Asyiknya Nulis Resep di Cookpad

Halo, kali ini gue mau sharing dikit nih pengalaman gue nulis resep di Cookpad. Mungkin sebagian dari kalian udah sering dengar atau mengunjungi situs Cookpad ini ya. Yaiyalah, setiap kali googling suatu resep makanan, resep dari Cookpad pasti nangkring di halaman pencarian pertama.

Jadi, apa sih itu Cookpad? Simplenya adalah situs sosial media yang memberikan wadah untuk user berbagi dan membaca resep masakan secara gratis.  Kontennya dari user untuk user. Dan rameee lho disini. Banyak ‘Bun-Bun’ muda dan kreatif yang eksis disini saling share tentang masakan, chat, komentar, dll.

Sebenernya gue udah  lama tahu Cookpad, sering ngunjungin juga kalau lagi stuck nyari ide untuk eksperimen resep masakan. Tapi selama itu gue hanya jadi silent reader sampai suatu ketika pas nunggu masakan selesai dikukus, gue iseng browsing Cookpad dan…kenapa engga nulis resep gue sendiri juga disini? Bukan ngejar popularitasnya sih (banyak like, comment atau view), cuma supaya resep eksperimen masakan yang pernah gue buat gak terlupakan gitu aja alias terdokumentasi dengan baik. Zaman udah berubah yah, mencatat resep gak lagi dengan nulis di buku tulis sidu kayak nenek gue dulu (sampe  dekil banget tuh buku karena diwariskan ke Nyokap dan sodara-sodara terus gue ikutan pake dan sekarang udah entah kemana :P)

Oh ya, kelebihan lain dari Cookpad adalah interfacenya yang simple membuat kita gak bertele-tele dalam menulis resep (beda dengan ditulis di blog malah crita dan jokes kemana-mana hehe :D). Trus untuk save resep yang mau kita coba gak perlu copas atau screenshot, cukup di-cookmark aja (Plesetan Bookmark. Hehehe). Sejauh ini belum ada seminggu gue coba nulis resep di Cookpad, statistiknya lumayan lah…pamer dulu boleh ya…hihihi.

cookpad2

cookpad1

Kunjungi ya profil gue di Cookpad Sarah Annisa. Sudah ada 3 resep lhooo.

Happy Cooking 😀

Advertisements

Bisnis? Hmmm…

2 minggu terakhir, saya cukup sibuk mengurusi kegiatan baru saya yaitu…berbisnis. Sebenarnya bukan kegiatan baru sih, lebih tepatnya kegiatan yang pernah saya lakukan dulu kini dihidupkan kembali. Yup, sejak SMA saya termasuk hobi jualan. Dari mulai jualan burger dan nasi uduk di sekolah, jual binder dan kerudung selama masih di kampus, pernah juga coba-coba jadi sales developer perumahan. Track record saya dalam jualan pun bisa dibilang lumayan bagus, sayangnya kurang istiqomah. Hehehe. Apalagi pas udah kerja kantoran, hampir gak ada waktu (dan males :P) berbisnis lagi. Yeah, tapi seenggaknya karena saya bekerja sebagai sales analyst, so masih berhubungan lah dengan dunia sales.

Berawal dari iseng-iseng mengisi bazaar dalam acara kantor pada minggu lalu, setelah melihat respon yang cukup baik dari orang-orang pada produk saya, saya jadi bergairah kembali untuk berbisnis. Bukan barang produksi sendiri sih, saya masih bermain sebagai reseller, dan memang itu ‘medannya’ saya, hehehe.

Jadi…lagi bisnis apa sih?

Jeng jeng jeng….jualan kejuuuuu!!! 😀

Yup, saya jualan keju, butter dan susu brand Anchor, the best quality milk in the world yang diproduksi langsung dari susu sapi New Zealand. Tahu sendiri dong kualitas susu sapi New Zealand itu kayak apa…di negeri asalnya, brand Anchor ini umurnya udah ratusan tahun lho dan tetap terjaga kualitasnya. FYI, produk keju, butter dan susu Anchor disini biasa digunakan untuk bakery dan resto terkenal macam BreadTalk, Holland Bakery, Tous Les Jours, Pizza Hut, Warung Pasta, dll serta 5 stars hotel. Sekarang, kemewahan rasa patisseries mereka juga bisa kamu bawa ke dapur rumahmu(biasanya wifey and mommy muda nih yang lagi hobinya eksperimen dapur 🙂 ).

Apa aja produk Anchor yang saya jual?

Well, macem-macem…banyak pilihaaan! 😀

img_0668

Gambar di atas adalah produk-produk yang ready stock saat ini. Saya jelaskan yah satu-satu :):

  1. Anchor Cheddar Slice 1.04 kg, isi 84 lembar, keju cheddar lembaran yang dapat dimakan langsung untuk konsumsi sehari-hari. Karena bentuknya lembaran, cocok untuk sandwich dan isian roti. Harga Rp 160,000 sajaaaaaa aawww .
Ini produk paling favorit orang nih

Ini produk paling favorit orang nih

2. Anchor Easy to Grate 2kg, keju balok yang bentuknya masih berupa balok (yaiyalah!) jadi perlu dipotong-potong dulu. Sama seperti Anchor Cheddar Slice, keju ini bisa dimakan langsung dan multi purpose: bisa untuk roti, taburan kue dan brownies (fyi, gak akan gosong lho dipanggang di atas brownies), dan aneka makanan lainnya. Bedanya, keju ini tentu lebih hemat karena dibanderol dengan harga Rp 200,000 per pack. Memang sih harus potong-potong dulu. You choose lah enaknya gimana, hehehe.

img_0624

3. Anchor Cream Cheese 1kg,keju cream yang enaaaaaakkk banget! Cocok untuk membuat cheesecream, cupacakes, isian rainbow cake, tart, dan kue ber-cream lainnya. Harga hanya Rp 135,000 🙂

img_0596

4. Anchor Unsalted Butter 227gr, butter dengan kadar garam yang rendah. Buat kue bisa, roti bisaaa, apa aja deh yang pakai butter bisaaa. Notes untuk bunda nih, sebaiknya gunakan butter yang unsalted untuk makanan anak-anak. Kadar garam yang tinggi sejak kecil selain gak aman untuk anak, juga membentuk eating habit yang buruk lho saat si anak besar nanti. Ujung-ujungnya potensi penyakit deeh. Anchor Unsalted Butter 227 gr ini hanya Rp 35,000 lho, jauh lebih rendah dari harga pasar (di supermarket sendiri sudah Rp 40,000 ke atas).

img_0601

Naaah, segitu dulu review tentang produk-produk Anchor yang saya jual. Ngomong-ngomong, produk impor dari New Zealand gini halal gak sih? Tentunya halal dong kakaaak. Masak iya saya jual produk gak halal. Serem atuh nanti di akhirat sana. Semua produk Anchor sudah tersertifikasi halal oleh badan kehalalan majelis ulama New Zealand. So, don’t worry yaaah  🙂

img_0602

Ohiyaaa, by the way, ‘ngeh’ gak dari tadi pict nya selalu nyantumin nama Frozenak? Frozenak itu apa sih?

Kenalin gak yaaah? Kenalin dooong…hehehe.

Yaudah ngaku deh, Frozenak itu online shop  besutan saya, yang sedang mencoba eksis di Instagram ciyeeeh. Diambil dari kata ‘frozen’ dan ‘enak’, Frozenak fokus menjual produk makanan frozen (bahan olahan yang perlu disimpan dalam freezer) dan rasanya enak-enak. Hehehe. Ke depannya selain produk Anchor, saya juga ingin menjual coklat blok dan kue-kue cantik. Doakan yaaah, dan jangan lupa follow instagramnya @frozenak 🙂

logo

So far,  dalam 5 hari berjalan, sudah ada 3 pembeli produk Anchor di Frozenak nih. Alhamdulillah, very good start. Produk sudah diantarkan, dan lagi nunggu testi dari mereka (akan saya posting di lain waktu yah)

apzm5670
ivmh5467

tbyo54331

Wait…baca gak salah satu isi chat di atas? FREE ONGKIR?  Ciyus? Gak salah tuuuh? Yuuup, bener banget, semua produk yang dijual di Frozenak (kecuali hanya beli butter dan susu) free ongkir  untuk Jabodetabek, berapapun beratnya!!! Yaaah, cuma Jabodetabek aja nih? Ya doain aja yah bisnis saya makin sukses, biar bisa kasih subsidi ongkir ke seluruh Indonesia 😀

Jadi…minat? WhatsApp atau LINE saja ya ke nomor saya di 081280101156 😉

Ayo yang cheese lovers…manjakan lidah dan perutmu dengan keju terenak di dunia. Ayo yang lagi belajar bikin kue untuk membangun kesan di depan camer…pakai bahan yang berkualitas dong supaya kue-mu dapet rating 5 bintang di mata camer. Ayo untuk yang baru aja jadi istri dan masih dalam suasana lope lope…masak gak mau sih pangeranmu memuji masakanmu? Ayo yang single, boleh lah menaikkan kualitas diri dengan pinter masak..gunakan bahan kualitas terbaik biar calon jodohmu kepincut. Eaaaa kompornya panas amat yah Buk! Hehehe

Happy to serve youuuu! Kiss kiss kiss :*

Resep Masakan: Tuna Tepung Kriuss Krius

Maaf maaf aja yah fotonya agak nggak layak upload, karena agak dadakan juga masaknya untuk makan malam, jadi pencahayaannya kurang.

Maaf maaf aja yah fotonya agak nggak layak upload, karena agak dadakan juga masaknya untuk makan malam, jadi pencahayaannya kurang.

Bahan:

-ikan tuna sudah difillet. Cukup tuna aja, nggak perlu ‘tuna asmara’.

-merica/lada halus

-ketumbar, bukan sesumbar

-bawang putih

-Royco All in One (maaf ini bukan iklan ya hehe)

-garam

-tepung terigu

 

Cara memasak:

-Ulek merica, ketumbar, bawang putih dan garam. Sekali lagi maaf, susah menulis takaran bahannya karena semua serba dikira-kira, sesuaikan saja dengan ikan tuna-nya. Tenang, lama-lama akan muncul kok sense of cooking-nya yang dengan sendirinya, secara naluriah bisa mengira-ngira takaran bumbu yang pas untuk setiap masakan. Di awal-awal memasak mungkin sedikit keasinan sampai dikira pingin kawin atau kekurangan garam, atau malah terlalu banyak mecin sampai bikin otak lemot. Hehehe. But that’s part of process 😉

-Siapkan adonan tepung. Tempatkan tepung terigu di mangkuk, masukkan bumbu di step pertama, tuang air sedikit hingga adonan menjadi kental (jangan keenceran ya, ntar malah kayak mau bikin pisang goreng).

-Masukkan tuna yang sudah difillet ke dalam adonan, lumuri tuna dengan adonan, masukkan Royco sedikit. Boleh diaduk pakai tangan (yang penting tangannya bersih nggak abis ngupil), boleh diaduk pakai sendok biasa.

-Panaskan minyak goreng. Ukuran minyak gorengnya seperti menggoreng pisgor ya, sampai tunanya bisa kerendam. Setelah beberapa saat, masukkan adonan ikan tuna ke penggorengan. Goreng hingga garing. Ingat, menggorengnya harus sabar, jangan buru-buru pingin diangkat atau di ‘sreng-sreng’. Kalau adonannya belum mengapung dalam minyak, jangan gatal untuk ‘mengutak-atik’, karena adonan tepungnya malah jadi lengket dan tercerai berai.

-Goreng hingga kecoklatan. Angkat dan tiriskan.

 

Annisarah’s notes:

Gimana? Gampang kan? Sebenarnya ada yang lebih gampang lagi…pakai tepung bumbu siap saji! Hehehe. Paling enak tuh tepung siap saji merk KOBE. Rasanya gurih, harganya pun sedikit lebih premium dari tepung sejenis di pasaran. Eits, tapi jangan keseringan…karena semakin gurih, semakin mengandung MSG yang konon bisa bikin telmi alias telat mikir. Kalau mau yang sehat dan alami ya pakai cara di atas dengan bikin bumbu sendiri.  Bikin tuna tepung itu gampang-gampang susah. Yang susah adalah ketika adonan tepungnya lengket di penggorengan atau jadi ancur-ancuran…tepungnya kemana…tunanya kemana. Nggak nyatu gitu. Paling enak sajikan dengan sambal terasi. Kriuss kriuss pedes endes! Selamat mencoba 🙂

 

 

Resep Masakan: Sayur Lodeh

Bahan:

-Sayuran untuk sayur lodeh (wortel, terong, kol, buncis, daun bawang, labu siam, jagung juga boleh)

-Garam Sumber foto: Google

-Gula

-Penyedap rasa

-Santan

-Udang kering (ebi)/terasi

-Lengkuas

-Daun salam

-Bawang merah

-Bawang putih

-Cabai hijau

 

Step by step:

  1. Iris bawang merah, bawang putih, cabai hijau. Haluskan juga udang kering (jika tidak ada bisa pakai terasi), peprek atau memarkan lengkuas. Awas, jangan sampai salah bedakan lengkuas dan kunyit. Jangan hanya bisa bedakan lisptik 50K dan 500K ya. Hehehe.
  2. Sementara itu panaskan air setengah panci, masukkan santan. Untuk setengah panci ukuran sedang, maka santan yang dimasukkan 1 bungkus SUN Kar*. (Ups, sebut merk. Hehehe. Kalau aku sih berprinsip: sudahlah, jangan menyusahkan diri sendiri. Pakai saja santan kemasan jadi. Hohoho).
  3. Masukkan bumbu nomor 1 bersama daun salam, aduk-aduk hingga merata. Kemudian masukkan gula dan garam secukupnya. Ketika kuah masih berisi santan dan bumbu, tidak sampai semenit, air kuah sudah menggelegak sampai bisa keluar panci. Ini dikarenakan dalam kuah kosong. Oleh karena itu ketika mulai menggelegak kuahnya, segera ke step
  4. Masukkan sayuran dikuti penyedap rasa. Sebenarnya sayur untuk sayur lodeh tidak beda jauh dengan sayur sop dan sayur asem. Yang membedakan ya bumbunya itu: sayur lodeh kental dengan santan, sayur asem lebih berasa asem nya (iyalah namanya juga sayur asem!) dan sayur sop lebih terasa bumbu mericanya.
  5. Aduk-aduk hingga sayuran layu dan kuah menggelegak. Setelah dirasa cukup, matikan api kompor. Sajikan

Mau lebih enak? Goreng bawang secara terpisah, kemudian taburkan di atas sayur. Percayalah, sayur apapun terasa syedaaap dengan bawang goreng. Selamat mencoba 😀

Resep Masakan: Ikan Tongkol Balado

Bahan:

Sumber: Google. Bukan foto masakanku. Hehehe

Sumber: Google. Bukan foto masakanku. Hehehe

-Ikan tongkol (yaiya dooong hehe)

-Cabai

-Bawang putih

-Bawang merah

-Gula

-Garam

-Asam jawa

-Jeruk nipis

-Tomat

-Penyedap rasa

 

Ukurannya? Secukupnyaaah…sesuaikan aja dengan kebutuhan dan berapa ekor ikan yang akan dimasak. Kalau ingin lebih pedas, tentu cabainya lebih banyak.

 

Step by step:

  1. Cuci bersih ikan tongkol. Nggak ngerti cara cuci ikan? Baca disini. Jangan lupa setelah bersih, urapi daging ikan dengan asam jawa dan cipratkan jeruk nipis. Biasanya untuk satu ekor ikan tongkol ukuran agak besar, 3 buah jeruk nipi kecil sudah cukup.
  2. Goreng ikan hingga matang. Biasanya nih bagi yang baru bisa masak goreng ikannya suka lebay, kayak prajurit mau perang…pasang kuda-kuda gitu. Satu tangan megang sodet, tangan lainnya pegang panci sebagai perisai dari minyak panas yang nyiprat-nyiprat. Hahaha. Tenang, aku dulu pertama-tama goreng ikan juga gitu kok. Sekarang udah biasa aja kena cipratan minyak dikit, kan ada yang namanya hand & body lotion…kalau luka tinggal olesi, jadi muluuuuusssh lagi kok 😀
  3. Selagi menggoreng ikan, bisa disambi dengan mengulek sambal. Masukkan cabai, bawang merah dan bawang putih (yang sudah dikupas dan dicuci ya tentunya), gula, garam dan tomat. Ulek semua jadi satu. Uleknya pakai perasaan, bayangkan wajah orang yang kamu benci muncul di permukaan ulekan. Nah, ulek deh tuh…jadi serasa ‘nih gue ulek-ulek muke lu!’. Hehehe. Canda ya.
  4. Jangan terlalu lama menggoreng ikan, takutnya gosong. Karena sudah dibaluri asam jawa, maka ikan tongkol yang digoreng akan lebih cepat garing dan rentang gosong kalau kelamaan. Setelah kecoklatan, angkat dan tiriskan ikan.
  5. Tumis sambal yang sudah jadi, masukkan ikan, beri air sedikit, masukkan garam dan penyedap rasa (bahasa gaulnya: meciiiin cyiiiin).
  6. Aduk-aduk, tumis hingga sambal meresap. Jangan lupa cicipi lagi sambalnya, dirasa apa yang kurang. Setelah kira-kira 8 menit, angkat dan sajikan.

 

Gampang kan? 🙂

 

Cara Membersihkan Daging Ikan dan Ayam

da27948e7bbe853713b46fe3c8c9b910

Ayam dan ikan. Dua mahluk ini nih yang paling sering kita makan sehari-hari. Nggak hanya perlu tahu cara masaknya, kita juga perlu tahu juga nih cara membersihkan daging keduanya. Karena makanan yang sehat berawal dari cara membersihkannya juga lho.

 

Cara Membersihkan Daging Ikan:

  1. Potong ikan jadi tiga bagian: kepala, perut, buntut. Untuk ikan macam gurame atau lele, boleh lah tetap utuh nggak dimutilasi. Hehehe.
  2. Keluarkan insang dari kepala ikan. Letak insang dimana? Nah kalau kamu nggak tahu, coba ingat-ingat lagi pelajaran IPA waktu SD 😀
  3. Cuci potongan-potongan tubuh ikan di bawah air mengalir sampai bersih. Indikator bersihnya adalah ketika air sudah tidak mengalirkan darah lagi.
  4. Setelah selesai, baluri tubuh ikan dengan cuka atau asam jawa dan cipratkan jeruk nipis di permukaan potongan tubuh ikan.

Cara Membersihkan Daging Ayam

  1. Potong bagian tubuh ayam sesuai keinginan kita.
  2. Cabut pembuluh darah beku (marus) yang masih menempel di sela-sela tulang rusuk ayam. Harus dibuang lho, karena marus (darah beku) itu setahuku haram untuk dimakan.
  3. Sama seperti ikan, cuci potongan daging ikan di bawah air mengalir sampai tidak ada lagi darah.
  4. Jangan lupa bersihkan juga lemak putih yang masih menempel di bagian daging ayam. Kenapa harus dibersihkan? Karena mengandung lemak jenuh alias kolesterol.
  5. Jika sudah selesai, baluri daging ayam dengan asam jawa dan cipratkan jeruk nipis di atas permukaannya.

Daging ayam dan ikan bisa tahan maksimal sekitar 2 minggu di freezer. Tapi sebaiknya segera goreng ya…laper tauk. Hehehe.

Happy cooking! 🙂