Pengalaman Naik Tiger Air

Bulan lalu pas ke Singapore, gue pergi dengan Tiger Air. Memang sih aseli, ini pesawat tiketnya murah banget (FYI gue pesen lewat Traveloka). Gue pergi hari Rabu dengan harga Rp. 284,600 per seat (+ bagasi 15 kg Rp. 173,930) penerbangan langsung ke Changi. Oke, mungkin langsung aja ya, gue akan langsung mengulas plus minus yang gue rasakan pas naik Tiger Air. Karena ini hanya berdasarkan pengalaman gue sekali naik, maka no wonder ya kalo pembahasan ini agak subjektif.

Minusnya dulu aja ya…kita kan harus lihat sisi negatifnya dulu, biar ke depan udah saling paham sifat satu sama lain sehingga hubungan bisa berjalan…lho lho lho? Ini pesawat, Sar, pesawaaat! Hehehe

Okeh, serius deh. Hahaha.

Minusnya:

  • Sering turbulance. Nah lho…gue gak ngerti sih kenapa, tapi pas pergi sih gue ngerasa langit cerah-cerah aja tuh. Sepanjang jalan juga cerah, di Singapore juga cerah (cerah banget malah, sampe kebakar kulit gue). Ada sekitar 3 kali turbulance kali yah selama 2 jam penerbangan. Itu yang gue rasain pas gue melek, belum termasuk ketika gue lagi tidur. Hmmm. Safety comes first sih harusnya.
  • Pesawat sempit dan bangku yang keras. Mungkin ini pesawat tersempit yang pernah gue naikin ya…dan bangkunya…hufff. Joknya kulit tipis gitu, keras, terlalu tegak, dan sorry to say, mirip kayak bangku metromini yang gak pake robek aja. Beda banget sama bangku Air Asia yang gue naikin pas pulangnya.
  • Pramugari asing yang berbahasa Inggris. Sebenernya sih gak masalah bagi gue ya, tapi mungkin jadi problem bagi penumpang yang udah tua-tua dan nggak ngerti ngomong Bahasa Inggris. Kalau untuk pelayanan, cukup baik lah yaa.

Plusnya:

  • Penimbangan barang yang gak ketat! Hahaha. Meskipun jatah bagasi termurah yang gue beli waktu itu cum 15 Kg, tapi kayaknya barang bawaan gue dan temen gue lebih dari 15 kg deh. Dan gue masih bisa bawa 2 tas gede masuk bagasi kabin lho. Bule-bule yang backpackeran bahkan bawa tas carrier super gede masuk bagasi kabin. Cocok deh pesawat ini untuk kalian yang mau backpackeran dengan padat bawaan tanpa bagasi.

Nah, segitu dulu sih ulasan gue tentang Tiger Air. Sekali lagi ini subjektif lho ya, dan mungkin memang cuma segini doang fasilitas yang gue dapet untuk tarif penerbangannya yang termurah. Bisa jadi berbeda untuk jenis kelas dan pesawat Tiger Air lainnya. Uang berbicara, Bro! Hehehe. Tunggu ulasan di jalan-jalan lainnya, ya!

Advertisements

One thought on “Pengalaman Naik Tiger Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s