Bulan-Bulan Yang Hilang

Taken at: Ecology Park LIPI, Sentul alias Danau Dora

Alhamdulillah.

Akhirnya setelah sekiaaaaaannnnnnn lama, dapat juga waktu untuk kembali menulis di blog ini. Terakhir aku menulis di blog ini yaitu bulan April tahun lalu (yes, now already 2018 yeah!). Ada kosong sekitar 8 bulan dan begitu banyak yang terjadi selama kurun waktu 8 bulan tersebut. Emang sih ini gak penting, tapi aku hanya ingin me-memorize saja untuk diriku sendiri where I’ve been and what happened for past 8 months. Mumpung masih suasana tahun baru, kayak kaleidoskop pribadi gini yah :’)

April 2017

Di bulan April 2017 lalu, aku travelling lagi bareng Mama. Kali ini ke….Baliiiiii! Dan gak tahu kesambet apaan, kok ya belum juga nulis trip ke Bali ini di blog. It was really fun, lengkapnya bakal aku share di post tersendiri ya walau telat banget banget.

May-Juni 2017

Bulan puasa ya…dan hmm, mengawali bulan Ramadhan tahun ini, harus dilalui dengan kejadian yang every human hate. Apa itu? Patah hati. Wuahahaha. Iya, betul, akhirnya disudahi hubungan tak halal itu setelah bejalan sejak Oktober 2016. Alasannya klise sih: nggak ada kepastian jua untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius (baca: menikah). Dan bulan Ramadhan kemarin adalah momen yang tepat banget untuk  move on. Aku merasakan bulan Ramadhan 2017 benar-benar indah dalam kesendirian. Siang hari, pas jam istirahat kantor aku turun ke masjid Al Ikhlas Kota Kasablanka (fyi, kantorku di gedung perkantoran tepat di atas Kokas).Setiap hari, literally tiap hari, ada kajian selepas shalat Zuhur disana sehingga Ramadhanku menjadi kaya akan nutrisi ruhiyah (cieehhh bahasanya hehehe). 10 malam terakhir lebih menyejukkan lagi. Pokoknya Ramadhan 2017 sungguh indah bagiku 🙂

Tapi, cerita cintaku nggak hanya sampai disitu. Masih ada lanjutannya…

Juli 2017

Lahirnya La Tansa Project. Usahaku yang kemudian menyerap seluruh energi dan waktuku selama 6 bulan berikutnya. Ya, sejak bulan Juli, aku hampir tidak pernah merasakan yang namanya libur, apalgi travelling. Senin-Jumat kerja, Sabtu-Minggu menjalankan La Tansa Project. Hingga akhirnya, La Tansa Project juga yang membuatku mengambil keputusan besar untuk hengkang dari band musik yang membesarkan namaku pekerjaanku sebagai pegawai kantoran. Eh btw, La Tansa Project itu apa sih? Akan kuceritakan di postingan tersendiri ya.

September 2017

7 September 2017, aku genap berusia 24 tahun. Yaaah gak kerasa ya :’) 24 tahun, dan alhamdulillah aku merasakan beberapa target hidup yang duluuuuu pernah kutulis dalam lembaran kertas yang kutempel di kamarku telah tercapai. Di saat perempuan lain di usiaku mungkin sudah bertunangan, menikah, atau mungkin sedang hamil anak pertama, di saat itulah aku sudah merasakan kemerdekaan finansial, memiliki karier yang alhamdulillah lumayan bagus, berangkat umroh bersama orang tua, dan akhirnya (ya, akhirnya!!!) melunasi cicilan mobil. Say good bye to riba! Ini bukannya aku menyombongkan diri ya..insya Allah enggak. Bahkan kalau bisa memilih, aku lebih ingin di usia sekarang sudah berumah tangga (aku udah nulis tentang pernikahan dan impianku menjadi istri dan ibu shalihah sejak usiaku 21 di blog ini, remember?). Tapi begitulah. Allah menakdirkanku untuk mengerjakan yang lain-lain dulu sebelum menggenapkan separuh agama. Jadi ya…doa lagi, doa lagi, doa lagi. Semoga tahun 2018 adalah tahunku menikah.Aamiin 🙂

Di hari yang sama di hari ulang tahunku, aku mendapat kabar duka yang sungguh tak disangka dari teman kantor yang cukup dekat denganku, Mbak Ade. Sampai sekarang, terkadang aku masih tak percaya ia telah tiada. Kepergiannya begitu tiba-tiba, hanya 4 hari setelah ia melahirkan anak pertamanya dikarenakan sesak napas. Sosok Mbak Ade yang periang ini pernah ada dalam postinganku yang ini .

  • sarahlatansa Sist..ini hari ultah gue lho sist..7 september setahun yang lalu, barengan sama kamu, kita lunch di Nannys terus kalian kasih surprise pancake gratisan dari Nannys hehe..sering keinget tawamu setiap kita di kantor, ribetnya kamu mempersiapkan nikahan, trus di November 2016, aku dateng nikahan kamu. Baru nikah, eh kamu udah pingin banget punya baby. Alhamdulillah kesampean..cepet hamil. Dan kehamilanmu bikin gregetan hamil kok gak endut endut hehehe. Di awal menuju tengah tahun ini kamu resign dari Fonterra, acara makan siang jadi gak serame seperti waktu ada kamu. Terakhir ketemu kamu pas bulan Ramadhan kita buka bersama ngeramen..kamu semangat banget cerita kehamilanmu. Kita masih sering dm dman, berisik di grup, sampai 3 september kemarin, kamu sampaikan berita kelahiran anakmu si lucu gemay Gibran. Dan hari ini…hari ini rencananya aku dan Mbak Anggi pingin jenguk kamu mbak utk kelahiran anakmu..innalillahiwainnailahirajiun…ternyata aku beneran jenguk kamu, sebagai perpisahan selama lamanya. Ajal begitu tiba tiba, padahal 29 sept ini adalah ultahmu juga. Selamat jalan Mbak Ade, semoga Allah memberimu di tempat terindah dan khusnul khatimah. Allah yg jaga Gibran disini. Miss you mbak..akan selalu aku inget… @adeernita 😢

Selamat jalan, Mbak Ade. Al Fatihah…

Di pertengahan September, seseorang itu kembali. Tiba-tiba dia ajak ketemu, datang ke kantorku dan voila, tahu-tahu ia memintaku menjadi istrinya di warteg samping Kokas. Hahaha :’) adegan melamarnya gak romantis banget yah. Entah dapat hidayah apa, dulu susah sekali mendapat kepastian menikah, kini dia sendiri yang datang dan meminta. Aku speechless waktu itu. Apa ini doa-doaku yang terjawab selama Ramadhan kemarin?

But once again, I made a mistake. 

Tanpa istikharah dahulu, aku pun langsung mengiyakan. Mungkin karena aku terlampau senang (akhirnya) ada yang memintaku untuk menjadi istrinya. Rencana pernikahan pun mulai kami susun. Sungguh, aku merasa begitu bahagia saat itu. Tapi cerita masih belum usai….

November 2017

Akhir November, rencana pernikahanku pun kandas. Pahit, sungguh pahit. Teramat menyesakkan. Oh Allah, kapankah semua ini berakhir? Kapankah kisahku berakhir happy ending di pelaminan?

Sekitar dua bulan kami menyusun hari bahagia. Namun selama 2 bulan itu, aku pun sadar banyak hal prinsipil dalam pernikahan yang kami berdua tak sejalan. Kami memang merasakan indahnya menyusun rencana pernikahan, tapi sering pula kami bertengkar tentang bagaimana kami menjalani pernikahan setelah the wedding day. And I realize, the most important is not the wedding, but the marriage. Dia berpikir dengan cinta, maka semua bisa dijalani begitu indah seindah lagu Akad-nya Payung Teduh. Namun bagiku, pernikahan tidak hanya bisa dibangun dengan cinta. Perselisihan demi perselisihan akhirnya mencapai puncaknya dan kami pun sepakat menyudahi hubungan ini. Sebelum pertemuan keluarga di bulan Desember terjadi, sebelum lamaran dilaksanakan di bulan Januari (rencananya).

Mungkin ini yang namanya tidak jodoh. Dan Allah, adalah Zat Yang Maha Membolak-balikkan Hati.

Dari yang begitu kelam hidupnya bisa tiba-tiba dapat hidayah. Dari yang teramat yakin, bisa jadi sangat nggak yakin. Aku lupa ini quotes dari ulama siapa, bahwa:

Hati manusia itu bagaikan daun kering tertiup angin di padang pasir yang Allah terbangkan kesana kemari.

Quote lainnya yang cucok.

Hasil gambar untuk there no need to rush if something

 

Desember 2017

Akhir Desember 2017, aku memutuskan untuk resign dari kantor tempatku bekerja sejak 2 tahun lalu. Menyambung tulisanku di atas, agar aku bisa lebih fokus menjalankan La Tansa Project. Yes, I jump to be full entrepreneur. Whoa, iya, risky sih, tapi inilah hidup. Harus memilih. Dan aku telah memilih untuk menjalankan usahaku sendiri dan memasrahkan rezekiku pada Allah. Dan hatiku, setiap kali terpikir soal rezeki finansial, alhamdulillah kini mulai terlatih membiasakan diri berkata:

Tenang, kan ada Allah.

Percaya aja Allah gak akan membiarkanku mati kelaparan. Kalau pun sampai mati kelaparan, seenggaknya masih beriman. Udah aja gitu. Itulah yang kemudian membuatku yakin, mantap, melepaskan karier yang duluuuunyah pernah kuidam-idamkan. Semoga berkah ya kakaaa.

 

Beklah, mungkin itu catatan singkatku mengenai bulan-bulan yang hilang di blog ini. Agak nggak penting sih hahaha. Yaaah sekarang enjoy aja menjalani hidup. Targetku tahun 2018 ini: mengembangkan La Tansa dan ME-NI-KAH *capslock, underline, bold 😀

Doakan yah, biar isi blog ini berganti dari kegalauan menjadi posting bertemakan semacam ‘tips menjaga keharmonisan pasutri’ atau ‘review popok bayi’ dan sejenisnya lah. See you on next post! 😁

Advertisements

One thought on “Bulan-Bulan Yang Hilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s