Kerja Oh Kerja!

_Choose-a-job-you-love-and-you-will-never-work-a-day-in-your-life_Study_1358431991

Kayaknya aku pernah janji ya bakal cerita tentang pekerjaanku di sini? Hehehe. Oke deh…mumpung ada waktu (duileee sok sibuk bener ya.haha), aku crita-crita sedikit ya.

Jadi, kayak yang aku ceritain sebelumnya, aku kerja di PT Angkasa Pura Support, anak perusahaannya Angkasa Pura I. Itu lho, BUMN yang mengelola bandara-bandara bagian Indonesia dan Timur. Nah sebagai anak perusahaan, Angkasa Pura Support atau yang biasa disingkat APS bergerak dalam memasok barang dan jasa kebutuhan bandara-bandara di Indonesia Tengah dan Timur. Total ada 13 bandara yang dihandle pasokan barangg dan jasanya oleh APS yaitu Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Ujung Pandang (Makassar), Lombok, Manado, Jogja, Solo, Semarang, Ambon, Banjarmasin, Biak, dan Kupang. Barang-barangnya apa aja? Wah buanyaaaak banget. Dari mulai teknologi dan alat-alat berat bandara seperti WTMD (Walk Through Metal Detector) dan air bridge (itu lho yang biasa kita sebut belalai pesawat) sampai alat-alat kebersihan dan tissue toilet.

Pekerjaanku ngapain aja? Aku bekerja sebagai Administration Officer, yang mana berada di bawah divisi General Affairs, Legal & Procurement. Nah, tugasku sangat erat dengan teman-teman dari tim procurement alias pengadaan. Procurement yang melakukan pengadaan barang-barang pasokan bandara, akulah yang membuat nota dinas dari pembelian barang tersebut. Seluruh kwitansi, purchase order, purchase request dan sebagainya berkaitan dengan pengadaan tersebut akan masuk ke mejaku, kubuat nota dinasnya, aku scan dan aku arsipkan dalam database. Nota dinas ini berfungsi sebagai pengantar untuk diteruskan ke bagian Keuangan guna pembayaran barang. Dan itu nggak hanya beberapa dalam sehari…tapi puluhan tiap harinya. Selain itu, aku juga bertugas membuat SPPD atau Surat Perintah Perjalanan Dinas untuk seluruh pegawai APS yang akan dinas ke bandara-bandara di mana kantor cabang APS berada. Setiap minggu itu selalu ada lho yang dinas. Tugas lainnya adalah menginput pesanan barang-barang dari tiap bandara sebagai dokumentasi procurement.

Whooa…banyak juga ya? Menantang? Sejauh ini sih iya. Aku harus berpacu dengan deadline, harus disiplin dalam ngatur dokumen, dan harus cepat tanggap ketika teman-teman timku mencari-cari lagi dokumen pengadaan barang yang dibutuhkan. Yang namanya kerjaan, nggak lepas dari deadline. Baru deh ini aku ngerasain yang namanya dikejar deadline, harus pinter-pinter prioritasin yang mana duluan yang dikerjain, harus responsif, de el el. Dan karena kantorku bergerak di bidang transportasi yang sangat dinamis dan load kerjanya tinggi, nggak jarang jam kerjaku agak-agak molor karena masih banyak yang harus dibenahi.

Do I love my job? Nah…pertanyaan yang satu ini belum aku bisa jawab dulu. Hehehe. Cinta kan’, butuh proses. Cinta sama orang aja butuh proses…termasuk cinta sama pekerjaan. Biarlah waktu, pengalaman, dan tentunya salary  yang akan menjawabnya. Hehehe 😀

Sudah dua minggu aku bekerja. Sejauh ini sih aku enjoy. Teman-teman kantor baik-baik, ramah-ramah, dan nggak pelit bagi-bagi ilmu. Sampai saat ini pun aku juga masih ‘meraba-raba’ pekerjaan, masih banyak salah disana-sini, tetapi mereka berbaik hati mau ngajarin, kalau ada yang salah dibenerin…huaaa, mudah-mudahan aku bisa betah di sini dan cepet terbiasa dengan kerjaan ya 🙂 . Hal yang enak lainnya, kantorku loyal banget dalam hal makanan. Hehehe. Ada satu kulkas tersedia di ruangan, isinya snack-snack gitu dan bebas diambil sesukanya. Ada satu kaleng krupuk juga buat teman makan, plus sendok piring gelas, kopi teh susu untuk kita konsumsi sesukanya. Nggak cuma itu, banyak pegawai yang baru pulang dinas dari mana-mana, bawa oleh-oleh makanan untuk disikat rame-rame. Di hari-hari pertama kerja sih aku malu- malu kucing gitu nggak nyentuh makanan cemilan yang ada. Tapi di hari-hari berikutnya….jangan tanya. Kalau kata Mbak Mayang dari HRD, “Sarah orangnya cepat belajar”. Maksudnya cepat belajar untuk sikat makanan. Hahaha. 😀

Nggak enaknya? Nggak enaknya sih di jarak itu lho. Setiap hari aku pulang pergi mengandalakn kereta commuter line, which is bisa gangguan lah, kena banjir lah, telat lah…berasa banget deh tua di jalan. Sekali perjalanan sampai kantor memakan waktu dua jam kalau normal. Kalau lagi gangguan….wah bisa 2,5-3 jam.Pas lagi banjir Jakarta kemarin yang agak heboh, aku berangkat dari jam 6 pagi, sampe kantor jam setengah 11 lho! Dan beragam pengalaman pertama lainnya jadi anker (anak kereta) tingkat pro…dari mulai desak-desakkan (ini sih biasa lah ya), salah tape in tape out (aku masih newbie nih pakai kartu multitrip), capeknya berdiri lama…huf…di awal-awal aku langsung masuk angin, bolak balik dikerokin…badan masih kaget gitu. Yah namanya juga kerja…nggak ada kerja yang nggak cape memang 😦 Pantes ya, bagi orang kerja tuh weekend itu surgaaaa banget. Begitu weekend, wah udah deh aku rasanya bahagia….males-malesan, ngerjain hobi, nonton film, jalan-jalan, seneng-seneng…ngeblog pun pas weekend. And I love Friday more…

Yah, kadang kalau lagi di jalan…bengong…suka mikir gini: nggak apa-apa deh ya, bersusah-susah dulu, cari pengalaman kerja dulu sebanyak-banyaknya, namanya juga demi masa depan cerah. Ada harga yang harus dibayar, ya nggak? Lagian buat siapa sih kerja kalau nggak buat hidup diri sendiri dan keluarga juga. Yang terutama: kerja itu untuk ibadah. The simplest and deepest reason to remember. Harus dinikmati, harus disyukuri. Semangaaat! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s