Terkadang Kita Tak Perlu Bertanya

 

Kupu2&bunga01

Suatu malam di perjalanan pulang kantor, di commuter line gerbong wanita. Semula aku tak begitu memperhatikan karena sedang asyik main Candy Crush , tiba-tiba saja terdengar rewel anak kecil tak jauh dariku. Awalnya hanya rewelan biasa, namun lama-kelamaan tangisan anak kecil, laki-laki, yang duduk bersama ibunya itu mulai menarik perhatian. Si anak menangis sambil berulang-ulang mengucapkan kalimat tak jelas. Kuperhatikan gerak-geriknya, barulah aku sadar sang anak bukanlah ‘anak biasa’. Raut wajahnya yang khas mengingatkanku pada Rizky, anak tetanggaku yang (maaf) mengalami keterbelakangan mental. Anak kecil ini merintih terus seperti kesakitan, kesana kemari. Kaki dan tangannya kurus lunglai, ia seperti tak dapat berdiri tegak. Ibunya berulang kali berusaha menenangkannya, namun tangis si anak yang tanpa air mata itu tak kunjung berhenti. Lagi-lagi aku teringat cerita Ibunya Rizky bahwa Rizky jika sedang ‘kumat’ (mungkin sebenarnya ‘kumat’ bukan kata yang tepat ya, dalam Psikologi kondisi anak seperti ini disebut tantrum, silahkan bisa dicari arti tantrum), Rizky bisa membentur-benturkan kepalanya ke dinding. Miris mendengarnya.

Anak di hadapanku masih terus meraung-raung lemah dan terus bergerak kesana-kemari. Ibunya nampak hampir-hampir tak berdaya untuk menenangkannya. Tanpa terasa mataku berkaca-kaca. Oh Ibunda, betapa besar kasih sayangmu. Mudah-mudahan kesabaranmu berbuah surga kelak. Orang-orang di sekitarku, termasuk diriku, tidak tahu harus berbuat apa. Kami hanya bisa memandangi, betapa peluh membanjiri si Ibu yang masih susah payah berbagai cara: memeluk, meraih, memegang, menarik si anak. Hampir setengah jam berlalu. Tiba-tiba saja salah seorang Ibu lainnya yang duduk dengan anak kecilnya (yang kondisinya normal) bertanya, “Ini anak Ibu?”

Sebenarnya nada suara si Ibu yang bertanya mungkin biasa saja, tidak terdengar merendahkan. Namun mungkin bagi seorang Ibu dengan anak yang tidak sempurna, sedang kepayahan mengurus anaknya, kemudian mendapatkan pertanyaan dari seorang Ibu beranak normal, terasa ada perih menyayat hatinya.

“Yaiyalah Bu ini anak saya! Masak’ anak orang! Kalau bukan anak sendiri nggak bakal saya segininya!” jawab Ibu itu ketus.

Si Ibu yang bertanya terdiam. Mulutnya terkatup rapat tidak berniat untuk berkata-kata lagi.

Aku jadi teringat beberapa posting di Facebook mengenai pertanyaan yang mungkin menyinggung orang. Tidak hanya menyinggung, terkadang menghantui dan sampai melukai keikhlasan seseorang. Mungkin ini salah satunya. Terkadang orang bertanya tanpa bermaksud apa-apa namun bagi yang ditanya, terasa begitu mendalam. Atau, orang bertanya di saat yang tak tepat, membuat orang yang ditanya merasa dipojokkan. Barangkali, si Ibu sampai menjawab dengan ketus karena merasa ‘dipojokkan’. Sedang kesulitan mengurus anak, jadi tontonan orang-orang segerbong, masih harus menjawab pertanyaan yang mungkin bagi sebagian orang tua yang memiliki anak serupa akan terasa menyakitkan dan memalukan. Terlebih pertanyaan tersebut datang dari seorang ibu dengan anak yang normal di pangkuannya.

Ya, terkadang kita tak perlu bertanya di saat-saat tertentu, pada topik tertentu, atau pada orang tertentu. Kepekaan jiwa memang diperlukan di sini.

Ya Allah, berilah kesabaran tiada habisnya bagi si Ibu, dan berikanlah kesehatan pada sang anak serta masukkanlah keduanya ke dalam surga-Mu yang penuh kenikmatan, dimana disana tak ada lagi kepahitan hidup. Aku memejamkan mataku, membayangkan sang anak berlari sambil tertawa di taman yang indah di surga versi imajinasiku, bercanda ria bersama ibundanya.

Advertisements

4 thoughts on “Terkadang Kita Tak Perlu Bertanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s