Pengalaman Tes IELTS di IALF Jakarta (Juli 2018)

Pada tanggal 28 Juli 2018 lalu saya mengikuti tes IELTS di IALF (Indonesia Australia Language Foundation) . Mengapa ambil tes IELTS? Ini terkait dengan rencana S2 yang pernah saya ceritakan. Saya sendiri belum pernah mengambil tes IELTS so, cukup excited sih dengan pengalaman pertama ini. Sebagai penyemangat, saya set target ban atau score IELTS overall 7 (pede bangeeet hehehe).

Cara mendaftar tes IELTS cukup mudah. Bisa dilakukan secara online melalui website IALF disini . Pilih tanggal dan tempat test yang kamu inginkan. Saya memilih test di lokasi IALF langsung di Menara Selatan Plaza Kuningan karena menurut saya biasanya pusat kan dimana-mana fasilitasnya lebih lengkap ya. Ohya, sebenarnya lembaga di Indonesia yang menyelenggarakan IELTS gak Cuma IALF, tapi ada British Council dan IDP juga. Lantas, kenapa saya memilih IALF? Cuma berdasarkan slight blogwalking aja sih dari pengalaman orang-orang yang sudah pernah test di sana dan rata-rata reviewnya oke. Harganya juga lebih murah Rp 50,000 (mayan lho buat ongkos hahah) dibandingkan yang lain.

Saya mendaftar IELTS jauh-jauh hari, karena menurut saran yang dari blog-blog lain bahwa kuota IELTS terkadang bisa cepat penuh di tanggal yang kita mau. Jadi, sekitar sebulan sebelumnya saya mendaftar via online, transfer biaya tes, dan gak lama dikirim email receipt pembayaran. Nomor test akan diberikan on the spot di lokasi tes.

Berapa biayanya?

Hiks…lumayan Kak….Rp 2,850,000 sekali tes. Makanya, harus benar-benar dipersiapkan tuh agar mendapatkan hasil maksimal L 😦 *Eh, kok emote sedih? Baca sampai habis yah..

Persiapan IELTS

Berbekal pede dan niat mau ngirit, saya pun belajar IELTS otodidak mengandalkan soal dari internet, youtube dan app dari Playstore. Persiapan saya lakukan sekitar 1,5 bulan sebelum tes. Tenang, banyak banget kok bahan belajar tersebar. Beberapa sumber yang saya rekomendasikan untuk belajar:

  • IELTS Liz
  • Cambridge Guide to IELTS. Untuk yang ini saya download e-book dari internet. Bagi yang ingin e-book nya juga, bisa email saya di sarah(dot)annisa7(at)gmail(dot)com ya.
  • App yang ada di PlayStore yang saya rekomendasikan: IELTS Prep App (ini dari British Council), IELTS Full-Band 7.5+ (halu banget ban segitu, tapi bagus hahaha), Daily IELTS Listening.
  • Youtube. Search aja IELTS listening. Banyak kook sudah lengkap dengan soal dan jawaban.

Gak hanya itu, saya juga belajar dari buku….(yang murah aja ya Ceu, kalau beli sekelas Barons series mah saya sayang hehehe) . Buku ini kebanyakan readingnya. Cukup sering saya gunakan karena pada dasarnya saya lebih nyaman belajar reading dengan membolak balik kertas ketimbang scroll e-book. Buku ini juga provide CD dan lumayan banyak materi Listening nya Nih saya gunakan sampai rusak begini. Hahaha

Sedangkan untuk latihan speaking saya menggunakan aplikasi Open Talk, app ini adalah wadah untuk berbicara dengan orang-orang di seluruh dunia. Kita bisa pilih nih tujuan kita berbicara apa. Tentunya saya memilih untuk meningkatkan kemampuan speaking. App ini bagus untuk melatih kita-kita yang dalam keseharian jarang berinteraksi dengan native speaker. Kalau dengan sesama orang Indonesia kan kita masih agak ‘manja’ yah pas stuck dengan satu kata eh switch ke bahasa. Tapi tetap hati-hati yah, jangan sampai kemakan modus nih karena kadang ada orang (terutama dari India banyak yang agresif gitu) minta kontak WA atau Instagram. Please don’t give any personal contact. Speak randomly aja dengan orang berbeda. Dan gak perlu jujur amat ngobrolnya karena takutnya informasi pribadi kayak kerja dimana, tinggal dimana dilacak oleh orang yang gak bertanggung jawab.

Apa yang paling susah dari belajar IELTS? Konsisten waktu belajar!

Sebagai office worker yang biasa pergi dari rumah jam setengah 8 pagi dan sampai kembali rumah sekitar jam 8 malam, mengatur waktu untuk belajar sungguh tidak mudah. Jadi, saya sering bangun pukul 2 atau 3 pagi untuk belajar dulu dan gak bobok lagi sampai berangkat kerja. Terkadang di kantor di sela-sela waktu luang saya sempatkan intip-intip bahan belajar di laptop dan mengerjakan satu dua soal.

Capek? Kurang tidur? Pastinya.

Namun terkadang, sebagai manusia biasa saya pun tergoda untuk ‘bolos’ belajar dan main gadget atau melanjutkan bobok lagi hehehe. Ada juga masa-masa dimana saya ngerasa jenuuuh banget belajar. Semua itu terus saya lalui sampai tibalah di hari H tes. Jujur saja, h-seminggu tes saya malah terserang rasa malas yang sangat untuk belajar. Dan ini yang saya masih sesali sampai sekarang karena berdampak pada hasil tes saya. Hiksss

The Day!

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Menjelang hari tes saya malah kurang tidur karena beberapa kali terbangun takut telat. Well, dalam email peserta diharapkan sudah sampai jam setengah 8 pagi di lokasi. Kenyataannya, tes baru dimulai sekitar jam 09.15. Huaaa…..padahal saya sudah berangkat dari rumah jam 5 pagi lho.

Tapi ya sudahlah, namanya juga perjuangan. Tepat pukul 07.30, semua peserta tes yang sudah menunggu di koridor diminta berbaris dan masuk kantor IALF. Jadi kantor IALF ini terdiri dari satu lantai dimana di dalamnya banyak ruang kelas gitu. FYI, IALF memang menyelenggarakan kursus Bahasa Inggris dan ada juga kelas khusus IELTS Preparation yang konon katanya bagus (pakai native speaker) dengan harga yang bagus pulak. Hehehe.

Saya lupa urutannya, yang jelas ada 4 tahap sebelum masuk ke auditorium yaitu pengecekan ID (saya pakai passport dan ID ini harus benar-benar sama dengan yang kita upload saat mendaftar online), foto, pengambilan sidik jari, dan pengambilan test number. Semua barang bawaan dititipkan kecuali air minum (harus dalam wadah transparan, jika air mineral maka label kemasan harus dicopot) dan ID kita. Handphone harus dalam keadaan off dimasukkan ke tas dan jam tangan juga dicopot. Selama pengerjaan esai ada time keeper yang terus menginfokan waktu pengerjaan.

Kira-kira ada jeda 1 jam menunggu sampai auditorium dibuka yang saya manfaatkan untuk tidur. Ternyata, saat menunggu itu masih ada beberapa orang yang baru datang. Yaaah, kirain sih benar-benar di-close pada pukul 7.30 tadi. Kira-kira 20 menit sebelum tes mulai, kami dipanggil satu persatu memasuki ruang tes. Nggak perlu membawa alat tulis karena sudah disediakan di meja.

Jeng jeng jeng…

Seperti yang sudah diketahui, tes IELTS dimulai dari Listening, Reading dan Writing. Semua ini tanpa jeda 🙂 Jadi, penting banget tuh bawa air minum. Menurut cerita pengalaman di blog lain, AC auditorium dingin banget. Saya sih gak ngerasa ya..tapi kamu bisa bawa jaket untuk jaga-jaga. Berikut ini kesan yang saya rasakan ketika mengerjakan ketiga tes itu:

Listening “Ngomongnya cepet amat siiiihhhh….selow apa selooow?!” Asli ada beberapa soal yang saya keteteran nih disini.

Reading B aja *sombong* Oya, dalam listening dan reading ini kudu hati-hati ya. Ikutin aja plek-plek arahan dari pengawas. Ketika disuruh berhenti nulis yaudah berhenti dan jangan coba-coba bolak-balikin soal lagi. Kalau melanggar, kertas ujian kita bisa langsung diambil dan dapat nilai nol. Peringatan ini sebenarnya juga di-sounding berulang-ulang selama tes. Nah pas saya test reading udah mau kelar nih, ada seorang perempuan yang duduk dekat saya masih terus menulis jawaban padahal sudah disuruh berhenti. Eh, tanpa kata-kata gitu si pengawas mengambil kertas ujiannya duluan (padahal harusnya dikumpulkan berurutan bersama yang lain) dan kelihatan ditandai gitu. Si Mbak yang diambil kertas ujiannya cuma bisa bengong.

Writing Nah ini. Rasanya tuh lancaaar banget…tapi tulisan acak-acakan…duh gimana dong by default tulisan saya memang sudah kayak ceker ayam. Apalagi kalua disuruh nulis 2 esai masing-masing 250 kata dan 150 kata dalam 1 jam. Pfff. Mungkin inilah pula yang menyebabkan nilai saya jatuh di Writing karena fyi, handwriting is also important. Kalau susah dibaca, ya susah buat dinilai.

Kelar Writing sekitar pukul setengah 1 siang, kami dipersilakan untuk melihat jadwal Speaking di sebuah papan. Duh Gusti…cobaan apa lagi ini kenapa Speaking yang hanya 15 menit ini saya kebagian jadwal pukul 18.00 T.T Acara nunggu berjam-jam itu pun saya isi bukannya dengan latihan tapi malah melipir cuci mata ke Kokas 😛

Tibalah saat saya menghadapi speaking test. Anehnya saya nggak begitu deg-degan. Memang dari awal gak deg-an juga sih, karena kita kan’ gak bersaing sama yang lain.

Speaking test lumayan lancar saya jalani. Pengujinya adalah native speaker udah bapak-bapak gitu. Hanya saja ada beberapa kata yang terus saya ulang-ulang karena keterbatasan vocab. Temanya sendiri agak absurd menurut saya, yaitu:

What do you think about noise level in city?

Which one is quieter: in city or in village?

What is your favorite quiet place?

What is the solution to reduce noisy in housing area?

Who are responsible to solve noise pollution?

Which one of the age group who prefer quiet place: young people or elderly?

Sesama peserta tes lain ada yang ditanya tentang sport, building, arts…ya pokoknya tema yang umum lah ada bocorannya di IELTS Liz. Tapi kayaknya tema yang saya alami gak pernah saya temui deh dalam bahan manapun yang saya pelajari. Hahaha. Dan tahu nggak? Ternyata saya benar-benar peserta terakhir di hari itu yang Speaking. Pas keluar, semua nya udah gak bersisa bahkan staf sudah banyak yang pulang 😦

To conclude, tes IELTS di IALF saya nilai bagus dan recommended. Stafnya juga helpful dalam membantu peserta. Hanya saja menunggu waktu speaking yang terlalu lama membuat saya kelelahan sampai harus seharian test.

Hasil Test

Hasil test baru keluar 13 hari setelah waktu test dan bisa dicek online di sini. Certificate bisa diambil langsung di IALF bagi peserta yang tinggal di Jabodetabek dan dikirim Tiki ONS bagi yang tinggal di luar Jabodetabek.

Sewaktu saya mengecek via online, terjadi problem. Entah kenapa, selalu muncul notifikasi ‘We are not able to display your results at the moment bla bla‘ . Berulang kali saya cek semua isian sudah lengkap dari mulai nama, tanggal lahir, tanggal tes dan nomor paspor. Saya juga sudah klik Paper IELTS. Akhirnya saya hubungi via telepon ke IALF dan saya diarahkan untuk mengisi kolom nama dengan nama lengkap langsung dan karena saya gak punya nama keluarga, kolom nama keluarga dikosongkan diganti ‘-‘ (strip).

  

Oalaaaaahhhh…

Dan keluarlah hasil test saya….*drumroll*

Huaaaaa!!!!! DAKU KUCIWA!

Nilai Writing ini sih yang mengecewakan banget. Padahal pas ngerjain udah yakin banget. Bikin jatuh overall ban. Seandainya 6 saja, pasti ban saya sudah mencapai 6.5. Agak nyesek juga, karena beasiswa yang sedang saya kejar saat ini mensyaratkan overall 6.5 meskipun nilai di masing-masing test minimum 5.5 . Huhuhu….ambil test lagi dong? Iya, ambil lagi deh ini… *lemes*

Dibilang nyesek di kantong iya…agak males juga mengulang fase belajar lagi. Sedih.

Tapi ya sudah. Saya harus semangat. Demi meraih cita-cita. Next time harus lebih baik. Optimis. Doakan yaaaa :’)

Vaksin Meningitis dan Manasik Umroh :)

Tanggal 24 Desember 2016 lalu (latepost, baru sempat posting sekarang nih), aku dan Mama melakukan suntik vaksin meningitis dan influenza untuk umroh di Klinik Sehat Cantik, Cibinong, tidak jauh dari kantor pusat biro travel yang kami gunakan, Hannien Tour. Suntik vaksin ini sangat penting, karena Arab Saudi merupakan negara yang epidemi meningitis dan flu babi (mungkin karena dekat dengan Benua Afrika ya). Selain itu dengan suntik vaksin, kita akan menerima buku kuning yang menyatakan diri kita sudah memenuhi syarat kekebalan tubuh terhadap penyakit epidemi. Buku kuning inilah sebagai salah satu persyaratan penerbitan visa masuk Arab Saudi.

Suntik vaksinnya sendiri dilaksanakan bersama dengan medical check up. Nggak ribet, cuma ukur tensi darah, gula darah dan asam urat. Khusus wanita juga harus melakukan tes kehamilan dengan test pack. Asli ini baru sekali seumur hidup pakai test pack. Hahaha. Cuma bagian dari prosedur aja sih untuk memastikan calon jemaah nggak sedang dalam keadaan hamil. Trus suntik deeh, lengan kiri dan kanan untuk vaksin meningitis dan influenza. Biaya seluruhnya saat ini (2016 akhir-2017 awal) sebesar Rp 750,000.

Khusus untuk wanita yang masih dalam kondisi subur, disarankan juga untuk minum pil Primolut, yaitu pil penahan menstruasi selama umroh (abis sayang banget dong 9 hari di sana trus kena siklus menstruasi yang bisa seminggu…duh jangan sampai deh). Pil ini nih yang sejak awal Januari aku minum setiap hari 2 butir sampai selesai umroh. Tenang, pil ini nggak akan mengganggu hormon kok, cuma menunda siklus menstruasi sehingga saat kita selesai umroh, lepas dari pil tsb, menstruasi kita akan lebih ‘deras’ dari biasanya. Kayak ditabung gitu deh. Pil Primolut ini dijual di apotek besar kok, harganya cukup pricey sih, Rp6,500-Rp8,000 per butirnya. Nah dikali tuh berapa hari pemakaian :’)

img_2828

Keesokan harinya, tanggal 25 Desember 2016, aku dan Mama melaksanakan manasik umroh di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. Tanggal keberangkatan kami, alhamdulillah, sudah keluar yaitu insya Allah 1 Februari 2017. Wayoooo tinggal berapa hari lagi tuh? Deg-degan? Banget. Tapi tetap saja, sampai sekarang aku masih merasa serba ‘kurang’ dalam mempersiapkan diri untuk umroh. Terutama dari sisi spiritual.

Seperti manasik umroh biasa, kami dibimbing oleh travel kami dalam mengerjakan ibadah umroh. Rangkaian ibadah umroh sendiri sebenarnya mirip haji kecuali wukuf di Padang Arafah dan melempar jumrah. Banyak pengetahuan baru tentang umroh yang kudapat dari manasik ini seperti:

Darimana start tawaf mengelilingi Ka’bah? Dari hajar aswad. Jalan dari hajar aswad hingga kembali ke hajar aswad dihitung satu putaran.

Lari dari Bukit Safa dan Marwah itu sebanyak 7x hitungannya gimana ya? Ternyata Safa ke Marwah dihitung sekali, Marwah ke Safa dihitung sekali. Jadi rangkaian sa’i ini pasti akan berakhir di Bukit Marwah.

Tahalul buat cewek tuh gimana sih? Cukup memasukkan tangan ke dalam kerudung, gunting 3 helai rambut. FYI, gak boleh mentahalul orang jika diri sendiri belum tahalul. Sama seperti gak boleh mengumrohkan orang (misal mengumrohkan orang tua /saudara yang telah tiada jika diri sendiri belum selesai umroh)

Jika diurutkan, rangkaian ibadah umroh begini:

-Niat, kemudian berihram. Ini dari sejak Kota Madinah.

-Sampai di Masjidil Haram, mulai tawaf mengelilingi Ka’bah

-Selesai 7x tawaf, disunnah shalat di belakang Hijr Ismail, disunnahkan juga mencicipi air zam-zam

-Sa’i

-Ditutup dengan tahalul atau menggunting rambut.

Jadi umroh itu memang hanya sehari, sisanya adalah memperbanyak ibadah. Kalau di itinerary travelku sih (dari 2 hari perjalanan & city tour+3 hari di Madinah+4 hari di Mekkah), umroh wajib sehari, umroh sunnah sehari (nah disini bisa nih untuk mengumrohkan orang lain), sisanya (2 hari di Mekkah) bisa digunakan untuk memperbanyak ibadah sendiri di Masjidil Haram. seperti shalat wajib, sunnah, mengaji, berdoa, mencium hajar aswad, menyentuh Ka’bah, dsb. Menurut teman kerjaku yang sudah pernah umroh, waktu-waktu lengang di MAsjidil Haram itu sekitar waktu dhuha, nah disitu bisa digunakan tuh untuk mencium hajar aswad dan menyentuh Ka’bah.

Di atas itu semua, sebagai catatan untuk pribadi, jangan terlalu lebay. Lebay disini bukan saja sering selfie atau dikit-dikit ambil video, tapi jangan terlalu lebay juga berdoa menadahkan tangan di depan Ka’bah karena akan diingatkan oleh askar (polisi yang berjaga) bahwa berdoa itu kepada Allah, bukan kepada Ka’bah.

Bagiku pribadi, sekali manasik aja nggak cukup untuk benar-benar paham. Jadi perbanyaklah mencari informasi tentang ibadah umroh. Ingat, ini kata ustad pembina manasik yang sangat kena dengan hatiku: ibadah umroh bukanlah ibadah main-main. Bukan sekedar travelling dan kesempatan belanja. Ibadah umroh harus ikhlas, dari sejak sebelum berangkat, dan harus mengubah diri kita setelahnya menjadi lebih baik. Mengutip kata-kata Ustadz Bachtiar Natsir: jangan sampai ke Baitullah, tapi tak jumpa Allah. Rugiiiii 😦

Sebagai referensi bagi pembaca yang juga akan menunaikan umroh, bisa banget nih nonton kedua video di bawah ini.

Labaikallahummalabaik…labaikala syarikalaka labbaik…innal hamda, wa ni’mata laka wa mulka, la syarikalaka…

Semangat! 🙂

 

Mengurus Penambahan Nama di Paspor untuk Umroh

Dua minggu lalu, gue mengurus paspor gue agar eligible untuk digunakan umroh, insya Allah Februari 2017 🙂 . Pengurusan paspor ini harus gue lakukan karena paspor gue hanya terdiri dari 2 kata nama (Sarah Annisa) sedangkan persyaratan pemerintah Arab Saudi adalah harus 3 kata nama. Apakah harus bikin paspor baru? Enggak koook, cukup menambahkan nama kita jadi 3 kata nama di salah satu lembaran paspor biasa yang sudah kita miliki.

Oh ya, nama kita akan ditambahkan dengan nama Bapak. Misal: Adi Putra memiliki bapak bernama Tarno, maka menjadi Adi Putra Tarno. Gimana kalau nama kita cuma satu kata seperti ‘Asmarandani’? Maka bisa ditambahkan nama bapak plus nama kakek. Misal, bapaknya bernama Nugroho, kakeknya bernama Susanto, maka menjadi Asmarandani Nugroho Susanto. Naaah berarti jadi note tuh, kalo menamakan anak bikin 3 kata aja sekalian biar gak repot. Hehehe. Gue sendiri rada kecewa sih dengan peraturan ini, padahal kan gue pengen nambahin nama gue jadi Sarah Annisa Amalyla. Hahaha.

Step-step untuk menambahkan nama di paspor guna keperluan umroh:

  • Datang ke Kantor Imigrasi. Gue sendiri datang ke Kanim Tingkat II Depok karena gak terlalu jauh dari rumah dan dulu gue bikin paspor juga disini. Sebenernya gak mesti di Kanim tempat domisili kok. Gue sendiri aslinya KTP Kabupaten Bogor. Yang perlu disiapkan:
  1. Fotokopi Paspor (halaman depan)
  2. Fotokopi KTP (jangan digunting ya, biarin aja bentuknya kertas A4)
  3. Fotokopi Kartu keluarga (KK)
  4. Surat rekomendasi dari travel umroh yang digunakan yang menyatakan bahwa kalian beneran mau berangkat untuk umroh bukan selfie depan Ka’bah dari travel tersebut. Surat rekomendasi ini bisa langsung diminta ke travelnya. Waktu gue menyerahkan surat ini, kata petugasnya sih gak perlu. Tapi amannya sih bawa aja, karena mungkin saja peraturan di Kanim lain berbeda.
  • Sesampainya di Kanim, langsung saja ke Customer Service (kalo di Kanim Depok sih CS nya gak pakai nomor antrian), bilang ingin menambahkan nama untuk umroh. Petugas akan memberikan formulir untuk kita isi. Di bagian penambahan nama, kita isi juga dengan nama bapak yang akan ditambahkan.
  • Serahkan formulir dan semua berkas, petugas akan memberikan resi sebagai bukti pengambilan paspor. Proses pengurusan adalah 3 hari kerja, jadi 3 hari kemudian gue harus mengambil paspor yang sudah ada nama bapak di salah satu lembarannya. Pengambilan bisa diwakilkan dengan membawa resi, jika yang mengambil adalah orang yang tidak dalam satu KK (misal office boy atau si Mbok) maka perlu membawa surat kuasa.
  • Selesai deh! SEMUA PROSES DI ATAS GRATIS TIS TISSSS!

Gimana? Gampang kan? Gue kurang tahu sih apakah paspor untuk haji juga sama. Bagi yang punya pengalaman mengurus paspor haji, silahkan dishare yah. Oh ya, mohon doanya ya agar semuanya berjalan lancar sampai kedua kaki ini benar-benar menginjak tanah suci 🙂

Catatan untuk Fundraiser Donasi

 

Kamu pernah mencoba menggalang donasi atau istilah kerennya jadi fundraiser? Nah kali ini aku pingin nih ngeshare catatan untuk seorang fundraiser. Tapi dari sisi non teknis ya. Jadi aku nggak membahas tentang gimana sih cara ngegalang dana efektif, gimana sih memviralkan acara penggalangan donasi kita atau gimana sih cara nyari link ke perusahaan-perusahaan besar. Tapi aku ingin ngebahas dari dalam diri fundraiser nya itu sendiri dulu. Ingat lho, ketika kita berusaha untuk memberikan kebaikan pada pihak yang membutuhkan, maka dari dalam diri kita juga harus ditumbuhkan yang baik-baik. Bukan, bukan harus menjadi damn good perfect angelic person  dulu baru membantu orang lain. Tapi bukankah jika kita ingin menularkan semangat positif pada orang lain, maka kita pun juga harus bersikap positif? 🙂

Nah ini catatan dari beberapa pengalamanku menggalang donasi di beberapa event baik offline maupun online sejak kuliah dulu. Dan ini bukan saja catatan untukmu yang membacanya, tapi bagi diriku pribadi sebab, yang menulis ini pun masih jauuuuuh dari kata ikhlas, masih luar biasa bodohnya dan masih benar-benar banyak aibnya.

Continue reading

Bom di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Rasanya belum tuntas duka kita akan peristiwa bom yang terjadi di Turki beberapa waktu lalu tiba-tiba….dhuar! Meledak lagi bom bunuh diri di Arab Saudi. Menyisakan duka dan geram tentunya di benak umat muslim khususnya yang sedang khusyuk menikmati sepuluh malam terakhir Ramadhan. Semoga Allah menguatkan hati kita semua, dan melaknat para pelaku bom tersebut 😦

Sewaktu bom meledak di Istanbul, Turki, aku mencoba mengingat-ingat, siapa yaaa yang ada di Turki. Perasaan aku punya teman deh di Turki. Nah, baru deh aku ingat, salah satu blogger yang kadang berkunjung ke blog ini ada yang sedang kuliah di Turki. Aku pun mengecek inbox email-ku.  Jadi sebelumnya kami sempat berkomunikasi via email terkait publikasi Ramadhan with Love. Pada akhir Mei lalu, beliau sempat email mengabariku bahwa tulisan di blognya sudah publish tentang Ramadhan with Love. Aku sebenarnya mau balas email saat itu juga tapi entah mengapa aku lupa. Email semakin banyak yang masuk, lama-lama lupa beneran deh. Hingga akhirnya pada 22 Juni lalu, aku baru sempat membalas emailnya.

Lama tak ada balasan email, aku pun juga sudah abai lagi dengan komunikasiku dengan teman blogger tersebut. Sampai ketika bom meledak di Turki pada 28 Juni 2016, barulah aku ingat kembali tentang teman blogger tersebut, dan aku pun baru ingat sampai sekarang. Ya, sampai sekarang aku menulis posting ini, dia belum juga membalas emailku. Aku mengecek blognya, sudah lama tidak update. Terakhir update pertengahan Juni. Kucoba mengemail sekali lagi menanyakan kabarnya. Menurut berita yang beredar, tidak ada WNI terluka dalam insiden bom Truki tersebut. Aku juga tidak tahu apakah teman blogger tersebut tinggal di sekitar Istanbul atau saat terjadi insiden sedang berada di bandara Attaturk atau tidak. Namun karena sudah cukup lama komunikasi via blog alias komen-komenan, mau nggak mau aku jadi kepo juga keadaannya. Semoga beliau dan teman-teman Indonesia baik-baik saja disana. Aamiin.

Ketika berita mengenai bom di Arab Saudi yang terjadi di tiga titik: Madinah, Qatif dan Jeddah tersebar viral semalam, hati umat muslim kembali bergoncang. Bahkan menurut berita dekat Masjid Nabawi. Aku langsung bergidik ngeri…Masjid Nabawi…makam Rasulullah SAW! Berani-beraninya! Padahal 2 hari lagi kita semua akan merayakan Idul Fitri.

Berita semakin gencar. Menurut pemberitaan di berbagai media, tiga titik yang terkena bom tersebut adalah: kompleks Masjid Nabawi, Masjid Syiah dan Konsulat AS sdi Jeddah. Namun berita yang disebarluaskan pun semakin simpang siur. Hingga akhirnya tadi pagi aku menerima broadcast message di WhatsApp dari sebuah grup komunitas pembaca media Islam yang kuikuti dan insya Allah, valid, dapat dipertanggung jawabkan. Pesan ini meng-encounter  pemberitaan keliru seputar bom Madinah, terutama titik ledakan bom di Masjid Nabawi yang bikin panik seluruh umat muslim sedunia. Oleh karena itu, dalam posting ini kurepost pesan tersebut, semoga bisa ikut meluruskan pemberitaan yang ada.

 

Ustadz Fathuddin langsung dari Madinah:

BOM MADINAH, FITNAH APA LAGI YG DIARAHKAN KEPADA UMAT ISLAM?

Berita bom yg terjadi di Madinah tadi saat berbuka tersebar secepat kilat ke seluruh penjuru dunia dan menjadi berita terbesar sejagad melebihi apa yg terjadi di Turkiye bbrp hari lalu.

Banyak pesan singkat masuk dari sahabat di tanah air menanyakan kabar kami krn mereka khawatir kami terganggu kenyamanan ibadah ataupun bisa kena musibah.. Smg Allah lindungi..

Kami yg setiap hari berbuka di dalam masjid Nabawi atau di pelatarannya dg jumlah sktr 2 juta shoimin dan mu’takifin tdk terganggu sama sekali dan bahkan salah seorang sahabat i’tikaf sempat mensyuting peristiwa tersebut dan terlihat cukup jauh dari lokasi Masjid Nabawi, kami hanya melihat kepulan asap spt ada kebakaran di seberang Baki’, makam para Sahabat Rasulullah. Tak ada suara ledakan apapun yg terdengar.

Saking jauh dan tdk mengganngunya peristiwa tsb, shalat isya dan taraweh berjalan seperti biasa. Sy sengaja masuk ke dalam Masjid Nabawi sehingga mendekati posisi Raudhah. Tak ada seorangpun yg sy temukan berdiskusi mslh bom tsb, apalagi dlm keadaan bingung..

Sbb itu sy berkesimpulan : Jangan-jangan mereka gak tau ada peristiwa tsb krn memang jauh dari areal Masjid Nabawi.

Naluri media dan teori konspirasi saya muncul saat pesan2 singkat masuk ke hape via wa yg isinya mengkhawatirkan atau meverifikasi apakah benar ada bom meledak di Masjid Nabawi.

Tentu sy kaget tak kepalang. Sy langsung putuskan utk shalat taraweh 8 rakaat saja dan segera keluar dari Masjid Nabawi sambil memfoto dan merekam suasana shalat taraweh malam yg ke 30 di Masjid Rasul yg sanagt dicintai umat Islam itu. Saya foto sejak dari dalam sampai keluar Masjid dan suasanaya sedikitpun tdk berubah dari malam2 sebelumnya.

Sy buka internet sambil jalan. Ternyata dunia maya sdh heboh sekali. Sampai sy di kamar hotel tmpt kami memginap stasiun tv Al-Rabiya, milik Yahudi yg sangat populer bbrp tahun belakangan yg muncul sengaja menyaingi Al-Jazeerah.

Filing media dan konspirasi sy benar. Sy lihat pembawa berita live sd gmewancara Menteri Wakaf Mesir dan beberapa pengamat masalah TimurTengah lainnya via telpon. Semua mereka mengutuk kejadian bom tersebut.

Ada beberapa hal dan fakta yg membuat sy yakin bhw umat Islam (khususnya sejak kasus WTC 2001) sedang mengahdapi konspirasi tingkat tinggi yg sedang dijalankan oleh kelompok anti Islam global :

1. Beritanya sangat dibesar2kan dan diekspos sedemikian rupa secara serentak oleh seluruh media, termasuk medsos bersamaan dg saat peristiwa bom terjadi. Seakan mereka sdh saling tau atau tukar informasi sblm kejadian. Begitu juga dg kejadian2 bom di wilayah lain di seluruh negeri Mulism.

2. Pembawa berita di tv Al-Arabiya dan semua tokoh yg diwawancara langsung dpt memastikan pelakunya, yaitu yg mereka namakan kelompok teroris Islam. Padahal penyelidikan dari pihak berwajib di Saudi belum memulai kerjanya.

3. Baik materi berita yg iangkat, redaksi wawancara dan runing teks di tv Al-Arabiya sangat propokatif dan terlihat sekali kebohongannya, sperti : Para teroris itu tdk ada agamanya krn mereka berani membom tempat2 suci, bahkan di depan pintu Masjid Nabawi. Sbb itu, dunia internasional hrs bekerjasama menghadapi/memerangi mereka dan berbagai ungkapan lainnya.

3. Seperti biasa, profokasi dan kebohongan itu mereka dukung dg tampilan rekayasa gambar dan vidio kejadian

Sy katankan pd sahabat yg nontonAl-Arabiya bersama, demi Allah, ini adalah kebohongan media kaum kafir kapan saja dan di mana saja. Bom yg terjadi jauh dari Masjid mereka syuting dari arah gerbang utama Masjid Nabawi. Kemudian dizooming sehingga sekakan kejadiannya di samping Masjid Nabawi dan pembawa beritanya bilang : Bom terjadi depan pintu gerbang Masjid Nabawi.

Kalau ucapan perempuan pembawa acara itu benar, kami mungkin sdh luka atau mungkin juga tewas, karena dari sblm berbuka sampai shalat magrib tadi puluhan ribu jamaah persis berada depan gerbang utama Msjid Nabawi krn tdk bisa masuk ke dalam sagking banyaknya jamaah.

Dari kejadian bom Madinah ini, sy semakin yakin bahwa umat Islam skrg sdng menghadapi fitmah dan konspirasi dari segala arah yg sangat luar biasa dari musuh2 Allah dan musuh2 mereka dg menggunakan sgl cara keji dan kebohongan agr umat ini tdk bisa bangkit dari kelemahan dan keterpurukan mereka.

Sebenarnya hal tsb sangat wajar krn Allah dan Rasulullah telah mengingatkan akan hal tsb dlm banyak ayat dan hadits..

Pertanyaanya ialah : Kapan umat ini, wabil khusus para pemimpin negeri Muslim sadar? Hanya Allah yg Maha Tahu.

Kemudian, yakinlah rekayasa dan konspirasi kaum kafir dan para bonekanya tdk akan selalu berhasil karena mereka pada hakikatnya sdg berhadap2an dg Allah yg MAHA DAHSYAT REKAYASA-NYA karena di Tangn-Nya kendali jagad raya ini.

Yaa Allah aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan.. aku sudah sampaikan. Maka saksikanlah..

Samping Masjid Nabawi, Malam 30 Ramadhan 1437 H

Hamba-Mu yg berharap ampunan, kasih sayang dan syurga-Mu

Fathuddin ja’far

 

 

iJakarta, Perpustakaan Digital Keren yang Wajib Download!

Rasanya aku ingin berucap syukur sebanyak-banyaknya. Alhamdulillah! Yang dinanti-nantikan selama ini hadir di dunia kepustakawanan Indonesia muncul juga: sebuah perpustakaan digital! Ya, perpustakaan digital yang selama ini selalu jadi ‘mimpi’ yang didengungkan para dosen dalam teori perkuliahanku dulu.  Suatu hari nanti, akan hadir perpustakaan digital di Indonesia, tidak kalah dengan luar negeri punya…bila Pemerintah sudah menaruh perhatian lebih pada perpustakaan, bila dana yang loyal akhirnya dikucurkan untuk perpustakaan, bila berbagai pihak dalam dunia pendidikan sudah lebih serius menggarap perpustakaan, bila tak terbentur lagi masalah hak cipta dengan penerbit, bila….

Sampai suatu ketika, sebuah kabar datang dari Nadia, juniorku dulu di kampus, jurusan Sastra Indonesia (ah, sayang sekali datangnya kabar ini bukan dari anak Ilmu Perpustakaan hehe) tentang layanan perpustakaan digital yang baru saja diluncurkan oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta. Layanan perpustakaan digital ini berbentuk aplikasi mobile yang bisa kamu download langsung dari Google Playstore secara gratis tis tis! Wow, selamat tinggal perpustakaan digital ala-ala yang berbayar! (FYI, sebenarnya azas utama perpustakaan adalah bebas dan gratis. Jadi jika ada perpustakaan yang bayar, hmm lebih tepatnya disebut rental buku. hehehe)

Untitledsjd

Silahkan search ‘iJakarta’ di Google Playstore. Nah…ini dia bentuk aplikasinya. Untuk bisa mengakses layanan perpustakaan, kita perlu sign up akun email kita dulu (bisa juga pakai akun Facebook). Gampang kok, tinggal klik ‘Yes-yes’ aja kayak aplikasi lainnya. Dan sekali lagi, ini gratis!

First, aku kenalin dulu yah satu-satu menu dalam aplikasi ini.

Screenshot_2016-04-23-09-34-13

User interface-nya friendly banget menurutku! Ketika masuk, kita akan langsung ke menu ‘Koleksi’ dan disuguhi deretan buku yang populer dipinjam. Untuk mencari buku yang kita inginkan, bisa melalui navigasi ‘Search’ di pojok kanan atas atau jika kita ingin mencari buku dengan genre tertentu, kita bisa klik’Genre Buku’, tinggal pilih deeeh. Bagusnya lagi, disini juga tersedia BSE alias Buku Sekolah Elektronik. Wah, kalau aku jadi orang tua murid sih mending download BSE trus di-print deh…daripada beli buku paket sekolah yang muahal-muahal. Hehehe. Sebenarnya selain di iJakarta, ada juga website BSE di link ini . Kebetulan dulu aku sering download untuk bahan ajarku di Rumbel dan les privat. Sayangnya di website itu BSE-nya terbitan lama (meskipun ilmunya sih sama aja), nah di iJakarta ini kuperhatikan BSE-nya termasuk terbitan baru semua (tahun 2013 ke bawah). Oh ya, di pojok kiri atas, juga terdapat informasi profil kita sebagai pengguna yang bisa kita tambahkan avatar juga.

Screenshot_2016-04-23-09-34-20

Screenshot_2016-04-23-09-34-57

Screenshot_2016-04-23-09-34-33

Masih newbie, Gan!

Menu berikutnya, persis di samping ‘Koleksi’ adalah ‘ePustaka’. Pada menu ini, kita bisa melihat koleksi-koleksi dari badan/tokoh masyarakat yang masih berhubungan dengan BPAD DKI Jakarta seperti kantor arsip daerah, perpustakaan sekolah, radio, sampai ada koleksinya Pak Ahok lho.

Screenshot_2016-04-23-09-35-10  Screenshot_2016-04-23-09-35-28

Next, ada menu ‘Home’ yang mirip sosial media, memuat aktivitas user-user lain seperti menambahkan buku (jadi ternyata kamu pun bisa bikin perpus digital-mu sendiri lho disini), mem-follow, dan lain-lain. Aku sih belum ada follow orang siapa-siapa selain akun BPAD DKI Jakarta, hehe…belum ada yang aku tertarik bukunya soale. Yah, siapa tahu aja kamu-kamu yang kutu buku bisa ketemu soulmate kamu disini, sesama kutu buku…ihiiiy! 😀

Screenshot_2016-04-23-09-35-56

Setelah menu ‘Home’, ada menu ‘Rak Buku’ yang memuat buku-buku pinjaman kita.

Screenshot_2016-04-23-09-36-08

Bagaimana cara meminjam? Gampang…ketika sudah menemukan buku yang cocok, kamu tinggal tap ‘Pinjam’, lalu akan muncul link download buku. Buku yang kita pinjam dalam bentuk pdf, bukan hasil scan perpustakaan lho ya. Biar makin tertarik, sebelum meminjam, kamu juga bisa lihat sinopsis buku dan ulasan orang-orang yang pernah baca buku ini. Disini juga terlihat berapa banyak user yang sudah pernah baca buku ini sehingga bisa terlihat kepopuleran buku tsb. Oya, kita bisa meminjam buku maksimal sehari 3 e-book.

Screenshot_2016-04-23-09-38-22

Screenshot_2016-04-23-09-39-19

Screenshot_2016-04-23-09-38-34Screenshot_2016-04-23-09-38-58

 

Screenshot_2016-04-23-09-42-27

Screenshot_2016-04-23-09-37-36

Kayak gini nih bentuk bukunya.Lebih enak lagi kalau bacanya pakai tablet.

Selama membaca, kamu bisa juga loncat ke bab-bab berikutnya melalui daftar isi buku.Untuk menandai suatu halaman, kamu bisa klik tanda ‘bookmark’ di pojok kanan atas, jadi nggak perlu ribet scroll halaman ketika akan membacanya lagi.

Screenshot_2016-04-23-09-37-46 Screenshot_2016-04-23-10-50-23

Kalau sudah selesai baca, tinggal klik ‘Kembalikan’ deh. Seperti buku biasa, e-book ini jumlah copy-nya terbatas, jadi kalau sudah selesai baca buru-buru kembalikan ya, biar yang lain juga bisa baca. Di setiap buku tertera berapa jumlah copy-nya, misalnya judul X memiliki 3 copy. Artinya judul X memiliki 3 eksemplar buku yang bisa dipinjam. Kalau yang mau pinjam ada 5 orang, terpaksa 2 orang sisanya harus klik ‘Antri’. Kayak waktu aku mau pinjam buku-bukunya Agatha Christie dan Sir Arthur Conan Doyle nih…semuanya harus antre! 😦 Untuk men-tracking  buku apa aja yang pernah kita pinjam, siapa tahu kan’ mau baca lagi, kita bisa ke ‘Riwayat Pinjaman’.

Screenshot_2016-04-23-10-11-55

Screenshot_2016-04-21-11-38-34

Screenshot_2016-04-23-09-36-33

Duh, maap maap yah riwayat pinjaman gadis usia 20-an begini ini nih >.< hahaha

Sedikit analisaku mengenai hak cipta buku, kebetulan aku pernah pelajari di kuliah dulu..menurutku regulasi peminjaman di iJakarta ini sudah tepat. E-book otomatis tersimpan di rak buku iJakarta, jadi kalau mau baca pun harus masuk ke aplikasi dulu dan connect dengan internet. Prinsipnya adalah cloud computing, jadi ngga ada tuh melanggar hak cipta karena perpustakaan memang tidak memperbanyak buku (jumlah copy terbatas). Aku belum update lagi ya mengenai hak cipta pada buku digital atau e-book, tapi menurutku ini sudah kemajuan luar biasa bagi dunia pendidikan Indonesia. Tinggal nunggu munculnya aplikasi sejenis nih yang isinya artikel ilmiah anak bangsa seperti yang dulu aku pernah gagas di suatu perlombaan esai (Eh, atau aku aja yang bikin ya? Hehehe).

Akhir kata, aku mengapresiasi sebesar-besarnya kehadiran perpustakaan ini. Benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas. Kini, semua orang bisa dengan mudahnya mengakses gudang ilmu dimanapun dan kapanpun dalam genggaman tangan. The power of technology. Terima kasih kepada Pemerintah DKI Jakarta yang sudah merilis program yang sangat baik ini. Aku berharap semoga program ini juga bisa menyebar  ke daerah-daerah lainnya, apalagi kalau bisa sampai menghimpun teks-teks kuno warisan budaya Indonesia. Hidup perpustakaan! 😀

Cara Mengedit Background Gambar atau Foto Jadi Transparan secara Online

Tadi siang selagi asyik bikin desain untuk suatu acara, aku jadi teringat cara menghilangkan background gambar atau foto alias membuat background gambar atau foto jadi transparan. Cara edit ini dulu sering kupakai untuk mendesain banner iklan sewaktu masih kerja di kantor sebelumnya. Nggak perlu susah-susah pakai Sotosop (kebetulan aku juga kurang ngerti hehehe) dan nggak perlu download aplikasi karena editnya online koook. Gimana caranya? Klik dulu deh https://pixlr.com/editor/ !

cara1

Continue reading