Rumah Idaman

Alhamdulillah, akhirnya proyek renovasi rumah orang tua saya akan segera rampung. Ya, selama kurang lebih 2 bulan terakhir, rumah kami ditingkat menjadi 2 lantai. Secara historis, saya belum pernah merasakan tinggal di rumah tingkat sebelumnya. Jadi, hal ini merupakan sesuatu yang baru untuk saya.

Mengapa merenovasi rumah? Alasan pertama dan terutama, karena di bulan Februari akhir lalu, saya baru saja tukar tambah mobil menjadi Nissan Evalia dari sebelumnya Toyota Agya. Dengan body mobil yang jauh lebih besar membuat garasi rumah kami tak lagi muat sehingga terpaksa parkir mobil di jalan depan rumah tetangga (yang sudah sepas-pasnya). FYI, rumah saya adalah rumah kavling bersama 4 rumah lainnya dengan jalan mobil yang ngepas. Kami nggak mau terus terusan parkir di jalan tetangga meskipun mereka semua pada dasarnya ya boleh boleh saja.

Rencana awalnya, hanya memindahkan kamar saya ke atas. Namun di tengah perjalanan, ikut memindahkan kamar Mama ke atas sehingga ruang tamu menjadi lebih besar. Perubahan rencana ini karena saya berpikir ke depannya keluarga ini akan bertumbuh setelah saya berkeluarga. Akan ada suami dan anak anak yang ikut meramaikan rumah ini. Jika pun saya harus tinggal terpisah setelah berkeluarga, setidaknya keluarga kecil saya akan merasa nyaman mendatangi rumah orang tua saya di akhir pekan 🙂

Kata orang, merenovasi rumah bisa jadi lebih mahal daripada membangun rumah dari awal. Kata orang juga, meningkat rumah bisa menghabiskan biaya seperti membangun rumah. Tapi daripada dengar sana sini “katanya”, yasudah niatkan saja, bismillah, dimulailah renovasi rumah sejak awal Maret.

Dalam pengerjaan renovasi ini, saya berperan sebagai funding, sedangkan Mama sebagai eksekutor alias mandor. Hehehe. Saya serahkan sepenuhnya pengerjaan pada Mama. Hanya beberapa hal terkait desain Mama komunikasikan dengan saya. Alhamdulillah, saat ini pengerjaan sudah 90% menuju selesai.

Bisa dibilang, pengorbanan untuk renovasi ini secara materi cukup besar. Tabungan saya terkuras habis, gaji setiap bulan pun sebagian besar kesana. Bahkan untuk mengencangkan ikat pinggang, saya terpaksa berubah jadi #bekalsquad di kantor. Hahaha. Syukur, saya dan Mama terlepas dari godaan untuk meminjam uang pada bank (serius, godaan ini besar sekali).

Rumah saya sekarang. Finishing luar insya Allah dilanjutkan setelah lebaran.

Hikmahnya, saya jadi lebih memahami makna pengorbanan untuk mendapatkan rumah idaman. Dan bagi setiap orang berbeda beda tingkat kesulitan dan jalan yang ditempuh. Ada sebagian orang yang bekerja keras dari pagi sampai malam untuk melunasi cicilan rumah. Ada pula yang memiliki rumah begitu mudahnya bahkan bisa memiliki beberapa sekaligus. Ada juga yang tak punya cukup uang sehingga terpaksa tinggal di bantaran sungai atau di pemukiman kumuh. Nah, itu hanya pengorbanan untuk mendapatkan sebuah rumah di dunia…gimana mendapatkan sebuah rumah di surga? 🙂

“Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yang lalim”.(QS. At Tahrim:11, doa Asiyah istri Firaun)

Rumah di surga adalah hal yang diidamkan Asiyah istri Firaun. Sebagai istri dari seorang raja yang sudah tentu tinggal di istana mewah, Asiyah masih menginginkan sebuah rumah lagi…tak tanggung-tanggung…di surga! Apakah Asiyah kurang bersyukur? Tidak. Tetapi Asiyah menurut saya adalah manusia yang benar benar memahami perbedaan ‘house’ dan ‘home’. Istana Firaun dengan segala kemewahannya adalah ‘house’. Namun definisi ‘home’ juga bukanlah ‘rumah yang hangat dengan suami yang penuh kasih sayang dan anak anak yang lucu lalu mereka bercengkrama bersama ditemani teh manis dan biskuit’. Standar ‘home’ bagi Asiyah jauuuh melampaui itu semua. ‘Home’ yang hakiki, yang kekal, dimana kebahagiaan akhirnya menjadi tiada akhir. Sebuah rumah di surga.

Jadi, bagaimana dengan rumah idamanmu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s