Mengumpulkan yang Terserak

Sebenarnya sudah lama aku ingin posting di sini tentang cerpen-cerpenku yang pernah dipublikasikan di media. Ini bukan sebagai pamer ya, hanya sebagai usaha mengumpulkan yang terserak. Tiba-tiba saja aku ingin mengenang kembali masa-masa kreatifku sebagai cerpenis (hihi gaya banget yaaa). Nah ini beberapa karya…yang masih secuiiiil banget pernah mejeng di media dan memberikan uang saku tambahan waktu aku masih sekolah dulu. Hehehe

Aku suka menulis sejak SD. Berawal dari kelas 3 SD, aku menulis cerita bersambung di buku tulisku sendiri berjudul “Petulangan Hello dan Voldia”. Tentang petualangan seorang gadis cilik bernama Voldia dan kucingnya bernama Hello. Asli, aku lupa ceritanya kayak apa, tapi seingatku  buku tulisku sampai penuh gitu dengan tulisan ceker ayam tentang cerita itu. Sejak SD pula, aku sudah membaca majalah Annida, majalah sastra remaja Islam yang memperkenalkanku pada dunia tulis menulis. Aku suka sekali baca cerpen-cerpen yang dimuat Annida dan sering meniru gaya tulisan cerpen-cerpen di sana. Hobi menulis cerpen terus berlanjut sampai SMP, seringnya aku tulis di buku tulis. Bayangin tuh berlembar-lembar nulis tangan. Hehehe. Ketika kelas 1 SMP, aku pernah buat kumpulan cerpen, isinya ada 7 cerpen gitu kalau nggak salah di buku tulis BOSS, lalu aku kasih lihat ke teman-temanku di sekolah untuk baca. Rata-rata komentar mereka, “Males ah baca tulisan panjang-panjang!” Hahaha

  1. Buku Harian. Diterbitkan waktu aku kelas 3 SMP, cerpen ini merupakan  Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Remaja ROHTO Laboratories (seingatku event sayembara ini masih terus ada deh sampai sekarang). Aku masih inget, hadiahnya 4 juta rupiah. Bagi anak bau kencur bagiku saat itu wuoooowww hadiah itu fantastis banget. Oya, cerpen ini bercerita tentang buku harian yang mengungkap isi hati seorang pembantu pada majikannya yang masih remaja ababil yang suka kurang ajar padanya. Akhirnya Dita, remaja ababil itu sadar dan menyesali kelakukannya selama ini. Sayang si pembantu keburu pindah jadi TKI ke Hongkong karena nggak tahan.
  2. What Friends Are For. Diterbitkan waktu kelas 3 SMP juga, di Majalah Gadis tepatnya rubrik Percikan alias cerpen singkat. Masih ada nggak ya rubrik Percikan itu? Hehehe. Ceritanya tentang seorang cewek yang remaja yang ngga bisa menikmati hidupnya setelah ibunya meninggal dan teman-temannya berusaha men-ceria-kan hidupnya gitu deeh. Ini agak ngeselin juga sih, masa honornya nggak dikirim-kirim 😦
  3. Dunia Aluna. Diterbitkan waktu kelas 1 SMA, jadi juara 1 Lomba Menulis Cerpen yang diselenggarakan Jurnalistik SMA 2 Bekasi. Serius aku lupa ceritanya kayak apa, kalau nggak salah tentang cewek bernama Aluna yang asik sama dunianya sendiri setelah suatu musibah menimpa dia gitu. Agak kurang serius menggarapnya, eh nggak tahunya menang. Lumayan tuh hadiahnya bisa buat jalan-jalan ke mall. Hehehe.
  4. Kongres Rimba. Ini adalah cerpen pertamaku setelah vakum sekian lama. Ketika SMA , aku punya segudang kegiatan ekskul, OSIS, dan malah lebih fokus ikut lomba Bahasa Inggris seperti pidato, storytelling, atau lomba yang temanya green green gitu. Apalagi kemudian pas berusaha masuk UI, lalu masih asik nyoba sana-sini kegiatan kampus. Cerpen ini diterbitkan di Annida Online (majalah Annida sudah convert ke online) tahun 2013, sewaktu aku kuliah semester 4. Tahu nggak, susah banget untuk nembus Annida. Ini cerpen pertama yang dimuat setelah 9 cerpenku lainnya ditolak. Yang jelas, aku benar-benar sangat menikmati proses kreatifku sepanjang tahun 2013. Kemampuan menulisku jadi terasah banget, walau semuanya otodidak. Di saat itu pula aku sudah memantapkan tulisanku haruslah bernafaskan Islam atau setidaknya nilai-nilai moral yang memberi inspirasi bagi pembacanya. Pendekatan tulisanku selalu menggunakan pendekatan humanis, yang lebih menyentuh sisi perasaan. Nah, kebetulan aku masih ketemu link cerpen ini disini .
  5. Subuh itu Biru. Diterbitkan lagi di Annida, nggak lama setelah Kongres Rimba dimuat. Jadi ketagihan banget tuh nulis. Surprised, ini ternyata nggak dimasukin rubrik cerpen biasa, tapi rubrik Epik yang konon paling susah ditembus di Annida. Link disini .
  6. Merah di Hattin. Epik lagi di Annida. Cerpen ini sengaja kupersembahkan menjelang maulid Rasulullah SAW. Cerpen ini kemudian dipilih mengisi epik Annida cetak yang terbit 6 bulan sekali. Link disini
  7. Menjadi Gila. Link
  8. Istriku Nadia. Pertama kali nulis di Dakwatuna. Ngga ada honor ya, karena memang tujuan nulis di sini adalah dakwah. Ini adalah cerpen bertema romantis yang pertama kali aku tulis sekaligus pertama kalinya aku nulis dengan sudut pandang cowok. Link disini 
  9. Bidadari Terakhir. Link 
  10. Gossip Girl. Link
  11. Dari Lebaran ke Lebaran. Link
  12. Toko Kenangan. Ini pertama kalinya aku nulis di Majalah Femina. Duuuh udah dewasa banget yeee. Hehehe. Padahal cerpen ini sempat ditolak di beberapa media lain, namun setelah aku perbaiki di sana sini, akhirnya bisa dimuat juga. Ini dimuatnya di Femina cetak, tetapi ternyata setelah aku googling muncul juga di Femina online. Link

img1439095941095

Dan yah…ternyata setelah itu aku malah vakum nulis cerpen, beralih asik ikut lomba nulis esai-esai ilmiah gituuu yang pernah aku tulis disini Di tahun 2014, aku sibuk dengan online shop-ku (yang sekarang sudah kolaps, hehehe), PKL, dan skripsiiiiiihhhhh brooooooh. Masterpiece-ku sepanjang 2014 ya…skripsi itu. Hehehe.

2015? Hmm sudah berusaha sih coba-coba untuk nulis cerpen lagi…tapi karena sudah capek kerja (alasan!) kadang suka nggak ada waktu. Jadi ya paling-paling menyalurkan menulis di blog ini. Hehehe. Doakan ya mudah-mudahan bisa nulis cerita lagi! Masih pengin nih! 😀

Advertisements

2 thoughts on “Mengumpulkan yang Terserak

  1. Assalamualaikum kak.
    Aku tanya2 boleh ya kak?:)
    Kan gini kak aku pengen banget masuk ilmu perpustakaan, tadinya aku pingin unpad cuma temen aku juga ada yg pengen kesitu dg jurusan yg sama. Jadilah aku mempertimbangkan ui. Cuma aku rada ga yakin sama nilai aku. Menurut kakak kira2 kalo nilai rata2 raport smt 1-4 (smt 5 blm ada) nya itu cuma 85an, peluangnya besar ga ya kak buat snmptn ilmu perpustakaan ui?
    Makasih kak:))

  2. Pingback: Ketika Harus Memilih | Annisarah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s