Allah Pasti Menolong Kita

large

Sebenarnya, pinginnya sih, aku menulis posting motivasi dalam penantian menikah ini ketika kelak aku sudah menikah. Biar ada success story nya gitu…hehehe. Tapi ya nggak apa-apa, tulisan ini didedikasikan untuk #ntms dan #ntmf (note to my friends….teman seperjuangan hehehe) di usia 20-an yang biasanya sih sudah kepikiran: kapan nikah? Jodoh dimana? dan sebagainya. Dan mudah-mudahan, ini tulisan terakhir tentang pernikahan yang kutulis sebelum aku menikah. Insya Allah.

Di suatu malam sepulang pengajian, aku bersama salah seorang sahabatku saling sharing di sepanjang perjalanan. Mobil terus melaju, musik mengalun pelan dari radio yang konon makin malam makin memutar lagu syahdu. Sahabatku bercerita tentang kendalanya menikah: sang pacar yang belum juga memberi aba-aba ‘yuk kita nikah’ karena berbagai pertimbangan, antara lain karier yang belum mapan. Begitu juga aku bercerita tentang kendalaku untuk menikah: belum ketemu calon yang tepat. Lalu kemudian mengalirlah cerita orang-orang lain di sekitar kami yang terkendala untuk menikah. Yang karena si calon tidak direstui orang tua, yang orang tua belum mengizinkan menikah, yang masih terhalang oleh studi, yang kemampuan finansial merasa belum cukup, yang trauma masa lalu, yang belum kunjung dilamar oleh pacar, yang menunggu pujaan hati entah kapan, dan seterusnya. Macam-macam excuse.

Katanya, excuse se-berat apapun bisa dipatahkan dengan senjatanya orang mukmin: doa.

Aku pun jadi teringat tulisan Aa Gym tentang berdoa dengan penuh keoptimisan. Yakin bahwa doa kita diijabah oleh Allah dan barangkali, sejuknya kata-kata Rasulullah SAW ini sudah pernah kita baca sebelumnya:

Tidaklah seorang muslim memohon sesuatu kepada Allah yang tidak mengandung dosa dan memutus tali silaturahmi, melainkan Dia memberinya salah satu dari tiga pilihan, yaitu: 1) permohonannya dikabulkan, 2) permohonannya disimpan di akhirat, 3) permohonannya diganti dengan terhindar dari kejahatan yang serupa. Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana kalau kami memperbanyak doa?’ Beliau menjawab, ‘Allah lebih banyak mengabulkan doa’ (At-Tirmizi, 5/566, 462)

Doa seorang hamba senantiasa dikabulkan selama ia tidak berdoa dengan suatu dosa atau ingin memutuskan hubungan silaturahmi, dan (selama) ia tidak tergesa-gesa’. Para sahabat bertanya, ‘Apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa itu wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab, ‘yaitu mengatakan, “Aku sudah berdoa, tetapi tampaknya doaku tidak dikabulkan”. Ketika itu, ia menjadi putus dan akhirnya meninggalkan doa.

Pertolongan Allah pasti akan datang. Sebagaimana yang terjadi pada berbagai kejadian dalam hidup kita yang sudah-sudah….pertolongan Allah pasti akan datang. Kita punya beraneka ragam visi misi dan motivasi dalam menikah. Namun jika motivasi kita dirasa paling sederhana pun-menjaga kesucian diri agar tidak jatuh ke perbuatan zina- Allah sudah berjanji untuk menolong kita. Kita sudah masuk list (atau waiting list? hehehe) nih yang segera mendapat pertolongan-Nya.

Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah:a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.(HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim)

Dan, bukankah Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya? Pertolongan itu akan datang. Cepat atau lambat. Seperti maut, kita ini hanya sedang menunggu antrean. Entah besok, entah bulan depan, enam bulan lagi, setahun lagi, tiga tahun lagi, atau entah kapan. Yang belum ketemu jodoh yang tepat? Akan dipertemukan. Yang belum direstui orang tua? Akan diizinkan. Yang belum mampu finansial? Akan dicukupkan. Yakin dan percaya, pertolongan Allah akan datang.

Kawan, hari ini kita menyaksikan indahnya pernikahan teman-teman seusia kita. Wajah kita tersenyum menghaturkan doa ‘Barakallahu laka wa baraka’alaik wa jama’a baynakuma fi khair’ sementara hati kita was-was, kapankah saatnya bagi kita? Maka yuk, untukku juga, pelan-pelan kita ganti dengan kemantapan hati: pertolongan Allah akan datang. Allah akan menolongku dan Allah akan menolongmu. Allah pasti menolong kita. 🙂

 

*ini ada bonus lagu…haha. Kata orang sih liriknya sedih, tapi padahal ini cocok lho bagi…:P

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s