The Last Ten Nights

Assalamualaikum 🙂

Tidak terasa Ramadan tahun ini sudah memasuki 10 malam terakhir. Alhamdulillah. Adakah di antara kita yang sudah berguguran? Baik dari semangat ibadahnya atau berguguran selama-lamanya alias berpulang pada Allah. Ya, saya yakin ada saja dari kita mendengar berita orang meninggal di Ramadan ini. Saya sendiri merasa sudah mendengar banyak berita duka. Terakhir, teman kantor saya-beda divisi, secara personal saya tidak kenal-meninggal kemarin padahal terakhir saya lihat masih sehat sehat saja dan bisa merokok sambil bercanda di kantor. Usia tidak ada yang tahu.

Berita duka yang lebih besar, dan membuat saya-dan mungkin sebagian besar umat Islam- terpukul adalah tewasnya Razan Najjar, paramedis Palestina yang ditembak sniper Israel saat sedang bertugas menyelamatkan korban. Mengikuti berita Razan ini, air mata saya terus tumpah. Awalnya iri, sedih, duka, lalu menjadi geram, marah dan sakit hati. Geram, karena dunia seakan menutup mata. International Criminal Court pun diam, padahal ini adalah kejahatan perang yang sangat berat. Marah, pada Israel dan Amerika yang begitu biadabnya melakukan hal ini, di saat bulan suci Ramadan. Sakit hati, karena saya tidak bisa melakukan apapun selain mendoakan Razan Najjar yang tak pernah saya kenal sebelumnya. Barangkali terbalik, almarhumah lah yang mendoakan saya, dan kita semua, yang masih terpenjara di dunia yang fana ini sementara kepulangannya sebagai martir di hari Jumat bulan Ramadan sudah lebih dari cukup menjadi alasan bagi Allah memasukkannya ke dalam surgaNya. Saya, dan saya harap kita semua, tidak akan pernah melupakan kejadian ini, mengenang saudari kita seiman sebagaimana yang dilukiskan dalam firman Allah dengan begitu indahnya.

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr: 27-30)

Hal lainnya yang membuat saya menangis (entah,saya jadi mudah sekali menangis di Ramadan kali ini) adalah kepulangan saudara kita seiman yang juga viral di media sosial bernama Ali Banat. Saya tidak akan menjelaskan siapa Ali Banat ini dan bagaimana kisahnya, karena Google sepertinya lebih lengkap ya hehehe. Sudah lihat video final message nya Ali Banat? Kalau belum, saya lampirkan di bawah ini ya.

Bagian dari video ini yang sukses membuat air mata saya tumpah adalah ketika Ali Banat merasa mengetahui kapan ia mati-setidaknya, tahu penyakitnya itu akan mematikannya-membuat ia jadi terpacu untuk berbuat kebaikan sebanyak banyaknya semampu yang ia bisa. Dan ia bersyukur tidak mati secara tiba tiba sehingga belum sempat bertaubat. Logikanya sih, sebenarnya tanpa harus divonis kanker pun kita-kita keadaannya sama seperti Ali Banat. Tahu sih tahu bakal mati, tapi tingkahnya kayak hidup selama-lamanya. Yuk, perbaiki lagi bekal kita :’)

***

Oke, sudahi dulu sedih-sedihnya ya 😀

Kalau baca judul posting ini, berasa kayak judul film adventure atau sejarah gitu gak sih? Hahaha. Keren gitu ya. The Last Ten Nights *apa sih Sar

Tak sengaja ketika sedang scroll home Facebook, saya melihat sebuah quotes bagus tentang 10 malam terakhir Ramadan. Karena saya baik hati dan tidak sombong, saya share disini juga ya. Hehehe.

Membaca quotes ini, saya yang semula merasa doa saya kering selama ini, jadi menemukan arti doa sesungguhnya. Saya,dan mungkin kamu juga mengalaminya, dalam berdoa kita cenderung meminta. Minta ini itu…minta, minta dan minta. Tapi kita lupa satu hal, yaitu ‘bercerita’. Ibaratnya ketika kita minta pertolongan seorang dokter, tentu kita harus cerita dulu apa saja keluhan yang dirasakan. Dengan bercerita, dokter menjadi tahu apa penanganan yang tepat untuk kita.

Namun dalam berdoa, kita seolah terburu-buru. Bahasa Sunda nya, ujug ujug minta. Memang, tanpa kita cerita, Allah Maha Tahu keadaan kita. Tapi bukankah sebenarnya Allah juga Maha Tahu apa yang kita butuhkan tetapi Allah tetap menyuruh kita meminta?

Selama ini, kepada siapa kita bercerita tentang perasaan kita, apa yang kita alami, dan keadaan kita saat ini. Ada yang bercerita pada orang tua, ada juga yang pada teman atau pasangan. Tidak salah sih, tapi, lagi lagi..kita minta nya sama siapa? Kebayang nggak sikap kita dalam berdoa ke Allah seperti kita curhat sama satu teman, tapi endingnya ngerepotin teman lain yang tidak tahu-menahu awalnya masalah kita.

“Ceritanya ke yang lain, terus minta tolongnya ke gue gitu?”

Pas sahur tadi, saya mencoba praktekkan apa yang quote tadi sarankan. Saya ceritakan apa saja keadaan yang sudah saya lalui, apa yang masih mengganjal dalam benak saya dan bagaimana keadaan saya saat ini. Kemudian disambung doa berisikan permintaan dan harapan saya. Sebagai penutup, saya enclose dengan doa yang mungkin sudah cukup sering didengar, yaitu

“Wahai Dzat Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri dengan sendiri-Nya, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata.”

Seusai menutup muka dengan kedua telapak tangan, saya merasa beban saya sedikit terangkat. Saya merasa lega sudah bercerita pada Zat yang selama ini memang mengawasi gerak gerik saya. Begini lho ya Rabb, saya itu bla bla bla…baru curhat sedikit saja saya sudah merasa hidup saya jadi terpetakan dengan lebih jelas. Apa sih yang saya mau sebenarnya, apa yang saya butuhkan dan yang terpenting: apa doa yang saya harus panjatkan untuk melengkapi ikhtiar saya selama ini. Curhat dulu,baru doa. Sesimpel itu. Wah kemana saja ya saya selama ini!

Sekian sharing saya. Saya berharap teman teman juga bisa menemukan ‘sesuatu’ di 10 malam terakhir ini. Terutama goal yang kita kejar banget yaitu malam LailatuL Qadr. Jangan kasih kendor! 😀

Ramadan Malam ke-23

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s