Dedek Bayi, Pompa ASI dan Menyusui

Tanggal 6 April 2016 lalu, alhamdulillah, mentor ngajiku, Kak Misriyati melahirkan seorang bayi perempuan yang dinamai Maryam Dzakirah di RSIA Tumbuh Kembang Cimanggis. Senangnya…serasa dapat keponakan baru lagi  😀 Tadi sore, aku dan teman-teman kelompok mengajiku datang menjenguk Kak Mis dan dedek bayi. Si Dek Yam, begitu aku memanggilnya, cantik sekali…kulitnya putih bersih dengan pipi kemerahan. Dari mulai aku dan teman-teman datang sampai pamit pulang, Dek Yam boboooo terus. Padahal kami sudah sedemikian rupa gusel-gusel  membangunkannya. Cuma pingin lihat aja gitu si Dek Yam kalo lagi melek gimana tingkahnya. Hehehe. Selain itu aku juga suka menatap mata bayi dan anak kecil. Pasti hitam matanya bening sekali, menyiratkan hatinya yang masih suci dan mata yang masih terjaga dari dosa.

Ini foto Dedek Maryam pas masih di RS.

Ini foto Dedek Maryam pas masih di RS.

Setelah beberapa lama, akhirnya Dek Yam bergerak-gerak juga. Tapi teteuuup, matanya nggak juga melek. Dek Yam rupanya kehausan, dan Kak Mis dengan sigap menyusuinya. Masih dengan mata terpejam, Dek Yam menyusu dengan lahap. Aduh lucunya. Oh ya, kami memberi kado Kak Mis berupa satu set pompa ASI. Kebetulan Kak Mis memang membutuhkannya nanti ketika beliau sudah kembali bekerja. Untuk pembelian kado ini, aku yang mengoordinir. Belinya di toko online milik temanku dulu di rohis kampus. Mau tahu tokonya? Klik di https://www.bukalapak.com/bayianak  . Hehehe

Pompa Asi Little Giant - Manual

Pas pertama kali pompa ASI itu datang ke rumah dan kubuka kemasannya, dalam hati aku bingung sendiri. Kok bentuknya kecil? Memang cukup ya untuk payudara? Ini gimana cara pakainya ya? Aku masih merasa aneh, padahal di kantor aku sering ngobrol tentang urusan pompa-memompa ASI ini dengan temanku yang juga sedang jadi busui alias ibu menyusui. Beberapa yang sudah kucatat baik-baik di memoriku adalah:

  1. Lebih baik pakai pompa ASI yang manual, bukan yang elektrik. Selain harganya lebih murah, juga bisa memompa ASI lebih banyak karena dipompa dengan tangan sendiri, jadi bisa dikira-kira volumenya. (Asli sih sebenarnya aku belum kebayang pompa ASI elektrik itu cara kerjanya gimana dan agak ngeri nggak sih ada aliran listrik di sekitar payudara :O)
  2. Untuk ibu bekerja, perkirakan konsumsi ASI si dedek per hari. Seperti temanku memompa ASI sampai 5 botol kemudian masukkan ke dalam kulkas atau cooler ASI yang biasanya sepaket dengan tas botol penyimpanan ASI. Inilah kasih sayang Allah…ASI diciptakan tidak basi, tidak berubah warna, tidak berubah rasa ataupun nutrisinya dalam temperatur apapun. Ketika sampai rumah, anaknya disusui seperti biasa. Nah, 5 botol itu kemudian jadi konsumsi si dedek esok harinya ketika si ibu sedang pergi bekerja.
  3. Hindari stress, karena memicu berkurangnya produksi ASI. Teman kantorku yang menyusui itu akhirnya menyerah, anaknya harus dibantu dengan sufor dikarenakan produksi ASI-nya yang sempat berkurang (gara-gara stress kerjaan) dari 5 botol jadi 3 botol. Akibatnya, si dedek bayi sampai memasukkan tangannya ke mulut karena kehausan. Kasian…..kalau kayak gini jadi mikir: ntar pas anaknya masih bayi sampai 2 tahun…resign aja kali ya? Hehehe

Senang sekali rasanya melihat Kak Mis menyusui Dedek Maryam, jadi teringat seorang anak yang pernah kutulis disini. Memang yah…kebahagiaan seorang perempuan rasanya teramat lengkap dengan kehadiran sang anak. Menyusui merupakan peristiwa yang penuh bahasa cinta. Rasanya takjub, ada bagian dari diri sang ibu yang terbagi ke anaknya dan ajaibnya menjadi nutrisi yang mampu menghidupinya. Aku pernah membaca, bahwa pada anak perempuan, semenjak bayi sudah memiliki ‘bibit-bibit’ kelenjar susu di sekitar dadanya yang kelak akan bertumbuh sebagai payudara. Masya Allah…artinya sejak masih dalam buaian pun, tubuh seorang perempuan sudah diamanahi Allah nantinya akan mengeluarkan susu untuk anaknya. Ya, nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan? 🙂

Selamat untuk Kak Mis dan suami, barakallah, semoga Dek Maryam tumbuh menjadi anak yang shalihah, sehat, cerdas, selamat dunia akhirat dan menjadi insan yang berguna bagi agama, orang tua dan bangsanya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s