Pengalaman Mendapatkan Unconditional LoA dari University College Dublin

Jika sesuatu bukan untukmu, maka tidak akan pernah kamu mendapatkannya. So if something is destined for you, never in a million years will it be for somebody else

Beberapa hari terakhir, saya teringat quotes ini, yang sungguh menjadi hikmah dari dua hal yang saya alami. Pertama, pada 26 Desember lalu handphone dicuri saat saya, suami dan anak sedang makan di suatu restoran di Cibinong City Mall. Saat itu suami sedang shalat Ashar, saya menjaga anak. Karena sedang asyik becanda dengan anak, saya pun lengah menaruh hape di meja dan wusssh…dalam sekejap mata, hape saya sudah berpindah tangan ke si pencuri. Saya tahu fakta ini dari CCTV yang kami lihat di restoran.

Sedih, tentu saja, karena hape Samsung A31 itu baru saya beli di bulan Januari 2021 setelah hape sebelumnya rusak total (hape sebelumnya sejak 2017). Di bulan September, hape saya juga rusak parah karena layarnya dibubuhi susu oleh anak dan mengharuskan ganti LED seharga 80% harga handphone. Tapi saya hanya bayar biaya klaim Rp 200,000 karena saat beli dulu saya pasang asuransi Samsung Care.

Mungkin bagi sebagian orang, kehilangan hape adalah hal biasa. Namun bagi saya yang sebelumnya tidak pernah sekalipun kehilangan hape, itu menjadi sedikit menyakitkan. Saya biasanya teliti dalam memilih spesifikasi handphone dan hanya saat benar-benar sudah tidak bisa digunakan, baru saya ganti dengan hape baru. Orangnya setia.

Mendapatkan Firm Offer dari University College Dublin (UCD)

Lalu, apa kaitannya dengan kejadian di atas?

Baiklah, begini ceritanya…

Saya mendaftar UCD sebagai destinasi kampus untuk proses beasiswa dari pemerintah Irlandia. Saya memilih tiga program studi: 1) MSc Management, 2) MSc Strategic Management, 3) MSc Digital Innovation (nggak mau rugi application fee). Ketiga jurusan ini harus diurutkan sesuai prioritas dan dalam satu kali aplikasi kita diharuskan membayar application fee sebesar 50 Euro atau Rp 700,000-an . Meski agak berat, akhirnya saya mencoba dengan percaya diri. Tidak sampai dua minggu, saya mendapatkan Firm Offer atau Unconditional LoA dari UCD.

Sama seperti offer dari Lancaster, saya juga diharuskan menjawab terima/tolak offer dan jika terimamaka membayar deposit fee untuk ‘secure my place’, namun dalam periode yang lebih singkat, 2 minggu setelah saya dinyatakan diterima. Saya pun sudah tahu hal ini sebelumnya sejak sebelum mendaftar, namun saya pikir akan sama ceritanya dengan Lancaster, alias saya bisa ditangguhkan dulu untuk membayar deposit fee sampai keputusan beasiswa keluar. Saya pun mencoba menanyakan hal ini ke pihak kampus. Tiga hari kemudian email saya dibalas namun diarahkan ke staf lain yang (sepertinya) mengurus untuk mahasiswa internasional. Hingga kira-kira hampir seminggu setelah pengumuman diterima, email saya masih belum ditindaklanjuti. Saya pun mencoba follow-up dengan mengirim email dua kali, namun hasilnya masih tak ada respon. Saya mulai panik, karena sudah pasti menjelang Natal dan tahun baru akan libur panjang sedangkan batas 2 minggu akan segera habis. Benar saja, sampai saya mengirim email lagi pada 26 Desember, semua dijawab auto reply sedang libur sampai 4 Januari.

Akhirnya saya mencoba mengontak pihak di luar UCD yang ‘mungkin’ bisa membantu saya. Saya coba menulis email ke PPI Irlandia, barangkali ada mahasiswa Indonesia yang saat ini kuliah di UCD dan bisa memberikan saran. Saya juga mengontak Ms Miranda Hough, Education Consultant di Education in Ireland, pusat informasi pendidikan di Irlandia bagi mahasiswa internasional (semacam British Council gitu lah ya). PPI Irlandia tidak bisa memberikan saran dan Ms Miranda Hough mem-forward email saya ke staf UCD yang berkantor di Malaysia barangkali bisa membantu.

Dan….akhirnya ada jawaban dari Carole Deering, staf yang mengurus mahasiswa internasional dan belum membalas 4 email saya sebelumnya.

Patah hati rasanya.

Saya tetap diharuskan membayar Deposit Fee, atau penerimaan saya dianggap ‘hangus’. Yeah…saya tidak mungkin membayar 500 Euro untuk sesuatu yang belum pasti. Kesal?Kecewa? Iya. Saya sudah ‘berkorban’ 50 Euro untuk application fee, juga waktu dan tenaga untuk mengerjakan aplikasi pendaftaran. Karena saya mendaftar 3 jurusan, saya membuat 3 macam esai berbeda dan mengisi 3 form berbeda pula. Namun saya juga tak bisa menyalahkan pihak UCD karena mereka juga sudah menuliskan ketentuan itu dengan jelas di website. Jadi, saran saya sebaiknya jika ada ketentuan deposit fee dan kamu berencana menngejar beasiswa, pastikan universitas yang kamu tuju memberikan kelonggaran mengenai hal ini.

Itulah benang merah kedua cerita di atas yang hanya berselang dua hari. Jika sesuatu bukan untuk saya, maka saya harus ikhlas untuk tidak memilikinya atau tidak lagi memilikinya. Saya pernah memiliki handphone itu, pernah memiliki ‘tempat’ di MSc Management UCD itu, dan kini tak lagi memilikinya.

The art of losing isn’t hard to master;

so many things seem filled with the intent

to be lost that their loss is no disaster

Elizabeth Bishop

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s