnya harus lancar berbahasa Inggris, nah tulislah CV dalam Bahasa Inggris sebagai isyarat bahwa kamu memang beneran bisa Bahasa Inggris. As simple as that.

Perlu nggak sih nyantumin gaji yang diharapkan (expected salary) ?

Menurutku, cantumkan hanya jika di iklan lowongan tersebut memang menyuruh pelamar menyantumkan expected salary yang diinginkan. Ada baiknya kamu riset dulu gaji rata-rata untuk posisi tersebut dalam kisaran berapa biar nggak blank banget. Beda perusahaan, beda posisi, beda lulusan, beda juga range gaji yang ditawarkan. Sekarang kan’ di portal pencarian job online biasanya dicantumin tuh kisaran gajinya. Biasanya nih ya kalau fresh graduate akan ditawarkan gaji di kisaran nilai terendah. Misalnya di job vacancy ditulis 5-8 juta rupiah, kalau kamu fresh graduate kamu akan dihargai di nilai kisaran yang rendahnya yaitu 5 jutaan. Jadi kamu bisa tulis di CV expected salary kamu di range tengahnya sepeti 6 atau 7 juta karena kemungkinan besar akan dinego dikit oleh perusahaan pada saat wawancara.

Perlu nggak menyertakan scan/fotokopi ijazah?

Menurutku sih perlu. Bahkan nggak cuma ijazah, kalau bisa kamu sertakan transkrip nilai juga sertifikat kursus atau sertifikat keahlian yang berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. Semisal posisi yang kamu lamar mensyaratkan mahir berbahasa Inggris, sertakan sertifikat TOEFL kamu. Atau kamu melamar posisi sebagai PR dan kamu pernah mengikuti kursus public speaking, jangan ragu untuk sertakan juga.

Boleh nggak sih ngirim satu CV yang sama ke berbagai perusahaan?

Nah ini nih masalah paling umum yang sering dihadapi jobseeker. Ketauan deh…males bikin CV ya? Remember this, satu CV hanya untuk satu perusahaan. Kamu harus selalu nyesuaiin CV kamu dengan posisi yang kamu lamar dan perusahaan yang kamu lamar bergerak di bidang apa. Kalau kamu nggak mau repot-repot ngedit CV kamu, maka perusahaan pun nggak akan repot-repot untuk membuang CV kamu. Jangan biarkan mereka nggak tahu siapa kamu sebenernya hanya karena CV kamu banyak typo atau nggak diedit dengan baik.

 

Oke deh, sekian dulu pembahasanku mengenai CV lamaran kerja. Nanti lain kali aku share juga ya tentang tips dan trik melamar kerja. Bagi yang masih belum kebayang akan nulis CV seperti apa, silahkan download CV dan cover letterku dengan link-link di bawah. Bagi yang masih ingin bertanya-tanya, silahkan cantumkan pertanyaan di komentar posting ini aja ya. Good luck! 😀

CV waktu masih baru lulus

CV waktu pindah kerja

Cover Letter

 

 

Advertisements

27 thoughts on “Ngelamar Kerja? Perhatikan CV-mu!

  1. saya fresh graduate jurusan akuntansi, pernah magang di bank namun sebagai admin, ketika saya ingin melamar ke perusahaan sebagai staf akuntansi, apakah saya perlu mencatumkan pengalaman magang tersebut ? soalnya kan tidak sesuai dengan lamaran pekerjaannya.. mohon pendapatnya..

    • Sebaiknya cantumkan. Kan ranahnya masih sama-sama di bidang keuangan. Kecuali kalau tadinya Rizal kerja sebagai guru olahraga, ya nggak nyambung untuk dicantumkan. Hehehe

  2. Thank’s Sist, tulisannya banyak membantu, kebetulan saya seorang fresh graduate dari salah satu kampus di Banten, memang masalah besarnya itu “malas” buat cv untuk tiap satu perusahaan.

  3. Pingback: Blogwalking, Komentar, dan Nge-Blog | Annisarah

  4. mbak aku fresh graduated tahun ini, cuma kan waktu melamar kerja lewat email disarankan hanya mengirim cover letter dan cv saja, nah untuk data seperti pas photo itu bagaimana mbak? apa dilampirkan bersama dengan cv atau tidak usah dilampirkan? tq mbak 😀

  5. kaka, aku mau tanya. aku suka sama CV-CV modern yang kreatif banget ala orang luar negeri dan aku pun bisa untuk bikin itu tapi misalkan aku apply kerjaan di perusahaan bukan di aspek desain/teknologi dsb make cv kreatif itu jadi masalah ga ka? abisan menurutku CV yang biasa aja cuma ada kata kata diatas kertas itu kurang menarik dan terkesan kaku jadinya aku desain CVku -_-

  6. Assalamualaikum mb Sarah, saya sudah log in 4shared tapi linknya tetap tidak bisa di download mb.
    Kalau mb ngga keberatan bisa kirim ke email saya mb, wahyuzulip@gmail.com ini alamatnya.
    Syukron ya mb sarah, sharing pengalamannya sangat bermanfaat, suka sama blognya. Terus menginspirasi ya mb 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s